Diduga Menganiaya Model, Krishna Murti Diperiksa Propam Polri

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 16 September 2016 17:10
Diduga Menganiaya Model, Krishna Murti Diperiksa Propam Polri
Krishna Murti diduga menganiaya seorang model.

Dream - Kabar tak sedap menerpa Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Lampung, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti. Mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya itu disebut-sebut menganiaya teman perempuannya.

Akibatnya, Krishna diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri, memanggil Krishna untuk penyelidikan kabar tersebut.

" Iya betul, tengah diselidik," kata Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan, Jumat 16 September 2016.

Krishna Murti merupakan anggota kepolisian yang cukup tenar. Dia kerap tampil di sosial media dan mengunggah foto atau video yang menarik oleh netizen.

Namanya melambung kala menangani berbagai kasus kejahatan, semisal bom di Jalan Thamrin, dekat Sarinah, hingga pengusutan kasus kopi bersianida dengan korban Wayan Mirna Salihin.

1 dari 4 halaman

Krishna Murti Buru Suami Selingkuh

Krishna Murti Buru Suami Selingkuh © Dream

Dream - Kepiawaian Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti dalam mengungkap kasus besar menyedot perhatian masyarakat. Sehingga nama besarnya kian melambung saat kasus pembunuhan mencuat ke ranah publik.

Begitu pula dengan akun media sosial Krishna Murti ikut ramai belakangan ini. Para netizen dengan setia menanti setiap perkembangan yang dibagian Krishna ke akun Facebook.

Seperti saat ia menerima sebuah laporan dari anggotanya. Ada seorang perempuan muda yang meneteng sebuah pisau, datang ke hotel untuk mencari suaminya yang selingkuh. Perempuan itu bermaksud untuk membunuh suaminya.

Namun aksi nekatnya berhasil dicegah oleh satpam hotel. Tak ingin jatuh korban, maka Krishna bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sesampainya di hotel, ia segera menghampiri sang perempuan.

" Dengan lembut saya berkata: " Di dalam hotel sangat ramai dan banyak tamu, anda tidak mungkin bisa mencarinya di kamar berapa. Saat anda mendapatinya, suami pasti sudah kabur. Sebaiknya anda tunggu saja di lobby sini barangkali dia keluar."

Sejenak kemudian, si wanita sepakat untuk menunggu hingga suaminya keluar kamar. Seraya mengulur waktu, ternyata Krishna memerintah anak buahnya untuk segera memberi pengumuman ke setiap kamar.

Hal ini bertujuan agar pria yang dimaksud atau suami dari perempuan yang membawa pisau dapat menyelamatkan diri terlebih dahulu

Hasilnya pun mengejutkan, para netizen malah dibuat tertawa terbahak-bahak saat Krishna melanjutkan ceritanya.

" Dlm sekejap 1/2 pengunjung hotel berhamburan keluar.. Lari gak keruan. Saya cuma bisa Garuk2 kepala jedotin ke tembok. Fotonya gagal fokus; banyak camera.. ..#‎KMupdates.." . 

(Ism) 

2 dari 4 halaman

Jawaban Tukang Bakso Kalijodo Bikin Krishna Murti `Gubrakkkk!`

Jawaban Tukang Bakso Kalijodo Bikin Krishna Murti `Gubrakkkk!` © Dream

Dream - Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, punya pengalaman menarik saat melakukan pengamanan di kawasan Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dalam akun Facebook miliknya, Krishna menceritakan obrolannya dengan tukang bakso yang bikin dia 'gubrak'.

Saat pengamanan di Kalijodo, belum lama ini, Krishna yang kelaparan membeli bakso. Ia iseng-iseng bertanya ke tukang bakso.

" Udah berapa tahun jualan bakso Mas..?"  tanya Krishna.

Si tukang bakso jawab; kira-kira 5 tahun lebih.

" Gerobak sama dagangannya udah milik sendiri apa punya orang lain mas..?"  tanya mantan Kapolsek Penjaringan itu penasaran.

" Punya majikan saya. Saya tiap hari setoran,"  jawab si tukang bakso sekenanya.

" Jualan lebih dari 5 tahun harusnya mas udah punya gerobak dan modal sendiri mas (maklum mau ajak dia pindah jualan keluar Kalijodo),"  balas Krishna berharap obrolan berlanjut.

Tapi rupanya, si tukang bakso agak jengel digurui Krishna. " Yah beginilah namanya orang kecil... Trus bapak sendiri bekerja jadi polisi ini sudah berapa tahun..?"  kata si tukang balik bertanya.

" Udah 25 tahun. Memangnya kenapa..?"  jawab Krishna bangga.

" Bapak sudah 25 tahun kerja jadi polisi, harusnya Bapak sudah punya Polsek sendiri..!!!,"  kata si tukang bakso enteng sambil menuangin kuah ke mangkok. Gubrakkkkkk! (Ism) 

3 dari 4 halaman

Kata Krishna Murti Soal Sindir Jessica di Facebook

Kata Krishna Murti Soal Sindir Jessica di Facebook © Dream

Dream - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Khrisna Murti membantah status Facebook miliknya, yang diduga menyindir Jessica Kumala saat tampil di program televisi swasta nasional.

Krishna mengatakan ada pihak-pihak yang menghubung-hubungkan status Facebook miliknya dengan Jessica.

" Enggak ada kaitannya itu. Orang saja yang mengait-kaitkan," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Rabu 27 Januari 2016.

Menurut dia, proses penyidikan Mirna masih belum mengarah penetapan tersangka. Tim penyidik masih membutuhkan keterangan ahli tambahan untuk menguatkan alat bukti yang ditemukan.

" Kalau tidak didukung keterangan ahli, barang bukti ini nilainya nol. Tapi, kalau kita sandingkan barang bukti dengan keterangan ahli nilainya jadi tiga. Nah, itulah yang kami lakukan," ujar dia menjelaskan.

Meski begitu, Krishna tidak ingin secara lebih mendalam menjawab keterangan mengenai alat bukti yang didapatkannya. Sebab, dia masih mencoba terus mendalami legal yuridis yang disampaikan ahli.

" Nah, keterangan ahli yang mendukung legal yuridis harus disertai surat keterangan tanggal berapa dan apa isinya. Ini untuk meningkatkan proses penyidikannya. Ini gambaran proses penyidikan, jadi nggak bisa nebak-nebak," ujar dia. (Ism) 

4 dari 4 halaman

Krishna Murti: Ahmad Dhani Catut Nama Presiden

Krishna Murti: Ahmad Dhani Catut Nama Presiden © Dream

Dream - Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti membantah telah menyebut 'instruksi presiden' saat menghubungi musisi Ahmad Dhani.

Krishna mengatakan telepon yang dia lakukan sekadar mengingatkan terkait aksi " Panggung Rakyat Tangkap Ahok" yang rencananya akan digelar di depan Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Juni 2016.

Menurut Krishna, justru Dhani yang menyebut nama Presiden Joko Widodo dalam pesan singkat yang dikirimkan kepadanya.

" Saya tidak pernah sama sekali membawa nama Presiden seperti yang dikatakan Dhani, malah yang bersangkutan menyebut dalam SMS ke saya dan masih ada," ujar Krishna, Kamis, 2 Juni 2016.

Krishna menceritakan, dia hanya menghubungi Dhani hanya untuk mengingatkan tempat-tempat larangan demo sesuai yang diatur undang-undang.

" Saya nyatakan kepada yang bersangkutan, kalau demo di tempat yang dilarang oleh undang-undang, kami akan tegakkan hukum. Itu saja," ucap dia.

Dalam percakapan dengan Dhani, dia secara persuasif meminta pentolan Dewa 19 itu tidak melakukan aksi dengan menggunakan truk tronton. Larangan itu lantaran akan mengganggu keamanan dan ketertiban lalu lintas di Jalan Rasuna Said.

" Saya persuasif meminta agar tidak demo dengan gunakan kontainer karena akan memacetkan jalan di Jakarta," kata dia.

Sebelumnya diinformasikan, Ahmad Dhani mengatakan kepada awak media perihal pembatalan panggung rakyat yang akan digelarnya di depan Gedung KPK oleh Kepolisian Polda Metro Jaya.

Dia mengaku sempat ditelepon Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengenai pembatalan itu. Dhani mengatakan, Krishna mendapat instruksi dari Presiden Jokowi untuk melarang aksi panggung rakyat itu.

Beri Komentar