Deni Mulyadi, Hendak Jual Ayam Agar Bisa Beli Ponsel Demi Ikut Kelas Online (Foto: Instagram @socialdisaster.rescue)
Dream - Pembelajaran online menjadi masalah bagi sebagian siswa. Mereka terpaksa membeli ponsel dan terhubung jaringan internet agar bisa ikut kelas online meski kondisinya serba kekurangan.
Tak perlu jauh-jauh, masalah tersebut ternyata juga terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang notabene dekat dengan Jakarta. Ternyata tak semua masyarakat yang tinggal di dekat Ibu Kota punya ponsel.
Seperti yang terjadi pada Deni Mulyadi, 14 tahun, asal Desa Rumpin, Kecamatan Parung. Deni hendak menjual ayam kesayangannya untuk membeli ponsel agar bisa masuk kelas online.
Deni adalah yatim yang bersekolah di MA Mathla'ul Anwar. Ayahnya sudah lama meninggal, sementara ibunya, Munawaroh, 54 tahun, setiap hari berdagang buku tulis dan pensil di dekat sekolah dengan penghasilan per hari hanya Rp10 ribu.
Kisah sedih Deni sempat viral setelah diunggah ke Instagram lewat akun @socialdisaster.rescue. Sejak kecil, Deni tinggal bersama ibu dan neneknya di sebuah rumah yang terbuat dari tempelan kayu.
Bahan membuat rumah itu mereka kumpulkan dari meminta ke tetangga. Kayu-kayu tersebut disusun sedemikian rupa hingga bisa ditinggali meski jauh dari kata layak.
Bagi Munawaroh, ponsel adalah barang mewah yang tak mungkin bisa terbeli. Karena penghasilannya saja hanya cukup untuk membeli beras seliter untuk makan tiga orang.
Meski begitu, Deni tak patah semangat. Remaja ini rajin membantu ibunya setiap kali pulang sekolah.
Dalam kondisi normal, Deni pergi ke sekolah dengan jalan kaki. Jarak rumahnya ke sekolah sejauh 3 Kilometer.
Kisah Deni terdengar oleh para warganet. Donasi pun terkumpul lewat SDR Sekolah Relawan yang kemudian disalurkan dalam bentuk ponsel.
Deni kini bisa mengikuti pembelajaran online lewat ponsel tersebut.