Politisi PAN Tuding Pemprov DKI Gagal Bangun Kesadaran Protokol Kesehatan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 1 September 2020 06:12
Politisi PAN Tuding Pemprov DKI Gagal Bangun Kesadaran Protokol Kesehatan
Pemprov DKI dinilai belum berhasil membangun kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan.

Dream - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN Saleh Daulay menuding salah satu penyebab kasus Covid-19 di DKI Jakarta meningkat adalah upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) di ibukota yang belum berhasil membangun kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan.

" Kesadaran masyarakat masih belum terbangun. Tetapi saat ini juga kantor-kantor, pasar, industri, mall sudah dibuka lagi dan di tempat situ sangatlah rawan dengan adanya penyakit ini," ujar Saleh saat dihubungi Merdeka.com, Senin 31 Agustus 2020.

Menurut Saleh, kesadaran masyarakat dan ketegasan pemerintah yang kurang tegas dalam menerapkan protokol kesehatan bisa saling berpotensi meningkatkan penyebaran virus corona.

" Padahal aturannya sudah ada, ada sanksi, tetapi aturan sanksi itu tidaklah diterapkan dengan baik. Inilah yang menyebabkan persoalan ini menjadi semakin sulit," tuturnya.

 

 

 

1 dari 2 halaman

Dia meyakini jika protokol kesehatan dan sanksinya bisa diterapkan dengan baik oleh seluruh masyarakat pasti dapat memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

" Kalau protokol kesehatan diterapkan dengan baik itu mata rantai penyebaran virus bisa terputus. Terbukti dengan negara-negara lain yang telah berhasil. Sehingga dengan demikian kita bisa keluar dari situasi sulit seperti yang kita hadapi saat ini," ujarnya.

" Jadi Pemda DKI harus memperhatikan bagaimana persoalan ketertiban masyarakat terhadap protokol kesehatan haruslah bisa diselesaikan," lanjutnya.

 

2 dari 2 halaman

Sekadar informasi, kasus Covid-19 di DKI Jakarta meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, Minggu 30 Agustus 2020 kemarin, DKI Jakarta mencatat rekor kasus Covid-19 tertinggi selama pandemi yakni 1.114.

Jumlah akumulatif kasus Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 39.280 orang. Dari jumlah tersbut, 30.134 orang di antaranya telah sembuh, 1.186 orang meninggal dunia dan 7.960 orang masih dirawat atau isolasi.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

Beri Komentar