Reuters
Dream - Panel lintas agama di New York menyampaikan kekhawatirannya terhadap rencana penayangan film dokumenter di Museum Nasional 11 September, New York. Menurut mereka film berjudul " The Rise of Al Qaeda" itu bisa menyinggung umat Islam. Sebab film tersebut bisa menimbulkan prasangka terhadap Islam dan pemakaian istilah jihad yang keliru.
Seperti dikutip The New York Times, film berdurasi tujuh menit itu menjelaskan akar sejarah serangan dan ideologi teroris. Dalam film itu juga menunjukkan fitur gambar dari kamp-kamp pelatihan teroris dan serangan terror lainnya. Film ini nantinya akan diputar dan bisa ditonton oleh setiap pengunjung museum. Anggota panel lintas agama itu khawatir setiap pengunjung meninggalkan museum akan membawa prasangka buruk tentang Islam.
“ Pemutaran film ini akan sangat menyinggung perasaan muslim lokal maupun pengunjung muslim dari Negara asing yang dating ke museum," kata Sheik Mostafa Elazabawy , Imam Masjid Manhattan yang juga anggota panel agama, 24 April 2014. Menurut Mostafa, pengunjung yang tidak faham perbedaan antara Al Qaeda dan Muslim akan berprasangka buruk setelah menonton film ini.
Namun pihak museum menolak saran tersebut dan tetap akan memutar film ini. " Sejak awal kami memiliki tanggung jawab yang sangat berat untuk jujur pada fakta-fakta, bersikap objektif , dan sama sekali tidak menuding agama ketika kita berbicara tentang kelompok teroris," kata Joseph C. Daniels, presiden organisasi yang mengawasi museum. Menurutnya film ini sudah mendapat persetujuan sejumlah ulama. Museum ini sendiri dijadwalkan akan mulai dibuka untuk umum 21 Mei mendatang.