Cara Melepas Masker Bedah yang Kerap Dilupakan

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 1 April 2020 18:02
Cara Melepas Masker Bedah yang Kerap Dilupakan
Jangan pernah menyentuh permukaan masker.

Dream - Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, mengatakan masyarakat umum kerap melupakan tata cara melepaskan masker bedah secara tepat. Masyarakat kerap langsung menyentuh bagian permukaannya.

Dia menjelaskan, melepaskan masker bedah setelah dipakai dengan hanya memegang bagian talinya saja tanpa menyentuh bagian permukaan.

" Melepaskan masker ada caranya. Ganya memegang talinya, jangan memegang maskernya," kata Erlina, Rabu, 1 April 2020.

Prosedur ini kerap dilupakan masyarakat. Padahal, partikel virus yang kemungkinan menempel di permukaan malah bakal terdistribusi ke tangan.

Menurut dia, meski telah melepaskan masker, masyarakat juga jangan merasa telah aman dari ancaman virus. Mereka tetap diminta untuk langsung mencuci tangan sebagai bagian mempertebal proteksi.

" Jangan merasa aman setelah menggunakan masker, setelah melepaskan masker tetap harus mencuci tangan. Menggunakan masker bila batuk, kalau tidak ada lakukan etika batuk. Intinya pesan pencegahan pertama jaga jarak aman, stay at home, etika batuk jika bersin, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, lakukan semuanya dengan disiplin," kata dia.

 

1 dari 4 halaman

Jangan Memborong Masker

Dia mengatakan masker bedah efektif mencegah partikel airbone ukuran 0,1 mikron dari 30 hingga 95 persen. Tetapi, masih memiliki kelemahan yakni tidak bisa menutupi permukaan wajah secara sempurna terutama di sisi samping kiri dan kanan masker.

Apabila permukaan dalam masker sudah basah, maka wajib mengganti atau membuangnya dan itu hanya digunakan sekali pakai. 

Meski begitu, masyarakat yang wajib menggunakan masker bedah adalah orang sakit dan tenaga medis. Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memborong masker. 

Pasalnya, jika ketersediaan masker langka dan orang sakit tidak mendapatkan akses terhadapnya, maka dipastikan akan terus menjadi sumber penularan.

" Kalau orang sehat memborong dan memakai (masker bedah) maka ketersediaan masker ini tidak ada lagi bagi tenaga kesehatan maupun orang sakit, dan ini berbahaya kalau orang sakit tidak ada akses terhadap masker bisa jadi orang sakit ini jadi sumber penularan kita semua," kata dia.

2 dari 4 halaman

Karyawan RSUD di Cianjur Curi 40 Dus Masker

Dream - Seorang aparatur sipil negara (ASN), berinisial, IS menjadi bagian dari komplotan pencurian masker di RSUD Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kapolres Cianjur, AKPB Juang Andi Priyanto menyebut, komplotan itu mencuri sebanyak 40 dus milik RSUD.

Karyawan IS merupakan karyawan RSUD Pagelaran. IS dibantu RE, pekerja honorer RSUD Pagelaran. RE bertugas mengambil dan menjual masker. 

Selain dua orang itu, polisi juga menangkap CE, seorang karyawan swasta yang membeli masker dari RE. Masker curian itu kemudian dijual lagi oleh CE ke orang lain dengan cara cash on delivery (COD).

Hasil pemeriksaan membuktikan, terdapat sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan. Beberapa barang yang diamankan yaitu kartu ATM Bank Jabar, kartu ATM Bank BCA, satu unit mobil Nissan Terano perak bernomorpolisi B-8172-KMN, satu unit kendaraan roda dua, dan satu dus berisi empat boks masker merek Eskamed dan beberapa kota jarum suntik.

Andi mengatakan, IS dan RE smeminta masker tanpa prosedur yang benar dan mendapatkan dua karton atau 40 dus. 

3 dari 4 halaman

Ancaman Hukuman

" Kemudian pelaku IS memaksa karyawan pemegang kunci gudang farmasi untuk membuka farmasi tanpa seizin dari kepala gudang dan Direktur RSUD kemudian mengambil dua karton masker dan dijual oleh pelaku RE," papar Juang.

Adapun pelaku IS, RE, dan YO mengambil masker dari gudang farmasi RSUD pada malam hari dengan masuk melalui jendela yang tidak terkunci.

Sedangkan pelaku CE membeli atau menerima nasker dari pelaku RE. Sosok C kemudian menjualnya dengan cara diecer.

" Atas perbuatannya itu para tersangka melanggar Pasal 363 KUHP dan 480 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," kata Andi.

Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon

4 dari 4 halaman

Masker dan Outfit Matching, Gaya Presiden Slovakia Curi Perhatian

Dream - Presiden Slovakia, Zuzana Caputova menjadi sorotan ketika menghadiri acara pengunduran Perdana Menteri Slovakia, Petra Pellegrini. Ia hadir memakai alat pelindung diri.

Zuzana tampak menerapkan upaya pencegahan virus corona dengan memakai masker dan sarung tangan. Menariknya, Zuzana memadukan benda tersebut dengan outfit stylish.

Ia sengaja menyamakan warna masker dengan busana yang dikenakan. Hasilnya pun terlihat matching. Ia tak lupa membagikan potretnya ke Instagram.

Zuzana Caputova

Foto: Instagram @zuzana_caputova

Pada foto yang diunggah, Zuzana tampil chic memakai midi dress beraksen v-neck. Warna marun memberi kesan elegan pada wanita 46 tahun itu. Masker yang digunakan memiliki warna senada.

Tak hanya masker, Zuzana mengenakan sarung tangan dari bahan leather yang trendi. Ia juga menerapkan konsep serupa pada outfit berikutnya.

Zuzana Caputova

Foto: Instagram @zuzana_caputova

Kali ini ia tampil lebih feminin dengan midi dress beraksen bahu lebar. Masker dan baju yang dikenakan sama-sama berwarna magenta. Ia juga memakai sarung tangan seperti sebelumnya.

Potret tersebut langsung menyita perhatian. Banyak netizen memuji cara Zuzana untuk tampil stylish sekaligus mencegah penularan virus.

" Maskernya sengaja disamakan dengan baju ya?"  kata @barnofischer

" Aku suka melihat dia menyamakan warna masker dengan baju yang dikenakan,"  ujar @mercurymatthews

" Omg outfitnya sangat indah!"  ucap @koki9_official

" Contoh yang bagus!"  puji @nh_novaes

(mut)

Beri Komentar