(Sumber: Facebook)
Dream - Sebuah video pilu menampilkan balita yang tengah histeris dan menarik tubuh seorang menjadi viral di dunia maya. Wanita yang ditarik balita itu seolah sudah tak bernyawa.
Bocah tersebut menangis sambil terus memeluk tubuh wanita tersebut, sementara seseorang mengabadikan momen menyedihkan itu.
Namun video berdurasi 20 detik yang diunggah dengan tagar #DeadPose itu sebenarnya merupakan tren terbaru di Afrika Selatan.
Dengan berbagai posisi dan gayanya, orang-orang di sana seolah berlomba membuat video atau foto pura-pura mati paling tragis dan mengerikan.
Video pura-pura mati tersebut di satu sisi mengundang kemarahan warga, tapi juga menarik rasa ingin tahu bagi yang penasaran.
© Dream
Karabo Mnisi, pencetus ide video atau foto pura-pura mati ini, mengatakan #DeadPose tidak berbeda dengan #BucketChallenge.
" Jadi ini ada maksudnya, untuk hiburan dan peringatan. Bukan aksi tanpa tujuan," katanya.
Sementara itu, Bontle Goitsimang, ibu bocah dua tahun yang terus menangis untuk membangunkan bibinya, itu membela video adiknya yang berpura-pura mati itu. Meskipun warga menuntutnya untuk diadili dan hak asuh terhadap anaknya dicabut.
" Anak saya sedang bercanda," kata Bontle kepada MailOnline.
" Dia tahu apa yang sedang terjadi. Dia tahu itu adalah lelucon, dan saya pikir dia tertawa, bukan menangis. Saya yang merekamnya. Yang di lantai itu adik saya, semua ini telah direncanakan. Itu lelucon dan hanya untuk hiburan," tambah Bontle.
Karabo Mnisi, siswa sekolah menengah berusia 19 tahun yang memulai tren tersebut seminggu yang lalu, mendapatkan banjir kiriman berupa gambar dari ratusan netizen dengan berbagai pose mati.
© Dream
Menurut Karabo, awalnya gambar-gambar tersebut memperlihatkan pose kematian yang aneh meski tidak sampai berdarah-darah. Namun semakin lama banyak yang mengirimkan gambar kematian yang terlihat sadis.
" Kami sekarang berada di tahap kedua," katanya.
" Tahap pertama tidak menunjukkan ada luka atau darah. Tapi sekarang memperlihatkan orang-orang yang berlumuran darah, seolah-olah dibunuh atau terbunuh secara sadis."
Karabo menambahkan, kekerasan terhadap perempuan adalah tema umum dari #DeadPose ini. Dan ini sangat tidak disukai oleh segelintir orang yang mengkritiknya.
Tapi pemuda ambisius dari Pretoria ini menegaskan dirinya tidak akan menghentikan aksi yang sudah menggila ini sampai ia telah mencapai tujuannya. Yaitu untuk menjadi Feleb (Facebook selebriti) yang paling berpengaruh di Afrika Selatan.
Saat ini, Karabo memiliki 40.000 pengikut, dan memperingatkan konten dari #DeadPose akan bertambah sadis danlebih mengerikan.
Dia mengatakan #DeadPose ini terinspirasi oleh salah satu foto yang paling ikonik dalam sejarah apartheid Afrika Selatan. Yaitu foto dari Hector Pieterson yang tewas dengan luk amengerikan saat terjadi Pemberontakan Soweto tahun 1976.
Peristiwa tersebut akhirnya dikenali sebagai titik balik dalam perjuangan melawan rezim apartheid.
" Saya mencoba untuk menulis ulang sejarah dengan cara yang menyenangkan," kata anak guru sekolah ini.
(Sumber: dailymail.co.uk)