Heboh Awan Rukuk Sebelum Gerhana Matahari di Ambon

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 10 Maret 2016 16:16
Heboh Awan Rukuk Sebelum Gerhana Matahari di Ambon
Foto itu tengah ramai dibicarakan orang, terutama oleh pengguna media sosial, setelah fenomena gerhana matahari total.

Dream - Sebuah foto awan berbentuk unik tersebar di dunia maya. Awan tersebut berbentuk seperti orang yang tengah rukuk.

Banyak orang menyebut awan tersebut terlihat di langit Ambon, saat terjadi gerhana matahari total pada Rabu 9 Maret 2016.

Tak jelas, apakah awan tersebut benar-benar ada, atau foto tersebut hanya hasil editan seseorang, yang lantas disebarkan ke dunia maya.

Tak jelas pula kapan foto yang disebut-sebut dari langit Ambon itu diambil. Belum ada verifikasi terkait siapa yang mengambil dan menyebarkan foto yang tersebar ini.

Yang pasti, foto itu tengah ramai dibicarakan orang, terutama oleh pengguna media sosial, setelah fenomena gerhana matahari total.

Dalam Islam, saat gerhana matahari tiba dianjurkan untuk salat sunah kusuf. Perbedaan salat yang lain dengan salat gerhana matahari terletak pada rukuk. Saat salat gerhana matahari, gerakan rukuk dilakukan dua kali. 

Lihat selengkapnya di tautan berikut ini.

(Ism)

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif di sekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi 

 

1 dari 5 halaman

Gerhana Matahari Tahun Ini Mendatangkan Bencana?

Dream - Seorang peramal asal Inggris memperingatkan, fenomena gerhana matahari total yang terjadi pada 9 Maret kemungkinan akan memicu bencana alam di seluruh Eropa.

Peramal bernama Peter Stockinger yang mengaku telah 'memprediksi' serangan teror di Paris itu mengatakan, gerhana matahari pada pekan ini akan mendatangkan malapetaka di Eropa Utara.

Stockinger mengatakan, prediksi itu berdasarkan kedudukan bintang-bintang yang berada sejajar selama terjadi peristiwa alam yang fenomenal itu. 

Ia tidak hanya percaya gerhana matahari esok bisa menimbulkan bencana alam yang serius, tapi juga pembunuhan terhadap tokoh penting.

Gerhana matahari total akan berlangsung pada Rabu dini hari dan merupakan bagian dari Saros Seri 130. Urutan gerhana yang dimulai pada tahun 1096 dan akan terus berlanjut sampai 2394.

Stockinger mengatakan peristiwa itu bisa membawa kematian dan kehancuran.

Setelah mempelajari grafik gerhana, Stockinger membeberkan tempat-tempat yang akan mengalami kehancuran dan malapetaka yang kemungkinan terjadi di Mesir, Italia, Spanyol, Turki, Armenia, Perancis, Portugal, dan Jerman.

Pria berjuluk 'Master Astrologer' ini telah menghabiskan waktu 25 tahun mempelajari filsafat, perbintangan, teknik perbintangan abad pertengahan, Renaissance dan Eropa modern awal.

Dia yakin, ramalan William Lilly pada abad ke-17 akan terpenuhi saat terjadi gerhana matahari pekan ini.

" Menurut William, kita akan menghadapi bencana alam dan atau kematian seorang pria yang terkenal atau penting," tulis Stockinger di blognya, Stars and Stones.

" Jika kita membawa pikiran kita kembali ke gerhana matahari terakhir yang berlangsung pada 13 September 2015, kita mungkin masih ingat, peristiwa itu diikuti oleh serangan teror Paris pada 13 November.

" Salah satu postingan blog saya, yang diterbitkan Agustus tahun lalu, tertulis tentang gerhana matahari dan ramalan tentang kemungkinan pembunuhan yang berlangsung di Paris. Sayangnya, hal itu menjadi kenyataan."

Meski tidak akan terlihat di Inggris, gerhana minggu ini akan terlihat total di Indonesia dan Samudera Pasifik.

Tetapi masyarakat harus mewaspadainya, kata Peter. Karena meskipun tidak terlihat oleh masyarakat seluruh dunia - gerhana itu akan memiliki konsekuensi yang lebih luas.

(Ism, Sumber: Mirror.co.uk)

2 dari 5 halaman

Menguak Misteri Besar Gerhana Matahari Total di Indonesia

Dream - NASA akan mengirimkan tim ke Indonesia untuk mengamati momen gerhana matahari total yang akan dimulai pada pagi hari 9 Maret 2016.

Tim Badan Antariksa Amerika Serikat itu berencana untuk merekam momen terjadinya gerhana matahari berdurasi 59 detik dalam waktu tiga menit.

Mereka akan menangkap data atmosfer matahari yang paling panas dan volatil. Ini adalah bagian yang hanya bisa kita amati selama berlangsungnya gerhana matahari total, yakni ketika sinar matahari benar-benar tertutup oleh bulan.

" Atmosfer matahari adalah bagian fisika yang paling menarik," kata Nelson Reginald, salah satu dari beberapa ilmuwan Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt, Maryland, yang akan melakukan penelitian gerhana matahari total di Indonesia.

" Sebuah gerhana matahari total memberikan kita kesempatan untuk melihat dari dekat 'kaki' matahari."

Bagian bawah dari atmosfer matahari, yang disebut korona, merupakan salah satu area yang paling menarik secara ilmiah dari matahari.

Area ini diduga memegang kunci untuk mengungkap beberapa misteri tentang matahari, mulai dari percepatan angin matahari hingga munculnya awan ledakan matahari yang disebut coronal mass ejections.

Menggunakan instrumen baru, tim ilmuwan NASA akan mengamati aspek cahaya terpolarisasi yang membawa informasi tentang suhu dan kecepatan elektron di korona bagian bawah.

Meskipun memiliki cahaya seterang bulan purnama, cahaya korona biasanya kalah oleh sinar matahari, kecuali saat terjadi gerhana matahari total.

Tim NASA akan memanfaatkan gelap total gerhana matahari yang berlangsung selama tiga menit untuk menguji cahaya terpolarisasi yang berasal dari korona dalam matahari. Cahaya tersebut yang berisi informasi tentang suhu dan kecepatan elektron matahari.

Untuk mempelajari corona selama gerhana matahari total, para ilmuwan menggunakan instrumen yang disebut coronagraphs.

" Kami pertama kali menggunakan instrumen ini saat terjadi gerhana matahari total di Turki pada 1999 silam," kata Reginald.

Dengan menjalin kerja sama dengan Exploratorium, NASA TV akan menampilkan live streaming dari gerhana total di Indonesia pada 8 Maret 2016 waktu setempat. (Ism) 

3 dari 5 halaman

9 Fakta Ilmiah Gerhana Matahari yang Harus Kamu Ketahui

Dream - Gerhana Matahari Total (GMT) diprediksi terjadi pada Rabu 9 Maret 2016. Fenomena langka ini diperkirakan bisa dilihat di 12 provinsi Indonesia.

Gerhana bisa terjadi setiap tahun. Bisa diprediksi. Gerhana matahari terjadi apabila bulan berada di antara bumi dan matahari. Posisi matahari, bulan, dan bumi berada dalam sebuah garis lurus.

Selama gerhana matahari, bayangan bulan akan menutupi bumi. Bagian yang gelap disebut umbra, sementara yang samar dinamakan penumbra.

Gerhana matahari terbagi menjadi beberapa tipe: total, annular atau gerhana matahari cincin, sebagian, dan hibrida. Gerhana matahari total terjadi saat bulan secara total menutupi piringan matahari.

Gerhana matahari cincin terjadi saat puncak gerhana piringan bulan tak sepenuhnya menutup piringan matahari. Gerhana ini terjadi jika piringan bulan lebih kecil dari piringan matahari.

Sehingga, saat puncak gerhana terjadi, piringan matahari yang tidak tertutup bulan akan terlihat di sekeliling piringan matahari. Terlihat seperti cincin yang bersinar. Gerhana ini biasanya terjadi saat bulan berada pada orbit terjauh dari bumi.

Lama gerhana matahari cincin ini sekitar 5 atau 6 menit sampai 12 menit. Tapi, meskipun matahari sebagian besar tertutup oleh bulan, sinar matahari masih dapat terlihat, melalui cincin atau bagian yang tak tertutup bulan.

Dan tipe ke tiga adalah gerhana matahari sebagian. Gerhana ini terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan bulan hanya menutup sebagian piringan matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan.

Sedangkan, gerhana matahari hibrida merupakan bentuk antara gerhana total dan cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, namun pada titik-titik lain di bumi terlihat sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida ini relatif jarang terjadi.

4 dari 5 halaman

Telur Bisa Berdiri Saat Gerhana Matahari, Ini Penjelasannya

Dream - Banyak hal yang bisa dipelajari dari Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi pada Rabu 9 Maret kemarin. Salah satunya adalah pengaruhnya terhadap gravitasi di Bumi.

Dan itulah yang diteliti oleh Langkawi National Observatory (ONL), Malaysia. Mereka mengemas penelitian itu secara menarik bersama para murid Sekolah Kebangsaan Sungai Menghulu.

“ Ini sebuah kesempatan yang tidak selalu terjadi dan banyak yang bisa dipelajari oleh murid-murid,” tutur petugas ONL, Karzaman Ahmad, sebagaimana dikutip Dream dari laman The Star Online, Kamis 10 Maret 2016.

Bagaimana penelitian itu? Mereka menggunakan telur yang diletakkan di tanah atau lantai yang rata. Telur-telur itu diletakkan dalam posisi berdiri. Hasilnya cukup menakjubkan, telur-telur itu tak roboh atau jatuh ke posisi miring.

Menurut peneliti ONL, Siti Aminah Arbain, fenomena itu terjadi ketika posisi bumi itu segaris dengan bulan dan matahari, sehingga menciptakan tarikan gravitasi.

“ Berdasarkan pendapat para ilmuwan, medan gravitasi antara matahari dan bumi mampu menstabilkan elektron dalam telur, memungkinkan mereka untuk berdiri tegak,” tutur Siti Aminah sebagaimana dimuat laman Bernama.

Tentu saja demonstrasi ini sangat menarik perhatian masyarakat. Mereka menjadi lebih tahu tentang apa saja yang terjadi selama gerhana matahari. Jadi, bukan mitos yang didengungkan, melainkan pengetahuan.

Jika sejumlah wilayah di Indonesia bisa menyaksikan GMT, maka di Malaysia hanya bisa menikmati gerhana matahari sebagian saja. Warga negeri jiran itu bisa menyaksikan fenomena alam ini sejak pukul tujuh pagi waktu setempat.

5 dari 5 halaman

Ini Perbincangan Rasul Usai Salat Gerhana

Dream - Saat gerhana terjadi di masa Nabi, banyak orang mengaitkan fenomena itu dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah SAW.

Ia adalah putra kesayangan Nabi Muhammad. Dugaan ini langsung dibantah oleh Rasulullah SAW sembari menjelaskan bahwa kejadian gerhana tidak ada kaitannya dengan kematian dan kehidupan siapa pun.

Gerhana hanyalah fenomena alam biasa, yang terjadi atas kehendak Sang Pencipta Alam. “ Apabila kalian mendapati fenomena ini, ingatlah Allah,” demikian pesan Nabi Muhammad SAW, (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Di antara media paling baik untuk mengingat Allah ialah salat. Makanya saalat gerhana sangat dianjurkan, sunah mu’akkad. Bahkan makruh meninggalkannya. Usai salat, menurut Madzhab Syafi’i disunahkan dua khotbah, laiknya khotbah hari raya (‘Idul Fitri dan ‘Idul Adlha).

Seketika selesai shalat gerhana, Nabi Muhammad SAW menyempatkan diri berbincang-bincang dengan para sahabatnya.

Mungkin obrolan ini dimulai setelah Nabi melaksanakan khotbah. Hasil obrolan itu terekam baik dalam Shahih Muslim. Kisah ini diceritakan oleh Ibnu ‘Abbas yang turut hadir mengikuti shalat gerhana bersama Rasulullah SAW. Berikut petikan obrolannya;

“ Wahai Rasulullah, kami melihat engkau sepertinya mendapatkan sesuatu di tempat anda berdiri ini. Kami juga melihat Anda menahan kedua tangan?” tanya sahabat.

“ Sesungguhnya aku melihat surga. Aku mendapati satu tanda darinya. Sekiranya Kuambil, niscaya kalian akan memakannya selama dunia ini berputar. Aku juga melihat neraka, sebuah pemandangan mengerikan yang belum pernah kusaksikan sebelumnya. Kulihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita,” kata Rasulullah SAW.

Beri Komentar