Ini Sekolah Gratis di Indonesia, Lulus Langsung Kerja (3)

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 8 April 2015 15:31
Ini Sekolah Gratis di Indonesia, Lulus Langsung Kerja (3)
Setelah lulus, para peserta didik langsung bekerja di bawah institusi yang menaungi masing-masing perguruan tinggi tersebut.

Dream - Menjelang berakhirnya tahun ajaran, ada banyak lembaga pendidikan yang membuka pendaftaran peserta didik baru. Di Indonesia, terdapat beberapa perguruan tinggi kedinasan yang menawarkan program beasiswa penuh kepada calon peserta didik.

Para peserta didik akan mendapat sejumlah fasilitas pendidikan, salah satunya bebas biaya pendidikan sampai selesai. Masa pendidikan dijalankan selama empat tahun.

Setelah lulus, para peserta didik akan mendapat kewajiban ikatan dinas. Mereka langsung bekerja di bawah institusi yang menaungi masing-masing perguruan tinggi tersebut.

Bagi Anda, pelajar lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat, ada baiknya mendaftarkan diri di beberapa lembaga pendidikan ini.

Berikut lembaga pendidikan ikatan dinas tersebut.

1 dari 8 halaman

STP

Sekolah Tinggi Perikanan

Pada awal tahun enam puluhan, wajah Perikanan di Indonesia masih sangat menyedihkan. Sebagai negara maritim yang mempunyai potensi besar akan hasil laut, dapat dikatakan sangat langka usaha-usaha pemanfaatannya.

Perikanan di laut hanya dikelola oleh nelayan-nelayan tradisional yang menggunakan alat penangkapan, pengolahan serta pemasaran dengan cara yang masih sangat sederhana dan jauh terbelakang dibandingkan dengan negara-negara lain. Ahli-ahli perikanan masih dapat dihitung dengan jari, hanya beberapa yang memperoleh pendidikan dari Jepang dan sebagian lagi dari Jerman. Situasi Pendidikan di Indonesia pada umumnya masih melanjutkan sistim pendidikan Belanda, yakni tidak diarahkan untuk mencetak tenaga pelaksana yang terampil di bidang usaha, demikian juga di dunia Perikanan.

dr. Aziz Saeh, selaku Menteri Pertanian dan Agraria pada saat itu, prihatin melihat kondisi perikanan di Indonesia, di mana nelayan masih terbelakang dalam bidang tehnik, sosial dan ekonomi.

Sumber: http://www.stp.kkp.go.id/

 

2 dari 8 halaman

STPN

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan yang telah cukup lama hadir dan telah meluluskan ribuan mahasiswa yang kini tersebar di seluruh Indonesia. Keberadaan STPN yang memiliki sejarah panjang sebagai perguruan tinggi sejak tahun 1963 dengan nama Akademi Agraria, dapat digolongkan sebagai salah satu perguruan tinggi kedinasan tertua di Indonesia.

Lahirnya Akademi Agraria pada tahun 1963 yang merupakan cikal bakal STPN tidak dapat dipisahkan dari lahirnya Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960 yang telah membawa perubahan besar dalam hukum pertanahan yang berlaku di Indonesia. UUPA membawa lima misi besar dalam proses Reforma Agraria di Indonesia.

Sumber: http://www.stpn.ac.id/

3 dari 8 halaman

STT Tekstil

STT Tekstil

Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil di mulai sejak tahun 1922 dengan nama Textile Inrichting Bandoeng (TIB) . Di era pemerintahan Indonesia, tahun 1954 dikembangkan menjadi Akademi Textil (AKATEX) . Akatex mempunyai dua program studi, yaitu teknik tekstil dan kimia tekstil, kedua program studi tersebut diselesaikan selama tiga tahun setengah dan lulusannya mendapat gelar Bachelor Tekstil (Bk.Teks) .

Tahun 1964, Akatex di ubah menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Tekstil (PTIT) dengan program studi yang sama dan lulusannya mendapatkan gelar Sarjana Tekstil . Program studi PTIT diselesaikan selama lebih dari dua tahun setelah Akatex

Berdasarkan keputusan Menteri Perindustrian pada tahun 1966 di rubah lagi menjadi Institut Teknologi Tekstil (ITT) yang merupakan gabungan dari Akatex, PTIT, Balai Penelitian Tekstil (BaPT), dan Pilot Pemintalan.

Sejak tahun 1979, ITT dikembangkan menjadi dua lembaga, yaitu Balai Besar Pengembangan dan Penelitian Industri Tekstil (BBT) dan Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT).

Pembentukan STTT ini kemudian diperkuat dengan Surat Keputusan Bersama Menteri Perindustrian dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 274/SK/VI/1981 dan 0182/0/1981 tangal 6 Juni 1981. STTT menyelenggarakan pendidikan vokasi Program Diploma IV (dengan masa studi selama 4 tahun) dan Program Diploma I (dengan masa studi selama 1 tahun). Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, lulusan Program Diploma IV memperoleh sebutan Sarjana Sains Terapan (S.S.T) sedangkan lulusan Program Diploma I memperoleh sebutan Ahli Pratama (AP).

Sumber: http://stttekstil.ac.id/

4 dari 8 halaman

STTD

Sekolah Tinggi Transportasi Darat

Sekolah Tinggi Transportasi Darat atau disingkat STTD adalah perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan, yang menyelenggarakan pendidikan yang berbasis vokasi dan akademik dalam bidang transportasi darat.

Pertama kali didirikan dengan nama Akademi Lalu Lintas yang dikenal dengan ALL dan diresmikan oleh Presiden RI pertama, Bapak Ir. Soekarno pada tanggal 08 September 1951. Dengan alasan tertentu pada tahun 1964, ALL tidak dioperasikan atau tidak melakukan kegiatan. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan lalu lintas, perkembangan teknologi transportasi jalan dan kompleksitas permasalahan lalu lintas jalan lahirlah gagasan untuk mengaktifkan kembali Akademi Lalu Lintas. 

Pada tanggal 05 Desember 1980, Akademi Lalu Lintas diaktifkan kembali dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Ahli Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (BPL-ALLAJR), namun masih disebut – sebut dengan nama Akademi Lalu Lintas. 

BPL-ALLAJR hanya menyelenggarakan program Diploma III Ahli LLAJR. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan kualifikasi tenaga ahli yang lebih tinggi serta perkembangan sistem pendidikan yang ada maka pada tanggal 10 Maret 2000, dengan Kepres No.41 Tahun 2000 status BPL-ALLAJR ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), dimana berkedudukan dibawah Departemen Perhubungan.

Sumber: http://www.sttd.ac.id/

 

5 dari 8 halaman

STKS

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial 

VISI STKS Bandung 
Pada Tahun 2020 Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Menjadi Pusat Pengembangan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia

MISI STKS Bandung
1. Menyelenggarakan Pendidikan dan Pengajaran Pekerjaan Sosial
2. Menyelenggarakan Penelitian Pekerjaan Sosial
3. Menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat
4. Menyelenggarakan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri

Sumber: http://www.stks.ac.id/

6 dari 8 halaman

IPDN

Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Penyelenggaraan pendidikan kader pemerintahan di lingkungan Departemen Dalam Negeri yang terbentuk melalui proses perjalanan sejarah yang panjang. Perintisiannya dimulai sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1920, dengan terbentuknya sekolah pendidikan Pamong Praja yang bernama Opleiding School Voor Inlandshe Ambtenaren ( OSVIA ) dan Middlebare Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren ( MOSVIA ). Para lulusannya sangat dibutuhkan dan dimanfaatkan untuk memperkuat penyelenggaraan pemerintahan Hindia Belanda. Dimasa kedudukan pemerintah Hindia Belanda, penyelenggaraan pemerintahan Hindia Belanda dibedakan atas pemerintahan yang langsung dipimpin oleh kaum atau golongan pribumi yaitu Binnenlands Bestuur Corps ( BBC ) dan pemerintahan yang tidak langsung dipimpin oleh kaum atau golongan dari keturunan Inlands Bestuur Corps ( IBC ).

Pada masa awal kemerdekaan RI, sejalan dengan penataan sistem pemerintahan yang diamanatkan oleh Undang Undang Dasar 1945, kebutuhan akan tenaga kader pamong praja untuk melaksnakan tugas-tugas pemerintahan baik pada pemerintah pusat maupun daerah semakin meningkat sejalan dengan tuntutan perkembangan penyelenggaraan pemerintahannya. Untuk memenuhi kebutuhan akan kekurangan tenaga kader pamong praja, maka pada tahun 1948 dibentuklah lembaga pendidikan dalam lingkungan Kementrian Dalam Negeri yaitu Sekolah Menengah Tinggi ( SMT ) Pangreh Praja yang kemudian berganti nama menjadi Sekolah Menengah Pegawai Pemerintahan Administrasi Atas ( SMPAA ) di Jakarta dan Makassar.

Sumber: http://www.ipdn.ac.id/

7 dari 8 halaman

STSN

Sekolah Tinggi Sandi Negara

Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2003 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara. Mahasiswa STSN merupakan Mahasiswa Ikatan Dinas (dari umum) dan Mahasiswa Tugas Belajar.

STSN menerapkan pendidikan dengan sistem paket yang dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (SKS). Beban studi yang harus diselesaikan adalah 146 SKS dan ditempuh selama 4 (empat) tahun. STSN mempunyai 2 (dua) Program Studi yaitu Program Studi Teknik Persandian dan Program Studi Manajemen Persandian. Program Studi Teknik Persandian memiliki 2 (dua) bidang minat yaitu Teknik Kripto dan Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi.

Sumber: http://spmb.stsn-nci.ac.id/

8 dari 8 halaman

STSN

Sekolah Tinggi Sandi Negara

Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2003 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara. Mahasiswa STSN merupakan Mahasiswa Ikatan Dinas (dari umum) dan Mahasiswa Tugas Belajar.

STSN menerapkan pendidikan dengan sistem paket yang dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (SKS). Beban studi yang harus diselesaikan adalah 146 SKS dan ditempuh selama 4 (empat) tahun. STSN mempunyai 2 (dua) Program Studi yaitu Program Studi Teknik Persandian dan Program Studi Manajemen Persandian. Program Studi Teknik Persandian memiliki 2 (dua) bidang minat yaitu Teknik Kripto dan Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi.

Sumber: http://spmb.stsn-nci.ac.id/

Beri Komentar