Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Yaumul hisab atau Hari Perhitungan Amal, menjadi salah satu peristiwa penting dalam perjalanan manusia. Di hari itu, seluruh amal perbuatan kita dihitung.
Penghitungan amal tersebut menentukan di mana kita akan berada ketika di Akirat kelak.
Surga menjadi tempat bagi mereka dengan catatan amal baik lebih banyak. Sebaliknya, neraka akan menampung orang-orang yang selama hidupnya memiliki catatan amal buruk sangat banyak.
Tidak ada yang tahu pasti bagaimana catatan amal kita nanti. Kita hanya bisa memohon agar Allah mengampuni dosa-dosa kita.
Doa ini dianjurkan untuk rutin dibaca usai sholat, agar mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Doa tersebut merupakan petikan dari Surat Ibrahim ayat 41.

Rabbanaghfirli wa li walidayya wa lil mu'minina yauma yaqumul hisab.
Artinya,
" Ya Tuhan kami, berilah ampun kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, serta orang-orang yang beriman kepada-Mu pada hari perhitungan amal."
Dream - Sebagai makhluk, kita tidak pernah bisa lepas dari dosa. Karena, selalu saja ada kesalahan yang terjadi, baik diketahui maupun tidak.
Kesalahan tersebut menambah catatan dosa. Khawatirnya, dosa semakin banyak dan mengurangi pahala di hari perhitungan nanti.
Dalam kehidupan beragama, umat Islam mengenal dosa dan pahala yang jadi penentu di Hari Akhir nanti.
Tetapi, Allah Maha Pengampun. Setiap dosa akan terhapus bila kita memohon kepada-Nya dengan penuh kesungguhan.
Kita bisa membaca doa yang terdapat dalam hadis riwayat Imam Bukhari di bawah ini. Doa tersebut afdlal dibaca sebelum salam setiap kali sholat.

Allahumma inni dholamtu nafsi dhulman katsiran wa la yaghfirudz dzunuba illa anta faghfirli maghfiratan min 'indika warhamni innaka antal ghafurur rahim.
Artinya,
" Ya Allah, aku telah banyak menganiaya diriku, tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku karena Engkai Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Dream - Risau melanda hati ketika kita berhadapan dengan sesuatu yang mengkhawatirkan. Baik itu langsung maupun tidak.
Apalagi berhadapan dengan ketidakpastian. Seperti menunggu kabar baik dari lowongan pekerjaan, hasil lomba, atau mendengar kabar kurang mengenakkan mengenai seseorang.
Kerisauan membuat hati susah merasakan ketenangan. Kita juga dibuat kebingungan dalam menanggapi sesuatu.
Tentu, jalan terbaik menyelesaikannya adalah berpasrah diri kepada Allah. Memohon agar diberikan dijauhkan dari perasaan risau.
Ketika hati sedang risau, dianjurkan membaca doa ini.

A'udzu bi kalimatillahit tammati min ghadlabihi wa 'iqabihi wa syarri 'ibadihi wa min hamazatis syayathini wa an yahdlurun.
Artinya,
" Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, keburukan hamba-Nya, gangguan setan, dan setan yang datang."