Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengaku terkejut karena namanya disebut dalam surat dakwaan kasus jual beli jabatan. Dalam surata dakwaan Haris Hassanudin, Lukman disebut menerima uang Rp70 juta dari mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Jawa Timur itu.
" Pertama saya ingin katakan bahwa saya sungguh amat terkejut dengan adanya berita yang bersumber dari hasil persidangan dakwaan, yang dibacakan jaksa terhadap kasus terdakwa Haris Hasanudin itu," ujar Lukman di Kementerian Agama, Jakarta, Senin 3 Juni 2019.
Menurut Lukman, dalam dakwaan jaksa, ia disebutkan menerima uang Rp50 juta dan Rp20 juta. " Saya tidak pernah mengetahui, apalagi menerima," ucap dia.
Terkait dengan uang, Lukman mengaku pernah menerimanya ketika menjadi narasumber di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Bukan Rp20 juta, melainkan hanya Rp10 juta.
" Jadi itu yang terjadi pada tanggal 9 Maret 2019 ketika saya hadir di Tebuireng dalam rangka saya hadir dalam seminar di bidang kesehatan," kata dia.
Uang tersebut, tambah Lukman, diterima oleh ajudannya. Lukman mengaku baru mengetahui malam harinya setelah diberi tahu si ajudan.
" Ajudan mengatakan, 'Pak ini ada titipan dari Kakanwil'. Saya mengatakan apa? Karena saya merasa ini tidak jelas konteksya. Dia katakan honorarium tambahan," ujar dia.
Merasa kunjungannya di Tebuireng itu bukan kegiatan dari Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Lukman meminta ajudannya mengembalikan uang tersebut.
Namun, hingga 15 Maret 2019 ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Haris dan mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, uang tersebut belum dikembalikan.
" Tapi karena lalu ajudan saya tidak pernah punya kesempatan ketemu dengan saudara Haris, karena saudara Haris tinggal di Surabaya," kata dia.
Pada 22 Maret 2019, Lukman baru mengetahui bahwa uang tersebut belum dikembalikan. Ia kemudian memutuskan untuk melaporkan uang tersebut ke KPK sebagai gratifikasi.
Menurutnya, dalam aturan laporan gratifikasi itu maksimal 30 hari kerja dari pertama kali menerimanya. " Saya memutuskan yang Rp10 juta itu saya serahkan kepada KPK sebagai gratifikasi dan saya resmi mendapat tanda terima gratifikasi dari KPK," ucap dia.
Advertisement
Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Review Timbangan Digital MODENA Smart Body Scale untuk Tracking Progress Diet selama Ramadan


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Mengenal Gini Index: Angka untuk Menghitung Ketimpangan Pendapatan

Tembus 21 Juta Views, “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok untuk Sambut Shopee 9.9
