(Foto: Shutterstock)
Dream - Semua orang pasti mengharapkan menjalani kehidupan sehari-hari yang bahagia dan pikiran tenang. Kita berupaya mendekat diri pada Allah SWT seraya melantunkan doa-doa agar diberi ketenangan pikir.
Dalam keadaan hati dan pikiran yang tenang, kita bisa mengambil keputusan yang lebih baik karena tak memiliki beban apapun.
Lain halnya jika pikiran tengah tertekan. Alhasil, kita jadi kelelahan dan stres. Pikiran stres bisa terjadi kapan saja. Terutama ketika ada banyak masalah yang dihadapi.
Di satu sisi, pekerjaan begitu banyak. Di sisi lain, masalah pribadi juga menyita perhatian. Di saat seperti ini, pikiran bisa tertekan. Jika tak terkendali, bisa memicu ketidakwarasan.
Nah saat Sahabat Dream menghadapi kondisi tersebut, yuk kita berpasrah pada Sang Khalik seraya mengucapkan doa menenangkan pikiran dan terjauh dari stres berikut ini.

Bismillahir rahmanir rahim wa la hawla wa la quwwata illa billahil 'aliyyil adhim.
Artinya,
" Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
Dream - Bagi kaum muda kekinian, kreativitas menjadi kunci utama dalam beraktivitas. Selalu ada hal baru tercipta dari kaum muda saat ini.
Seperti tidak pernah lelah, banyak kaum muda terus membuat inovasi. Tidak melulu hal-hal besar, inovasi dan kreasi bisa dihadirkan pada hal-hal sifatnya ringan.
Kreasi selalu menghadirkan kebaruan, membuat kita jadi tak bosan. Juga bentuk dari upaya kita untuk mengatasi persoalan.
Tetapi, kunci lahirnya kreasi tidak ada lain selain ide. Pikiran yang selalu segar memudahkan kita untuk terus berkreasi menghadirkan kebaruan yang menarik.
Pasti, ada kalanya kita menemui saat ketika pikiran buntu. Tak satupun ide muncul dalam pikiran, membuat kreasi jadi macet.
Saat mengalami hal itu, lancarkan pikiran dengan doa ini.

Allahummaj'al li nuran fi qalbi, wa nuran fi qabri, wa nuran f? sam'?, wa nuran f? bashari, wa nuran f? sya'ri, wa nuran f? basyari, wa nuran fi lahmi, wa nuran fi dami, wa nuran f? 'idhami, wa nuran min bayni yadayya, wa nuran f? kholf?, wa nuran 'an yamini wa nuran 'an syimali, wa nuran min fawqi, wa nuran min tahti. Allahumma zidni nura. Wa a'thini nura. Waj'al li nura. Waj'aln? nura.
Artinya,
" Ya Allah jadikanlah cahaya pada hatiku, kuburku, pendengaranku, penglihatanku, rambutku, kulitku, dagingku, darahku, tulang-tulangku, di hadapanku, belakangku, sisi kananku, sisi kiriku, sisi atasku, dan pada sisi bawahku. Ya Allah tambahkanlah cahaya bagiku. Berikanlah cahaya kepadaku. Jadikanlah cahaya bagiku. Jadikanlah diriku bercahaya."
Sumber: Bincang Syariah

Allahummaj'al li nuran fi qalbi, wa nuran fi qabri, wa nuran f? sam'?, wa nuran f? bashari, wa nuran f? sya'ri, wa nuran f? basyari, wa nuran fi lahmi, wa nuran fi dami, wa nuran f? 'idhami, wa nuran min bayni yadayya, wa nuran f? kholf?, wa nuran 'an yamini wa nuran 'an syimali, wa nuran min fawqi, wa nuran min tahti. Allahumma zidni nura. Wa a'thini nura. Waj'al li nura. Waj'aln? nura.
Artinya,
" Ya Allah jadikanlah cahaya pada hatiku, kuburku, pendengaranku, penglihatanku, rambutku, kulitku, dagingku, darahku, tulang-tulangku, di hadapanku, belakangku, sisi kananku, sisi kiriku, sisi atasku, dan pada sisi bawahku. Ya Allah tambahkanlah cahaya bagiku. Berikanlah cahaya kepadaku. Jadikanlah cahaya bagiku. Jadikanlah diriku bercahaya."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Setiap amal sholeh akan mendapatkan balasan. Bisa langsung maupun tidak. Meski demikian, kita tidak dianjurkan untuk mengingat-ingat amalan apa saja yang sudah dilakukan. Juga terus terusan berharap imbalan.
Kita selalu dianjurkan untuk senantiasa ikhlas dalam melakukan amal perbuatan. Sembari hanya menyandarkan harapan kepada Allah SWT.
Ini karena ada kecenderungan munculnya sifat pamrih pada setiap amalan. Itu dapat berbahaya terhadap keimanan kita.
Sifat pamrih menandakan tiadanya keikhlasan dalam berbuat amal. Akibatnya, tidak ada imbalan untuk kehidupan akhirat kelak.
Ditambah lagi, sifat pamrih bisa mengarahkan pada bentuk kesyirikan. Dampaknya, justru dosa besar yang kita terima.
Agar kita terjaga dari sifat pamrih, rutinkan membaca doa ini, yang diriwayatkan dalam hadis Imam Ahmad.

Allahumma inni a'udzubika an usyrika bika wa ana a'lam wa astaghfiruka lima la a'lam.
Artinya,
" Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya dan aku memohon ampun atas perbuatan syirik yang tidak aku ketahui."
Sumber: Tebuireng.online
Advertisement