Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Setiap orang tentu akan menghadapi kesusahan dan kesulitan. Tidak peduli bagaimana karakter dan status orang tersebut.
Tentunya, kesusahan yang terjadi sebanding dengan latar belakang masing-masing orang. Semakin sejahtera seseorang, maka tingkat kesusahannya bisa semakin berat.
Tidak hanya orang awam, kesusahan juga bisa melanda pribadi shaleh. Bahkan para nabi tidak luput dari hal ini.
Kesusahan sejatinya bukan untuk membuat manusia terpuruk. Sebaliknya, agar manusia dapat mengerahkan segala kemampuannya agar lepas dari kesusahan itu.
Ketika menghadapi kesusahan, Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan sebuah doa yang bisa kita amalkan. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Al Baihaqi, doa ini juga diamalkan oleh Nabi Musa AS.

Kunta wa takunu anta hayyun la tamutu tanamul 'uyunu wa tankadirun nujumu wa anta hayyun qoyyumum la ta'khudzuhu sinatuw wa la naumun ya hayyu ya qoyyumu.
Artinya,
" Engkau dulu, kini dan seterusnya hidup dan tidak akan mati. Semua mata tidur dan segala bintang redup, sementara Engkau Maha Hidup lagi Maha Mengurus (makhluk-Nya), dan Engkau tidak mengantuk dan tidak pula tidur, wahai Zat Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus (makhluk-Nya)."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Hari Akhir, tidak ada yang bisa menyangkal keberadaannya. Pn demikian, tidak ada pula yang tahu kapan terjadinya.
Ketika hari itu tiba, seluruh kehidupan akan berhenti. Perhitungan akan amal manusia akan dimulai.
Di hari itu, seluruh makhluk dibangkitkan. Setiap makhluk mendapatkan ganjaran atas apa yang telah dilakukannya semasa hidup.
Tidak ada yang bisa menghindar dari siksa Allah yang sangat pedih. Hanya tumpukan catatan amal baik yang bisa menyelamatkan kita.
Karena pedihnya siksa itu, Rasulullah Muhammad SAW rajin membaca doa ini setiap akan tidur. Berharap agar dihindarkan dari azab yang pedih.

Allahumma qini 'adzabika yauma tab'atsu 'ibadaka.
Artinya,
" Ya Allah, lindungilah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau bangkitkan para hamba-Mu."
Sumber: NU Online
Dream - " Lakukan segala sesuatu dengan ikhlas. Biar kita dapat hikmahnya." Kalimat di atas mungkin seringkali kita dengar dari sekitar. Mereka hendak menyarankan agar dalam melakukan sesuatu tidak mengharapkan apapun selain ridha Allah.
Karena ridha Allah merupakan imbalan terbaik bagi semua kebaikan. Mengharapkan pujian atau sanjungan, hanya akan menggugurkan amalan kita.
Tetapi, ikhlas bukanlah perkara mudah. Namanya manusia, ada saja dorongan dalam hati agar dipandang orang lain.
Soal ikhlas, Rasulullah Muhammad SAW punya satu doa yang bisa kita amalkan. Doa tersebut terdapat dalam hadis riwayat Imam Ahmad, dapat kita amalkan untuk mempertebal keikhlasan.

Allahumma inni a'udzubika an usyrika bisa wa ana a'lam wa astaghfiruka lima la a'lam.
Artinya,
" Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui."