Doa Menyantuni Anak Yatim 10 Muharram, Keutamaannya Setara dengan Jihad

Reporter : Arini Saadah
Selasa, 9 Agustus 2022 07:01
Doa Menyantuni Anak Yatim 10 Muharram, Keutamaannya Setara dengan Jihad
Allah memerintahkan umat Islam untuk menyantuni dan melindungi anak-anak yatim.

Dream – Anak yatim memiliki kedudukan yang mulia di dalam Islam. Umat Islam memiliki kewajiban untuk melindungi anak-anak yatim.

Anak yatim adalah seorang anak dalam usia belum baligh telah ditinggal wafat oleh ayahnya. Banyak ayat Al-Quran yang berisi perintah untuk melindungi dan menyantuni anak yatim, salah satuny Surat An-Nisa ayat 36:

“ Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Tak hanya itu, umat Islam juga memiliki kewajiban untuk memberi makan dan memelihara anak yatim sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Insan ayat 8:

“ Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”

Pada 10 Muharram dikenal sebagai hari lebaran anak yatim. Kita biasanya menyebutnya dengan sebutan bulannya anak yatim, artinya sebisa mungkin saat Muharram kita membagikan kasih sayang pada anak-anak yang kurang beruntung karena kehilangan ayah sebagai tulang punggung keluarga.

Saat menyantuni anak-anak yatim, kita disunahkan membaca doa sambil mengusap kepalanya. Berikut bacaan doa menyantuni anak yatim 10 Muharram.

1 dari 5 halaman

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Allah SWT melarang hamba-Nya untuk bersikap sombong dan membanggakan diri atas harta yang dimilikinya. Salah satu cara untuk menghindari kesombongan, seseorang dianjurkan untuk menyedekahkan sebagian hartanya untuk menyantuni anak-anak yatim.

Terdapat banyak keutamaan dalam aksi menyantuni anak yatim, baik dari sisi religius maupun dari sosial. Menyantuni anak yatim adalah amalan yang bernilai pahala besar. Selain itu, anak yatim juga bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, baik untuk makan sehari-hari maupun kebutuhan pendidikannya.

Keutamaan menyantuni anak yatim juga telah disebutkan oleh Rasulullah SAW. Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata:

" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini'. Kemudian beliau SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, serta agak merenggangkan keduanya." (HR Bukhari)

2 dari 5 halaman

Hadis tersebut menjelaskan bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan bekumpul dengan Rasulullah SAW di surga.

Tak hanya itu, keutamaan menyantuni anak yatim juga bernilai pahala setara berjihad di jalan Allah SWT. Hal ini sebagaimana hadis riwayat Ibnu Majah.

“ Barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim, maka bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya, dan bagaikan orang yang keluar setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad di jalan Allah. Dan kelak di surga bersamaku bagaikan saudara, sebagaimana kedua jari ini, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Ibnu Majah)

Selain itu, masih banyak keutamaan menyantuni anak yatim. Tidak semua orang akan selamat di hari kiamat atau akhirat nanti. Orang-orang yang menyantuni anak yatim-lah yang akan mendapatkan balasan di akhirat dengan dipermudahnya atau dillindunginya ia saat hari kiamat.

3 dari 5 halaman

Muharram Lebaran Anak Yatim

Tanggal 10 Muharram disebut sebagai 'idul yatama artinya hari lebarannya anak-anak yatim. Pada bulan Muharram memang dianjurkan untuk menyantuni anak yatim.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. Beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura yakni tanggal 10 Muharram. Pada tanggal tersebut, Nabi Muhammad SAW menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak yatim, tapi juga keluarganya.

Dalam kitab Faidul Qadir disebutkan, menjamu anak yatim dan keluarganya pada tanggal 10 Muharram merupakan sunnah Nabi SAW dan pembuka keberkahan hingga setahun penuh.

Dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“ Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan baragsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya."

4 dari 5 halaman

Doa Menyantuni Anak Yatim 10 Muharram

Menyantuni anak yatim merupakan amalan yang memiliki keutamaan dan manfaat luar biasa. Umat Islam dianjurkan mengusap rambut kepala anak yatim saat menyantuninya. Sebagaimana hadis riwayat Imam Ahmad dan Imam Thabraani dari Abu Umamah:

" Barangsiapa mengusap kepala anak yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan.” (Sanad hadis ini lemah)

Juga hadis riwayat Imam Ahmad dari Abu Hurairah, “ Sesungguhnya seorang lelaki mengadu pada Nabi SAW tentang hatinya yang keras, maka Nabi SAW bersabda ‘Berilah makanan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (Sanad hadis ini hasan atau baik)

Saat mengusap kepala anak yatim, bacalah doa berikut ini agar kamu mendapatkan keutamaannya:

Jabarallahu yatmaka wa ja'alaka khalafa min abiika

Artinya:

" Semoga Allah menutupi kesedihanmu (karna menjadi yatim), dan menjadikanmu sebagai pengganti yang baik atas ayahmu."

5 dari 5 halaman

Selain membaca doa di atas, baca pula doa berikut ini saat menyantuni anak yatim di hari 10 Muharram:

Allahummar zuqni fiihi rahmatal aytaam wa ith’aamat-tha’aam wa ifsyaas-salaam wa suhbatal kiraam bithoulika yaa malja-al aamiliin

Artinya:

“ Ya Allah, berilah aku rezeki berupa kasih sayang terhadap anak yatim dan pemberian makan dan penyebaran salam dan pergaulan dengan orang-orang mulia, dengan kemuliaan-Mu. Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap.”

Itulah bacaan doa menyantuni anak yatim 10 Muharram yang dapat kamu amalkan. Dengan keutamaan yang besar, maka aksi menyantuni anak yatim sebaiknya tidak diabaikan.

Beri Komentar