Pasien Covid-19 India (Straits Times)
Dream - India kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19. Lonjakan kasus disumbang dari Negara Bagian Kerala.
Kerala mencatatkan 29.836 kasus baru pada Minggu, 29 Agustus 2021. Sehingga total kasus di Kerala sendiri mencapai 4 juta kasus.
Akibatnya, Kerala menjadi negara bagian kedua dengan total kasus Covid-19 tertinggi di India. Posisi pertama ditempati Maharasthra dengan 6,45 juta kasus namun dengan kenaikan sangat sedikit, kurang dari 1 persen.
Secara nasional, kasus baru di India pada Minggu tercatat sebanyak 43.399 kasus. Ini merupakan angka kasus harian tertinggi dalam lima hari terakhir yang tercatat lebih dari 40 ribu.
Sementara India mencatatkan 290 ribu kasus baru Covid-19 di seluruh negara bagian, dengan persentase kenaikan sebesar 32 persen. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi terjadi dalam periode delapan pekan terakhir.
Total kenaikan kasus Covid-19 selama delapan pekan di India tercatat sebanyak 305 ribu kasus. Kenaikan ini dihitung mulai pekan pertama (28 Juni-4 Juli) hingga delapan pekan ke depan.
Kerala sendiri dilaporkan mengalami lonjakan kasus sebanyak 190 ribu dalam sepekan terakhir. Angka ini meningkat 55 persen dibandingkan kenaikan di pekan sebelumnya dengan 125 ribu kasus.
Bahkan di antara negara-negara bagian lain, kenaikan kasus di Kerala tertinggi dalam 14 pekan terakhir sejak 16-23 Mei.
Lonjakan kasus ini terjadi dipicu festival besar yang dihadiri banyak sekali orang hingga menimbulkan kerumunan massif. Pemerintah negara bagian tersebut pun berencana menerapkan penguncian pada sejumlah daerah yang terkena dampak paling parah.
Selain kasus positif, angka kematian di seluruh India meningkat sebesar 10,5 persen dalam sepekan terakhir. Selama tujuh hari ke belakang, sebanyak 3.439 kematian dilaporkan, meningkat cukup tinggi dibandingkan pekan sebelumnya mencapai 3.111 kematian, dikutip dari Times of India.
Dream - India memberikan persetujuan penggunaan darurat satu suntikan vaksin Covid-19 produksi Johnson & Johnson. Langkah tersebut diambil sebagai upaya peningkatan kampanya vaksinasi Covid-19 di India karena adanya kekhawatiran gelombang infeksi baru.
Dilansir dari The Indian Express, Senin 9 Agustus 2021, Menteri Kesehatan India Mansukh Mandaviya mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai upaya perang melawan pandemi di India. Dilaporkan setidaknya 200.000 orang telah meninggal akibat infeksi Covid-19 selama dua bulan terakhir.
" India memperluas keranjang vaksinnya! Vaksin COVID-19 dosis tunggal Johnson & Johnson diberikan persetujuan untuk Penggunaan Darurat di India," kata menteri Mandaviya di Twitter.
Diketahui kini terdapat empat vaksin yang telah diberi persetujuan penggunaan darurat di India yakni Covishield dari Serum Institute yang merupakan vaksin Oxford-AstraZeneca versi India, Covaxin dari Bharat Biotech, Sputnik V Rusia dan vaksin mRNA Moderna.
" Dengan senang hati kamu memberitahu Anda bahwa pada 7 Agustus 2021, Pemerintah India telah mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson Covid-19 di India," jelas keterangan pihak Johnson & Johson dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu belum diketahui kapan vaksin buatan perusahaan AS tersebut akan sampai di India.
(Sumber: Indian Express)