Doa Diselamatkan dari Penyakit Pelit dan Jadi Pribadi Beruntung

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 2 September 2021 06:01
Doa Diselamatkan dari Penyakit Pelit dan Jadi Pribadi Beruntung
Pelit itu penyakit, jangan sampai jadi dosa ya.

Dream - Pelit adalah penyakit hati yang ada pada diri segelintir manusia. Penyakit pelit hendaknya jangan dianggap sepele. Sebab dapat membuat hari keras. Memohon doa agak tak menjadi pribadi pelit adalah salah satu ikhtiar yang bisa kita lakukan.

Kita jadi tak peka melihat kesulitan sesama. Padahal, mereka sangat membutuhkan uluran bantuan kita.

Apalagi, kebutuhan mereka tidaklah banyak, tak sampai menghabiskan harta kita. Tetapi karena penyakit pelit kita, nasib mereka menjadi mengenaskan.

Karena itu, sembuhkan penyakit tersebut dengan terus memanjatkan doa dijauhkan dari sifat pelit kepada Allah.

Selain selamat dari sofat pelit, membaca doa seperti yang diajarkan di bawah ini juga akan membawa kita menjadi pribadi yang beruntung.

 

1 dari 3 halaman

Doa Selamat dari Sifat Pelit

اللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُفْلِحِينَ

Allahumma qini syukha nafsi waj'alni minal muflihin.

Artinya,

" Ya Allah, hilangkanlah dariku sifat pelit, dan jadikanlah aku orang-orang yang beruntung."

Sumber: Bincang Syariah

2 dari 3 halaman

Baca Doa Ini Agar Orang Terkenal Pelit Bisa Luluh Hatinya

Dream - Pelit, salah satu watak buruk manusia. Pemilik watak ini tidak akan pernah mau berbagi kepada sesamanya.

Kadar orang pelit ini akan terlihat jelas ketika ada seseorang yang tengah membutuhkan. Mereka enggan memberikan sebagian rezekinya meski sebetulnya telah diberi kelapangan.

Belum lagi soal pinjaman uang. Orang pelit tak akan pernah mau memberikan uangnya.

Padahal, ada banyak orang yang membutuhkan uang demi mencukupi hidup. Mereka tentu sangat butuh bantuan.

Kepada mereka yang pelit, kita dianjurkan membacakan doa ini agar hatinya luluh.

 

3 dari 3 halaman

Doa Bikin Orang Pelit Luluh


اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ فُلَانا)  (..كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahumma innaka antal azizul katsir. Wa ana 'abdukal dla'ifudz dzalilul ladzi la haula wa la quwwata illa bika. Allahumma sahhir li (sebut nama orang yang pelit) ka sakhkhorta fir'auna li musa, wa layyil li qolbahu kama layyantal khadida li dawuda fa innahu la yanthiqu illa bi idznika nashiyatuhu fi qobdlatika wa qolbuhu fi yadika jalla tsana'u wajhika ya arhamar rahimin.

Artinya,

" Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar, sedangkan aku hamba-Mu yang sangat hina lagi dina yang tiada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu. Ya Allah, tundukkanlah (sebut nama orang dimaksud) padaku sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir’aun pada Nabi Musa. Dan luluhkanlah hatinya untukku sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Nabi Daud. Karena sungguh dia takkan berbicara kecuali dengan izin-Mu, ubun-ubunnya dalam genggaman-Mu dan hatinya di kekuasaan-Mu. Dzat-Mu Maha Agung, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih."

Sumber: Bincang Syariah

Beri Komentar