Ilustrasi
Dream - Meski gagal dan kalah saat berusaha meminang WhatsApp senilai USD 10 miliar awal 2014 lalu, Google nampaknya berusaha menyiapkan strategi baru. Bukan membeli startup pembesut aplikasi chatting, perusahaan teknologi raksasa ini tengah menyiapkan rencana merilis layanan chatting mobile sendiri.
India Times menyebut bulan lalu (September), Google diketahui mengirim Nikhyl Singhal, Product Manager Hangouts dan Google+ untuk melakukan riset terhadap ekosistem pengguna layanan pesan instan di India. Kabarnya, aplikasi ini akan meramaikan persaingan layanan chatting di perangkat mobile.
Sementara itu, Google saat ini telah memiliki layanan Hangouts yang terintegrasi dengan fitur SMS. Namun untuk membedakan, layanan barunya nanti kabarnya tidak akan menggunakan akun Google.
Besar kemungkinan nantinya nomor telepon akan menjadi identitas utama layanan chatting itu. Hal itu menjadi salah satu nilai tambah utama bagi sejumlah negara berkembang, dimana penggunaan layanan data terus tumbuh.
Melalui riset pasar, Android Authority melansir nantinya layanan chatting terbaru ini akan dilengkapi sejumlah fitur spesifik yang sesuai dengan karakter pengguna lokal. Sebut saja dukungan bahasa lokal dan voice-to-text.
Berbeda dengan WhatsApp yang hanya menggratiskan layanan di tahun pertama, kabarnya layanan terbaru Google ini akan sepenuhnya gratis.
Beredarnya kabar ini menyusul meningkatnya permintaan ponsel Android One yang kian tinggi di India. Sundar Pichai, Senior VP Android memastikan niat Google untuk meluncurkan layanan yang sesuai dengan karakter pengguna di negara berkembang. Apakah layanan Google ini bisa menyaingi atau bahkan 'membunuh' WhatsApp? (Ism)
Advertisement