Kempanye Tanam Sayur Sendiri Di Penang (World Of Buzz)
Dream - Harga bahan pangan di Malaysia merangkak naik dalam beberapa hari belakangan. Kondisi yang sama juga terjadi pada harga sayuran.
Kondisi ini menggerakkan Asosiasi Konsumen Penang mengajak masyarakat untuk menanam sendiri sayuran. Cara ini diyakini dapat mengurangi beban pengeluaran untuk bahan pangan di tengah lonjakan harta yang terjadi.
Kepala Bidang Pendidikan CAP, NV Subbarow, mengatakan langkah tersebut sangat tepat jika melihat tingginya harga sayuran yang diprediksi bakal bertahan cukup lama. Apalagi, kata dia, asosiasi pedagang sayuran sendiri sudah menyatakan harga sayur akan bertahan di level tertinggi hingga datangnya Imlek.
" Siapa saja yang ingin menanam, perlu diperhatikan, kita tidak membutuhkan ruang yang besar untuk menanam sayur-sayuran," ujar Subbarow, dikutip dari World of Buzz.
Dia mengatakan ada banyak jenis sayuran bisa ditanam di lahan sempit. Cukup mengandalkan pekarangan rumah.
" Tanaman berbuah seperti terong, cabe, dan sayuran berdaun seperti sawi, kangkung, kailan, bayam, bisa ditanam dengan mudah meski di atap rumah," kata dia.
Apalagi, kata dia, media tanam bisa menggunakan apapun seperti karton susu, jus, bahkan botol minuman. Juga barang bekas dengan lubang kecil untuk akar sayuran.
" Untuk tanaman dengan akar lebih besar seperti terong, kaleng biskuit, botol minyak dan air kemasam lima liter bisa dipakai untuk media tanam," kata dia.
" Kebun rumah sangat tepat dan dapat memberikan keuntungan bagi seluruh keluarga berupa sayuran segar dan bebas bahan kimia," kata dia, dikutip dari World of Buzz.
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda