Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji dan 6 Tradisi Unik di Masyarakat Indonesia

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Rabu, 29 Juni 2022 15:01
Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji dan 6 Tradisi Unik di Masyarakat Indonesia
Orang Indonesia sering menyebut Idul Adha dengan istilah lebaran haji. Hal ini karena berkaitan dengan prosesi ibadah haji, yakni wukuf.

Dream – Hari raya Idul Adha 1443 H/2022 M tinggal hitungan hari lagi. Selain wukuf, sholat sunnah Idul Adha lebaran, dan berkurban, umat muslim mengisi amalan di bulan ke-11 dalam sistem kalender qomariyah ini dengan menjalankan puasa Dzulhijjah.

Selain Idul Adha, nama lain yang cukup terkenal di Indonesia untuk salah satu hari raya ini adalah Lebaran Haji. Bahkan ada banyak sekali tradisi di bulan Djulhijjah yang masih tetap berlaku sampai sekarang di setiap daerah menjelang Idul Adha.

Tradisi-tradisi Idul Adha atau lebaran haji ini sangat unik dan melibatkan masyarakat di dalamnya. Tentu ini menjadi perayaan sekaligus tontonan yang menarik dan memiliki makna dalam di balik penyelenggaraannya. Hadirnya tradisi tersebut secara tidak langsung telah membuat masyarakat datang untuk berkumpul dan hal ini menjadi momen yang sangat baik agar setiap orang saling bertemu dalam sebuah acara besar.

Nah, bagi sahabat Dream yang penasaran kenapa hari raya Idul Adha disebut sebagai lebaran haji dan apa saja tradisi menjelang Idul Adha di Indonesia, berikut sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji?

Asal mula sebutan lebaran haji© Shutterstock.com

Di antara sahabat Dream mungkin pernah mendengar seseorang menyebutkan istilah lebaran haji. Atau sahabat Dream sendiri yang selalu menyebutkannya di saat momen besar itu telah tiba. Ya, lebaran haji menjadi lebih sering terdengar ketika menjelang hari raya Idul Adha atau saat Idul Adha tiba.

Tapi, kenapa orang Indonesia menyebut hari raya Idul Adha sebagai lebaran haji?

Diketahui bersama bahwa sejak tanggal 9 Zulhijah, umat Islam yang menjadi jemaah haji sudah mulai menunaikan ibadah haji. Di mana pada tanggal tersebut para jemaah sedang melaksanakan salah satu prosesi penting dalam haji, yakni wukuf di Padang Arafah.

Wukuf sendiri adalah bagian dari serangkaian ibadah haji, di mana pada momen inilah jemaah haji meninggalkan aktivitasnya sebentar untuk merenung. Hal inilah yang juga dahulu dilakukan oleh Nabi Ibrahim as saat menerima perintah Allah SWT untuk menyembelih sang putra, Nabi Ismail as.

Sedangkan bagi umat Islam yang sedang tidak menjalankan ibadah haji, maka dianjurkan untuk menjalankan puasa Arafah di tanggal 9 Zulhijah. Anjuran ini tidaklah wajib melainkan sunah. Sehingga jika sahabat Dream tidak melaksanakannya tidaklah masalah, tetapi jika melaksanakannya maka akan lebih baik dan mendapatkan ganjaran.

2 dari 3 halaman

Tradisi Menjelang Lebaran Haji di Indonesia

Tradisi Menjelang Lebaran Haji di Indonesia© brilio.net

Masyarakat Indonesia mayoritas adalah pemeluk agama Islam. Sehingga tak mengherankan jika hari besar Islam tiba, perayaannya sangatlah meriah dan dirasakan oleh seluruh masyarakat. Selain itu menjelang lebaran haji, umat Islam di Indonesia biasanya memiliki tradisi yang sangat unik. Berikut adalah beberapa tradisi di setiap daerah di Indonesia menjelang lebaran haji seperti dikutip dari brilio.net:

Menjemur Kasur di Banyuwangi

Menjelang lebaran haji, masyarakat di Banyuwangi, Jawa Timur memiliki tradisi menjemur kasur. Tradisi ini dilakukan oleh suku Osing yang berada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Namun kasur yang dijemur berbeda dengan kasur pada umumnya. Yakni berupa kasur gembil berwarna hitam-merah yan dijemur sejak pagi sampai sore di depan rumah.

Toron di Madura

Berlanjut ke daerah Madura yang ada tradisi Toron menjelang lebaran haji. Toron sendiri adalah mudik ke kampung halaman seperti halnya saat Idul Fitri. Itulah mengapa saat Idul Adha tiba, jalanan di Madura sangatlah ramai oleh pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman. Tradisi ini dianggap untuk memperkuat jati diri oleh orang Madura khususnya.

Mantenan Sapi di Pasuruan

Tradisi unik lainnya menjelang lebaran haji adalah tradisi Mantenan di Pasuruan, Jawa Timur yang dilakukan oleh masyarakat Desa Wates Tani, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Nah, hewan yang akan disembelih atau dikurbankan berupa sapi dan kambing akan dipakaikan aksesoris seperti pengantin. Misalnya saja menggunakan bunga tujuh rupa, sorban, sajadah, dan kain kafan. Tujuannya adalah untuk menghormati hewan yang hendak disembelih.

3 dari 3 halaman

Tradisi Menjelang Lebaran Haji di Indonesia

Tradisi Menjelang Lebaran Haji di Indonesia© Shutterstock.com

Gerebeg Besar di Yogyakarta dan Solo

Berlanjut ke daerah Jawa Tengah, lebih tepatnya Yogyakarta dan Solo. Dua kota ini memang berdekatan dan memiliki kemiripan. Bahkan tradisi menjelang lebaran haji pun kedua kota tersebut sama, yakni menyelenggarakan Gerebeg Besar. Tradisi ini dilakukan oleh Keraton Yogyakarta dan Surakarta sejak dahulu.

Nantinya dari keraton akan dikeluarkan berbagai hasil bumi. Nah, ini menjadi momen yang seru karena masyarakat akan berkumpul mendekati gunungan yang telah disusun hasil bumi dan nantinya akan berebut mengambil hasil bumi tersebut. Setiap hasil bumi memiliki makna tersendiri dan sudah didoakan sebelumnya sehingga dipercaya bisa mendapatkan berkah.

Gamelan Sekaten di Cirebon

Kemudian di daerah Jawa Barat, tepatnya di Cirebon ada tradisi Gamelan Sekaten menjelang lebaran haji. Tradisi ini dilaksanakan dengan cara memainkan gamelan yang dibunyikan sebanyak dua kali dalam setahunnya, yakni saat Idul Adha dan Idul Fitri. Barulah kemudian dilaksanakan pemotongan hewan kurban berupa sapi maupun kambing.

Menggendong Kambing di Maluku Tengah

Menjelang lebaran haji di Maluku Tengah juga memiliki tradisi yang unik, yakni menggendong kambing. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat negeri Tulehu. Di mana tradisinya disebut dengan kaul dan abdan atau menggendong kambing. Nah, kambing-kambing yang digendong itulah yang nantinya akan disembelih. Tapi sebelumnya akan digendong terlebih dahulu dengan kain dan diarak keliling kampung.

Beri Komentar