Carol Earl (Daily Telegraph)
Dream - Hijab bukan penghalang aktivitas. Itulah prinsip Carol Earl. Muslimah asal Australia ini memilih tetap mengenakan hijab meski harus bertarung di atas ring sebagai atlet Thai Boxing profesional.
" Saya yakin bahwa di dalam agama saya bahwa kami harus ditutupi (berhijab), itu cara kami sebagai muslimah," tutur Earl dikutip Dream.co.id dari Daily Telegraph, Sabtu 31 Mei 2014.
Muslimah berusia 39 tahun ini mengaku tak mudah bertarung dengan mengenakan hijab. Sempit, tak ada ventilasi, dan pastinya keringat akan lebih banyak bercucuran. " Dan Anda merasakan segalanya, ini tidak dirancang untuk menghindari luka," tutur dia.
Dalam kondisi tertutup rapat itu, Earl harus bergerak lincah. Meninju, menyikut, dan menendang, lawannya. Dia juga harus gesit menghindari pukulan-pukulan lawan yang bisa saja datang bertubi-tubi.
" Saya tidak melepas penutup kepala saat bertarung, walaupun (melepas) lebih mudah bagi saya," tambah ibu tiga anak yang berhijab sejak usia 26 tahun ini.
Panitia pertandingan selalu memeriksa hijab perempuan kelahiran Lebanon ini sebelum bertanding. Mereka ingin memastikan tak ada bahan pelindung di balik hijab yang dikenakan.
Karier Earl dalam Thai Boxing cukup cemerlang. Dia sudah bertanding 22 kali. Sebanyak 16 di antaranya berakhir dengan kemenangan. Gelar Pasifik Selatan dan Australia telah ia genggam.
Prestasi yang cemerlang membuatnya mendapat banyak penggemar. " Mereka semua mengatakan telah mengubah pandangan terhadap agama saya semenjak mengenal saya. Itu bukan prioritas saat saya pertama kali bertanding, namun saya bangga," tutur dia.
Perempuan yang tingal di Sydney barat ini merasa dihormati oleh masyarakat di lingkungannya. Meskipun di lingkungannya tak ada yang mengenakan hijab. " Saya merasa bagai duta bagi agama saya," ujar Earl.
Pada Jumat malam, Earl menghadapi juara dunia Tinju Thai asal Jerman, Meryem Uslu. Meryem telah bertanding 49 kali, 39 di antaranya berakhir dengan kemenangan. (Ism)