Fakta Sebenarnya Heboh Relawan Asing Diusir dari Palu

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 12 Oktober 2018 07:01
Fakta Sebenarnya Heboh Relawan Asing Diusir dari Palu
Kabar tentang relawan asing ini menjadi sorotan media internasional.

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan mengenai adanya pemberitaan media asing, yang menyatakan pemerintah Indonesia aneh. Berita itu menyebut pemerintah membatasi relawan asing dalam membantu evakuasi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Relawan asing yang diminta untuk meninggalkan Palu yakni dari China, Meksiko, Nepal dan Australia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, relawan asing itu diduga menggunakan dokumen palsu. Sutopo menceritakan, awalnya ada relawan asal China masuk melalui bandara di Makassar pada 7 Oktober 2018.

" Sudah kita lihat suratnya kondisinya, kita khawatir, masih diragukan asli atau tidak. Nah, kita sinyalir suratnya palsu," kata Sutopo di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Sutopo menyebut, relawan itu telah diminta petugas untuk tidak datang ke Palu. " Kemudian petugas di Makassar sudah memperingatkan untuk tidak ke Palu, ternyata tiga relawan asing tadi tetap ke Palu menggunakan jalur darat," ucap dia.

 

1 dari 1 halaman

Tidak Lapor Kedutaan Besar

Setelah itu, beberapa relawan asing dari Nepal, Meksiko dan Australia datang dengan alasan ingin ikut membantu.

Sutopo menegaskan, kedatangan mereka sebenarnya tidak masuk dalam kebutuhan yang diperlukan oleh Indonesia seperti transportasi udara, genset, tenda, water treatment.

" Di luar itu, kita tidak butuh tenaga SAR, tenaga medis atau yang lainnya. Ini juga sama terkait dengan LSM asing," ujar dia.

Sutopo mengatakan, para relawan itu juga tidak melapor ke Kedutaan Besar negaranya masing-masing dan ke pemerintah Indonesia untuk ikut membantu proses evakuasi.

" Faktanya, banyak yang ujug-ujug masuk ke wilayah Palu yang tidak ada koordinasi, tidak ada izin, ya kita harus atur itu," kata dia.(Sah)

Beri Komentar