Muslim Di China
Dream - Sebuah kota di wilayah muslim Xinjiang, China telah melarang orang-orang berjenggot bepergian menggunakan bus umum. Larangan ini telah memicu kemarahan kelompok hak asasi luar negeri.
Pihak berwenang di kota Karamay, Xinjiang melarang orang memakai hijab, niqab, burqa atau pakaian dengan simbol-simbol Islam naik bus. Seperti dilansir Karamay Daily yang dikutip Emirates 247, Rabu 6 Agustus 2014.
Larangan itu berlaku juga kepada orang dengan 'jenggot panjang dan lebat', tulis surat kabar tersebut. Bagi yang tidak mematuhi larangan tersebut, mereka akan berurusan dengan polisi.
Xinjiang adalah daerah kaya sumber daya alam yang berbatasan dengan Asia Tengah. Xinjiang merupakan tanah air bagi sebagian besar minoritas Muslim Uighur. Tahun lalu, Muslim Uighur terlibat bentrokan dengan penduduk suku Han yang dibantu oleh pasukan keamanan. Kerusuhan itu telah menewaskan ratusan orang.
Kelompok hak asasi manusia mengatakan, pembatasan kebebasan beragama dan budaya di Uighur telah memicu ketegangan.
Media pemerintah China pada Minggu melaporkan bahwa hampir 100 orang, termasuk 59 'teroris' tewas dalam serangan di Xinjiang pekan lalu.
Laporan itu muncul beberapa hari setelah kepala masjid terbesar di China yang ditunjuk pemerintah tewas di wilayah Kashgar setelah memimpin salat subuh.
Pihak berwenang di Urumqi bulan lalu melarang penumpang bus membawa berbagai item, termasuk pemantik rokok dan yoghurt. (Ism)