Berdoa Di Tepi Danau (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Pandemi Covid-19 memang membatasi pergerakan kita. Tetapi, kita patut yakini kondisi ini suatu saat akan berakhir.
Kita perlu menghadapi kondisi ini dengan sabar. Juga menahan diri untuk sementara waktu dengan berada di rumah.
Memang, bepergian sudah menjadi bagian dari aktivitas manusia. Kita bisa keluar rumah baik sekadar untuk pergi sehari ataupun hingga beberapa hari.
Apalagi ketika akhir pekan. Kita biasa mengisi waktu dengan pelesir ke sejumlah tempat wisata. Ada juga yang pulang kampung dan melepas rindu pada keluarga dan penat akibat kerja.
Ketika pandemi sudah mereda sampai hilang, kita bisa bebas bepergian ke mana saja. Untuk sementara sebaiknya bersabar dulu ya.
Ketika hendak bepergian, dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah. Salah satunya dengan membaca doa ini.

Allahumma inni uridal khuruja fi wajhi hadza bila tsiqotin minni bi ghairika wala rajain illa bika wala quwwatin atawakkalu 'aliha wa la hilatin aljau ilaiha illa thalaba fadllika wat ta'arrudla lima'rufika wa rahmatika was sukuna ila husni 'ibadatika wa anta a'lamu bima qod sabaqo li fi 'ilmika fi wajhi hadza mimma ahabbu wa akrahu. Allahummashrif 'anna biqudratika maqadira kulli balain wa naffis 'anna kulla karbin wa da-in wabsuth 'alaina min rahmatika wa luthfan min 'awnika wa hirzan min hifzhika wa jami'i mu'afatika.
Artinya,
" Ya Allah, aku ingin keluar dalam tujuanku ini tanpa percaya kepada siapa pun selain diri-Mu, tanpa berharap kecuali kepada-Mu, tanpa kekuatan yang aku bersandar padanya, tanpa usaha yang aku andalkan kecuali mencari anugerah-Mu, dan bertemu pada kebaikan-Mu dan rahmat-Mu, dan tenang untuk melaksanakan ibadah terbaik pada-Mu, dan Engkau lebih tahu terhadap apa yang telah ditetapkan dalam tujuanku ini dari apa yang aku senangi dan aku benci. Ya Allah, jauhkan dari kami melalui kuasa-Mu setiap ketetapan bala’, hilangkan dari kami setiap kesulitan dan penyakit, dan hamparkan kepada kami rahmat-Mu, pertolongan-Mu, penjagaan-Mu dan seluruh maaf-Mu."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Musyawarah merupakan salah satu jalan untuk mencari jalan keluar atas masalah pelik yang dihadapi masyarakat. Dalam musyawarah, setiap orang menyampaikan pandangannya terhadap suatu masalah untuk pada akhirnya diambil keputusan bersama.
Musyarawah juga kerap dikenal dengan istilah rapat. Dalam forum tersebut, rundingan terjadi antara satu orang dengan lainnya.
Tidak heran jika rapat dalam pelaksanaannya terjadi perdebatan yang alot. Sebab, setiap orang punya pandangan masing-masing.
Ketika musyawarah berakhir atau kita harus meninggalkan forum karena ada urusan lain, sebaiknya tidak langsung beranjak pergi.
Dianjurkan membaca doa ini sebelum meninggalkan tempat musyawarah.

Allahummaqsim lana min khosy yatika ma tahulu bihi bainana wa baina ma'ashika wa min tho'atika ma tuballighuna bin jannataka wa minal yaqini ma tuhawwinu 'alaina mashoibad dunya. Allahumma matti'na bi asma'ina wa absharina wa quwwatina waj'alhul waritsa minna waj'al tsa'rana 'ala man dzalamana wanshurna 'ala man 'adana wala taj'al mushibatana fi dinina wala taj'al akbara hammina wala mablagha 'ilmina wala tusallith 'alaina man la yarhumana.
Artinya,
" Ya Allah, jadikanlah untuk kami bagian dari rasa takut kepada-Mu yang dapat menghalangi kami dari perbuatan maksiat (kepadaMu). Jadikanlah untuk kami bagian dari ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami kepada surga-Mu. Jadikanlah untuk kami bagian dari rasa keyakinan yang dengannya Engkau meringankan kami dalam menghadapi musibah dunia. Ya Allah, berilah kenikmatan kepada kami dengan pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama Engkau menghidupkan kami, jadikanlah ia tetap ada pada kami, jadikanlah pembalasan kami kepada orang yang menzhalimi kami, berilah kami kemenangan atas orang yang memusuhi kami, janganlah Engkau jadikan musibah (yang menimpa) kami mempengaruhi agama kami, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar dan puncak ilmu kami, dan janganlah Engkau jadikan orang yang tidak menyayangi kami sebagai orang yang menguasai kami."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Doa tidak bisa dilepaskan dari kehidupan seorang mukmin. Da ibarat kunci untuk membuka pintu langit sehingga terkabulnya semua hajat.
Mungkin sering kita mendengar orang berdoa mengucapkan kata 'Ya Rabbana'. Bahkan kita mungkin malah melakukannya.
Sepintas mungkin tidak ada yang aneh dengan kata tersebut. Kita pun sudah menganggap sebagai kelaziman.
Tetapi, tepatkah berdoa dengan mengucap 'Ya Rabbana'?
Dikutip dari Bincang Syariah, pakar tafsir Alquran, Quraish Shihab menyinggung penggunaan kata ini. Menurut dia, doa-doa yang tercantum dalam Alquran tidak ada satupun yang mencantumkan kata 'Ya'.
Tidak ada kata 'Ya Rabbana' yang artinya 'Wahai Tuhan kami' dalam Alquran. Sehingga, Quraish menganjurkan kata tersebut tidak digunakan.
Kata 'Ya' yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia 'Wahai' menandakan Allah itu jauh. Seharusnya, seorang Muslim ketika berdoa merasa Allah itu dekat.
Karena itu, Quraish menyarankan agar penggunaan kata 'Ya Rabbana' diubah menjadi 'Rabbana'. Karena kata kedua menandakan betapa dekatnya Allah dengan makhluk-Nya.
Sumber: Bincang Syariah
Advertisement