Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi ingin menggandeng influencer, blogger hingga pengguna media sosial TikTok untuk memopulerkan Pancasila. Dia berharap, media sosial dapat membuat pemahaman ideologi dapat tersambung dengan pembelajaran di luar kurikulum.
" Medianya tentu nanti di sini, alatnya itu maksud saya ada Youtube, ada blogger, ada pokoknya medsos yang sekarang digitallah, digital mode ini, kita pakai, sehingga nanti akan ada, ya termasuk TikTok, segala macam itu," kata Yudian, dilaporkan Merdeka.com, Selasa, 18 Februari 2019.
Yudian berharap, dengan media semacam Youtube atau TikTok, milenial mudah mengenal Pancasila. Dia menyontohkan, akan menggandeng penyanyi hingga olahragawan yang digandrungi generasi muda.
" Agar mereka ini tidak terasa bahwa mereka itu sebetulnya sedang kita ajak untuk ber-Pancasila," kata dia.
Yudian mengatakan, mendapatkan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo agar mengenalkan nilai Pancasila dengan kesukaan kaum milenial. Pemerintah ingin perkenalan anak muda terhadap nilai Pancasila tanpa ada kesan dengan tekanan dan mengindoktrinasi.
" Nah (misal) olahraga itu kita arahkan untuk misalnya persatuan, gotong royong, gitu ya, saling mencintai, suportif, belajar objektif melihat fakta, tapi tanpa dihindari tekanan semacam indoktrinasi. Asal mereka paham bahwa ini adalah nilai-nilai kepancasilaan," kata dia.
(Sah, Sumber: Merdeka.com/Ahda Bayhaqi)
Dream - Demam TikTok tak hanya melanda kalangan selebriti yang sebelumnya doyan bermain Instagram. Demam video singkat itu juga mulai mewabah di kalangan pejabat publik.
Para politisi dan para pejabat daerah dengan percaya diri tampil dalam video singkat ini. Mereka bergaya mengikuti irama musik yang diputar.
Meski baru kali pertama, namun para pejabat publik ini sudah terlihat luwes saat menari mengikuti irama musik.
Aksi mereka pun sukses mencuri perhatian publik. Siapa saja sih mereka? Yuk intip videonya dibawah ini:
1. Jusuf Kalla
Wapres @Pak_JK Main TikTok bareng cucu nya.. ????????@husainabdullah1 pic.twitter.com/piuqhUoJg6
— IG: jalanankota (@jalanankota)September 26, 2018
Dimulai dari Pak Jusuf Kalla. Yup, aksi Pak JK bermain TikTok bersama cucunnya sempat viral dan menjadi perbincangan.
2. Lora Fadil
Lora Fadil bersama istirnya TikTok-an lagu 'Madu Tiga'
3. Ridwan Kamil
View this post on InstagramUbur uburan bareng Kang Emil pak gubernur gokil ???????? @ridwankamil
Ridwan Kamil yang dikenal sebagai Gubernur gaul tentu enggak mungkin ketinggalan dong. Ridwan Kamil joget ubur-ubur bersama Boy William. Gayanya makin kece dengan kacamata hitam.
4. Ganjar Pranowo
Lanjuut ????????
Aya aya wae polah tingkah @ganjarpranowo yg bikin gereget pic.twitter.com/FXrzpzaGTW— Pribumi Kawe (@jr_kw19)January 27, 2020
Ekspresi wajah Ganjar Pranowo yang ekspresif banget. Duduk paling depan serta paling semangat.
5. AHY
View this post on Instagram
AHY bareng anak istri asyik TikTok sambil makan. Harus berkali-kali melakukan pengambilan video lantaran AHY tak bisa menahan tawanya.
Dream - TikTok ternyata tidak hanya untuk bersenang-senang saja. Platform media sosial berbasis video pendek itu bisa digunakan untuk menyampaikan pesan moral.
Hal itulah yang coba dilakukan TikTokers remaja berusia 16 tahun, yang hanya mau disapa dengan panggilan Amber.
Video TikTok Amber yang menyentil masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi viral. Konten video tersebut jadi perdebatan panjang.
Amber sebenarnya dikenal sebagai TikTokers yang mengupas tutorial makeup. Namun, dia mengubah konten TikTok-nya untuk memprotes KDRT.
Melalui video baru yang mengejutkan bulan lalu, Amber terlihat melakukan lip-sync lagu Not Fair yang dipopulerkan Lilly Allen.

Sambil menyanyi, Amber memakai makeup untuk menutupi memar palsu di beberapa bagian wajahnya.
Setiap kali Amber menyanyikan lirik yang memuji pacar - misalnya 'dia memperlakukanku dengan rasa hormat' - layar berubah dan menampilkan luka memar palsu yang lebih besar.
Amber mengatakan kepada BBC bahwa video itu terinspirasi oleh seorang teman keluarganya yang mengalami KDRT.
Video Amber tersebut langsung menjadi viral di TikTok, dengan mendapat 1,7 tayangan dan 200 ribu like.
Selain itu, video Amber itu juga mendapat pujian dan dukungan dari para korban yang pernah mengalami KDRT.
" Terima kasih telah melakukan ini. Saya penyintas (KDRT) dari tahun 2017," kata salah satu netizen.
" Ini membawa beberapa kenangan yang tidak diinginkan kembali. Benar-benar membuka mata saya," tutur yang lainnya.
Meskipun demikian ada juga netizen yang menganggap konten video TikTok Amber terlalu 'gelap' bagi platform yang diciptakan untuk hal-hal ringan.
" Ini ... bukan cara yang tepat untuk meningkatkan kesadaran (KDRT)," tulis netizen itu.
" KDRT memang nyata terjadi pada siapa saja dan mereka tidak menampilkannya di TikTok," sindir netizen lainnya.
Namun Amber bersikeras bahwa videonya tidak dibuat untuk tujuan mencari popularitas.
" Video ini memiliki pesan yang bagus dan tidak dibuat untuk mendapatkan popularitas untuk saya," katanya.
Selain itu, Amber menambahkan bahwa konten video terbarunya itu juga bukan bermaksud untuk membangkitkan kenangan buruk korban KDRT.
Sumber: New York Post