Eks Menkes Siti Fadilah Sebut Pasien OTG Covid-19 Tidak Menular

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 9 Juli 2021 08:00
Eks Menkes Siti Fadilah Sebut Pasien OTG Covid-19 Tidak Menular
Siti Fadilah Suprai menyebut pasien orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 tidak akan menularkan virus ke orang lain secara ilmu pengetahuan.

Dream - Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Suprai, mengatakan, secara ilmu pengetahuan, pasien tanpa gejala (OTG) Covid-19 tidak akan menularkan virus ke orang lain.

" Sebetulnya ya, secara ilmu pengetahuan (pasien OTG) enggak menular. Tapi secara riset itu belum dibuktikan," kata Siti Fadilah dalam Podcast Deddy Corbuzier, Kamis 8 Juli 2021.

Deddy Corbuzier kembali memastikan pernyataan Siti Fadilah Supari bahwa pasien OTG Covid-19 secara ilmu pengetahuan tidak menular.

" Tapi sebagai ilmu pengetahuan tidak menular?," tanya Deddy.

Siti kembali menjelaskan bahwa tes polymerase chain reaction (PCR) masih bisa membaca meski virus corona tidak berdaya dalam tubuh seseorang.

" Nah kan OTG, virus itu tidak berada di sini (tubuh). Mana bisa berdaya menularkan?," tutur Siti.

1 dari 2 halaman

Kategori OTG Bisa Menular

Selanjutnya Siti menekankan, saat ini belum bisa membeadakan mana virus yang sedang dalam masa inkubasi dan yang sudah tidak aktif.

Ia menjelaskan secara mudah maksud dari masa iknkubasi. " Misalkan sakit panas itu tanggal 10, berarti inkubasinya tiga hari. Dari tanggal 7 tuh virusnya udah ada," terangnya.

Seseorang yang memiliki virus dalam masa inkubasi, kata Siti Fadilah, bisa menularkan ke orang lain, namun tidak bisa dibedakan dengan pasien OTG biasa.

" Misalkan OTG sudah tiga hari lha itu biasanya OTG betulan (bisa menularkan virus)," ucapnya.

Deddy Corbuzier kemudian bertanya bagaimana bila pasien OTG tidak merasakan sakit apa pun selama 3 hari.

" Enggak (merasakan) apa-apa walaupun positif," ujar Siti Fadilah.

Dia juga menyarankan orang yang bergejala Covid-19, panas atau batuk harus meminum obat.

" Kalau panas dikasih obat, kalau batuk kasih obat begitu, kalau nggak ya nggak," ujarnya.

2 dari 2 halaman

WHO Ungkap Fakta Mengejutkan Orang Tanpa Gejala Covid-19

Dream - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pasien Covid-19 tanpa geala jarang menularkan virus yang menginfeksi dirinya kepada orang lain. Namun, WHO masih mempelajari dugaan tersebut.

" Dari data yang kami miliki, tampaknya masih jarang orang tanpa gejala (OTG) benar-benar mentransmisikan virus ke individu sekunder," jelas pimpinan WHO untuk respons Covid-19, Maria Van Kerkhove, dalam konfrensi pers virtual pada Senin 8 Juni 2020.

Kerkhove mengatakan, WHO memiliki sejumlah laporan dari negara-negara yang melakukan pelacakan kontak yang sangat rinci dan detail. Mereka mengikuti kasus tanpa gejala, kontak dan mereka tidak menemukan transmisi sekunder.

" Ini sangat jarang dan banyak dari itu tidak diterbitkan di literatur," ungkap Maria.

Walaupun begitu, WHO terus mempelajari data tersebut dan berupaya memperoleh lebih banyak infomasi guna menjawab pertanyaan tersebut. Maria juga menjelaskan bahwa OTG sering berubah menjadi kasus penyakit ringan.

" Ketika kita kembali dan mengatakan berap abanyak dari mereka yang benar-benar tanpa gejala, kita mengetahui banyak dari mereka memiliki penyakit yang sangat ringan," ungkapnya.

Spesialis penyakit menular dan profesor epidemiologi dari Yale School of Medicine, Dr Manisha Juthani, mengatakan, banyak orang terinfeksi Covid-19 dan dikategorikan sebagai asimtomatis atau tidak memiliki gejala, sebenarnya memiliki gejala namun ringan atau atipikal. Bisa juga dikategorikan pada tahap pra-gejala.

Pra-gejala mengacu pada tahap awal suatu penyakit sebelum penyakit berkembang. Sedangkan asimtomatis mungkin merujuk pada tidak adanya gejala sama sekali selama infeksi.

Juthani yang belum meninjau lebih dalam laporan WHO mengenai kasus OTG dan penyebarannya, mengatakan bahwa temuan itu tidak selalu konsisten dengan perkiraan lain mengenai bagaimana infeksi virus corona dapat terjadi di fase pra-gejala. Pada April lalu, terdapat sebuah penelitian yang menyatakan bahwa pelepasan virus dapat terjadi dua sampai tiga hari sebelum gejala muncul.

Disii lain, Pusat Pengendaian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat memperkirakan dalam skenario perencanaan bahwa 40 persen penularan Covid-19 terjadi sebelum orang merasa sakit.

" Pasien-pasien inii tidak menunjukkan gejala. Sebaliknya mereka menyebarkan penyakit sebelum menjadi gejala. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa kita mengarantina dan mengikuti jejak orang yang bergejala, kita dapat membuat pengendalian pandemi yang signifikan," kata Juthani, dikutip dari Al Arabiya.

Beri Komentar