Bendera Yang Dikibarkan Terbalik Di DPRD Sulawesi Barat. (foto: Liputan6.com/FB Info Manakarra)
Dream - Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sulawesi Barat, Wahab Hasan Sulur, membenarkan foto, bendera merah putih yang terpasang terbalik di halaman kantornya.
" Kami sudah konfirmasi sama anggota yang memperbaiki itu. Keteledoran yang terjadi sesungguhnya tidak ada unsur kesengajaan," kata Wahab, dilaporkan Liputan6.com, Selasa, 29 Oktober 2019.
Wahab meminta maaf atas peristiwa ini. Dia berharap kejadian itu tidak terulang lagi.
" Dalam hal ini, kami akan menghukum anggota yang berbuat salah dan insya Allah bendera terbalik ini tidak lagi terjadi," ucap dia.
Kasus ini terjadi Senin pagi, 28 Oktober 2019. Foto bendera Merah Putih beredar di Fan Page Facebook Info Manakarra.
Bendera itu berkibar layaknya bendera Polandia, putih di bagian atas dan merah di bagian bawah.
Ketua DPRD Sulbar St Suraidah Suhardi baru mengetahui kejadian itu saat dikonfirmasi sore, Senin, 28 Oktober. Jika itu benar dan dilakukan oleh staf, ia berharap Sekretaris DRD Sulbar menindaklanjuti dan memberikan sanksi kepada bawahannya yang mengibarkan bendera terbalik.
Dream - Saat Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-73, masyarakat Indonesia dibuat kagum oleh bocah asal Nusa Tenggara Timur. Yohanes Ande Gala. Bocah 14 tahun itu dengan berani memanjat tiang untuk membetulkan tali penarik agar Bendera Merah Putih dapat dikibarkan.
Joni, sapaan akrab bocah itu, mendapat apresiasi mulai dari Presiden Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, sampai pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Dia juga mendapat banyak hadiah.
Di tengah hiruk pikuk pemberitaan Joni, ada satu nama yang terlupa. Dia juga pemanjat tiang bendera. Reza Mangar namanya.
Reza memanjat tiang bendera saat upacara peringatan HUT Kabupaten Aru ke-14 di Lapangan Yos Sudarso, Kota Dobo, Kabupaten Aru, Maluku pada 18 Desember 2017. Reza tidak seberuntung Joni. Bocah ini bahkan sampai putus sekolah.
Tetapi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akhirnya memberikan perhatian pada Reza. Bocah itu mendapatkan tabungan beasiswa sebesar Rp1 juta tiap bulan untuk melanjutkan pendidikan hingga SMA.
Beasiswa tersebut diserahkan Hadi kepada Reza di Subden Mabes TNI Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Hadi berpesan kepada Reza untuk terus bersemangat dalam mewujudkan cita-citanya.
" Kalau kesehatan bagus bisa masuk pilihan Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara atau Akademi Kepolisian, menjadi Letnan Dua," ujar Hadi.
Hadi juga meminta orangtua Reza selalu mengawasi proses pendidikan bocah itu. Hadi berharap Reza tumbuh menjadi anak yang bisa berbakti dan membangun wilayahnya.
" Juga saya perintahkan kepada Danramil 1503-03/Dobo untuk memonitor, membimbing fisik dan kesehatan Reza agar cita-citanya terwujud," kata Hadi
Dream - Agustus telah tiba. Seperti tahun yang sudah-sudah, bulan ini selalu dihiasi kelir merah dan putih, baik itu cat, umbul-umbul, maupun dalam bentuk bendera. Merah putih mendominasi, dari kota hingga pelosok daerah.
Seluruh elemen masyarakat pun mulai memasang bendera merah putih di depan rumah guna merayakan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 pada 17 Agustus mendatang.
Peringatan ini merupakan tradisi bagi rakyat Indonesia. Memasang bendera merah putih seolah menjadi sebuah kewajiban untuk mengingat jasa para pahlawana yang gugur demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini.
Tetapi bukan hanya rumah saja, perusahaan-perusahaan pun wajib melakukan hal yang sama! Tapi rupanya, ada juga kantor yang enggan memasang bendera merah putih. Inilah yang tengah ramai dibicarakan pengguna sosial media.
Kisah yang menjadi viral ini menyebut ada pegawai yang resign alias mengundurkan diri karena kantornya tak mau memasang bendera merah putih.
Surat pengunduran diri itu ditulis oleh seorang wanita bernama Siti Nurainun. Siti merupakan pegawai sebuah resort di Raja Ampat, Papua.
Wanita 36 tahun itu memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya lantaran kecewa karena bos di kantornya menganggap pemasangan bendera merah putih tak penting.

Menurut informasi yang diunggah akun facebook Raja Ampat, kisah itu berawal saat Siti menyampaikan pesan dari Angkatan Laut.
Pesan itu berisikan imbauan agar speed boat yang merupakan transportasi untuk menuju resort hendaknya memiliki bendera merah putih di atasnya.
Bukan mendapat sambutan yang baik, sang pemilik resort yang malah marah dan mengatakan kalau hal itu tidak penting dan menyebut bendera merah putih adalah bendera bodoh. Berhubung sang pemilik resort adalah orang Italia, ia malah ingin memasang bendera dari negaranya.

Selain itu, Siti juga berharap agar Angkatan Laut bisa meninjaklajuti resort tersebut. Ia juga meminta kepada petugas Depnaker Raja Ampat agar mengurus tenaga kerja di resort tersebut.
Pasalnya selama bekerja di Resort itu, Siti tak mendapat kontrak kerja yang jelas dan jaminan kesehatan.
Hal tersebut tentu membuat warganet geram. Dalam unggahan akun twitter Capres Abadi, tampak beragam respons yang diutarakan warganet.
" Ada yg tau akunnya depnaker dan pemerintah daerah setempat?atau akun yg terkait dengan perizinan usaha?" Tulis akun @Bob_Bee28.
" Usir wae dari Indonesia,ini sudah menghina harga diri kita sebagai bangsa indonesia." Tulis akun @sibayu1922.
Bagaimana menurut kalian?
(Facebook.com/Raja Ampat)