Bocah Saudi Temui Ajal di Tangan Ibu Tiri

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 28 Agustus 2014 09:29
Bocah Saudi Temui Ajal di Tangan Ibu Tiri
Ibu tirinya kemudian menyuruh Ahmed dan adiknya pergi ke kebun belakang. Dan mereka harus berlari mengelilingi kebun sambil bertelanjang kaki di siang yang terik.

Dream - Hanya karena mengambil beberapa biskuit, bocah perempuan di Arab Saudi tewas dianiaya ibu tirinya. Wanita kejam itu memukuli putrinya yang masih 8 tahun hingga tewas. Karena lapar, korban bernama Roua itu mengambil beberapa potong biskuit di lemari.

Wanita yang diidentifikasi sebagai Kolthoum, 40 tahun, ditangkap polisi Riyadh setelah dokter menyatakan Roua meninggal karena luka parah yang disebabkan oleh penyiksaan. Kakak Roua, Ahmed, 11 tahun, juga disiksa oleh Kolthoum karena mengambil biskuit. Namun Ahmed selamat setelah dia dilarikan ke rumah sakit.

Namun dokter mengatakan Ahmed pasti akan syok dan bisa menderita trauma psikologis untuk waktu yang lama. Apalagi setelah adiknya meninggal di sampingnya dan ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkannya.

Saat di rumah sakit, Ahmed yang masih lemah berbicara kepada polisi dan wartawan, mengatakan kepada ibu tirinya sering memukulinya dan adiknya. Malam itu, kata Ahmed, ia dan adiknya pergi ke lemari dan mengambil beberapa biskuit, setelah mereka tidak bisa tidur karena kelaparan.

Dia ingat bahwa di pagi hari, ibu tirinya itu masuk ke kamarnya sambil marah-marah setelah menemukan beberapa biskuit hilang. Ibu tirinya kemudian menyuruh Ahmed dan adiknya pergi ke kebun belakang. Dan mereka harus berlari mengelilingi kebun sambil bertelanjang kaki di siang yang terik.

Setelah dihukum lari keliling kebun, ibu tirinya itu menyuruh mereka masuk dan berdiri dengan satu kaki. Mereka tidak boleh duduk hingga diperintahkan duduk. Namun Roua rupanya sudah tidak kuat dan jatuh.

" Dia bergegas menuju adikku dan memukulnya dengan sapu lidi. Kemudian membenturkan kepalanya ke dinding sambil terus marah-marah. Adikku pingsan tetapi wanita itu mengatakan, adikku berpura-pura dan menyiramkan air dingin padanya. Dia kemudian membawanya ke tempat tidur dan membenturkan kepala adikku ke rel tempat tidur yang terbuat dari logam. Adikku perlahan-lahan membuka matanya dan kemudian menutup lagi. Pada waktu itu, aku tahu dia sudah meninggal," jelas Ahmed kepada surat kabar berbahasa Arab, Sabq.

Ruba, kakak Ahmed yang berusia 12 tahun, mengatakan kepada polisi bahwa ibu tirinya selalu menyiksa mereka dan mengancam untuk tidak memberitahu ayah mereka. " Setelah apa yang terjadi, saya berharap mereka (pemerintah) akan memberi kita keadilan dan mengeksekusinya," kata Ruba. (Ism)

Beri Komentar