(Foto:juara.in)
Dream - Tak hanya buah, ternyata selingkuh pun ada musimnya. Pernyataan itu dirilis oleh Illicit Encounters, sebuah situs kencan online bagi orang-orang yang sudah menikah.
Menurut Illicit Encounters, perselingkuhan paling sering terjadi pada tanggal 18 November setiap tahunnya. Tepat sebelum dimulainya liburan panjang akhir tahun.
Situs itu mengklaim terjadi lonjakan pengguna aplikasi pada hari itu. Rata-rata jumlah pengguna pada hari itu akan naik hingga 30 persen lebih banyak dibanding hari-hari lainnya dalam setahun.
Hal ini menimbulkan persepsi bahwa tanggal 18 November adalah hari terakhir para 'pengkhianat cinta' punya waktu untuk selingkuh.
Bahkan, sekira 72 persen dari 300 responden yang disurvei Illicit Encounters mengatakan, mereka lebih suka selingkuh pada hari itu.
Alasannya, karena tanggal 18 November merupakan hari terakhir mereka bersama pasangan selingkuhannya. Sebelum keesokannya memasuki musim liburan yang panjang bersama keluarga.
Christian Grant, jurubicara Illicit Encounters, mengatakan hari Jumat itu menjadi hari tanpa kesetiaan.
" Itu adalah kesempatan terakhir para pengkhianat cinta menemui selingkuhannya," kata Grant.
" Dan minggu berikutnya, mereka akan kembali ke tugas sebagai kepala atau ibu rumah tangga, seperti mempersiapkan liburan bersama keluarga. Selain itu anak-anak juga sudah libur sekolah sehingga tugas keluarga kembali menjadi prioritas utama."
Fakta ini memjadi bukti bahwa ternyata para tukang selingkuh pun masih 'punya kesadaran' untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya, meski pada dasarnya tidak setia.
(Ism, Sumber: elitedaily)
© Dream
Dream - Sepandai pandai tupai melompat, pasti akan jatuh ke tanah. Pepatah ini pantas ditujukan untuk seorang istri di Surabaya.
Hampir lima tahun, ia menutupi perselingkuhannya dengan seorang pria lain. Dan hubungan itu dilakukan siang hari di rumahnya.
Selama ini sang suami tak pernah curiga kalau sang istri punya selingkuhan. Suami berangkat kerja jam 07.00 dan pulang 18.00. Karena dia memang menjadi pegawai administrasi sehingga menyelesaikan laporan setiap hari.
Perselingkuhan itu terbongkar awal Januari 2016 lalu. Awalnya si suami sakit dan akhirnya izin pulang pada siang hari.
Saat datang, sumai tak menemukan kecurigaan apa-apa. Karena sakit, ia minta istrinya merawatnya seharian. Sang istri pun tak boleh beranjak dari kamarnya sekali pun.
Bertepatan itu pula kunci pagar rumah hilang. Suami yang waktu itu sakit bingung menaruh kunci. Si istri juga lupa menaruh kunci pagarnya. Karena selama ini, dia jarang mengunci pagar rumah. Mungkin hanya diselot saja.
Tiga hari lamanya, Suami libur kerja karena sakit dan cukup istirahat di rumah saja. Selama dua hari itu pula, si istri lupa kalau ternyata dia menyembunyikan selingkuhan di dalam kamar mandi belakang rumah.
Kamar mandi belakang jarang digunakan sehingga jarang sekali di tengok keluarga itu. Yang namanya bangkai, pasti baunya tercium juga. Saat itu, suami sakit perut dan ingin buang air besar.
Kamar mandi utama sedang dipakai istri mandi. Maka terpaksalah, ia ke kamar mandi belakang untuk buang hajat.
Nah, ketika membuka pintu, tiba-tiba ada seorang pria nyelentuk, “ Aduh kok saya dikunci hingga tiga hari."
Keruan saja, si suami kaget mendengar ucapan itu dari mulut pria. Ia langsung bertanya keberadaan pria itu di rumahnya. Dengan sangat polos, kalau dia adalah pacar sang istri sejak lima tahun lamanya.
“ Saya mau hajar tapi dia kayaknya sudah teler tidak makan beberapa hari. Ya sudah saya suruh pulang,” kata suami yang langsung mengajukan talak cerai.
© Dream
Dream - Perselingkuhan tetap saja tindakan yang salah, tidak peduli bagaimana Anda melihatnya.
Ya, perselingkuhan tak bisa disangkal telah menjadi hal yang sangat umum dalam sebuah hubungan beberapa tahun terakhir ini. Memang awalnya mengaku sebagai suami atau istri yang setia.
Namun saat hubungan tidak berjalan seperti yang diharapkan, mulai muncul perbedaan dan salah satu pasangan dengan mudahnya mengatakan sudah tidak cinta atau tidak bahagia lagi dengan pasangan saat ini.
Namun, tetap saja sebelum ada kata putus atau perceraian resmi, maka salah satu pasangan tidak berhak untuk selingkuh.
Seperti suami satu ini yang menulis surat putus kepada istrinya. Celakanya, justru dari surat putus itulah dia malah ketahuan telah selingkuh dengan adik iparnya.
Apalagi saat dia mengungkapkan hal itu, istrinya baru saja memenangkan hadiah US$ 10 juta dan bermaksud mengajaknya berwisata ke Jamaika.
Tapi apa daya, istrinya sudah terlanjur tahu bahwa suaminya itu memutuskan dirinya dan lebih memilih hidup bersama adik iparnya.