Pria di Inggris Jadi Orang Kedua di Dunia Sembuh dari HIV

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 15 Maret 2021 18:00
Pria di Inggris Jadi Orang Kedua di Dunia Sembuh dari HIV
Adam Castillejo, 40 tahun, dinyatakan sembuh dari AIDS.

Dream - Penyakit AIDS yang disebabkan virus human immunodefiency virus (HIV) hingga saat ini masih menjadi salah satu penyakit mematikan dan belum ditemukan obatnya. Virus HIV yag menyerang seseorang tanpa pandang bulu ini bisa menyerang sistem kekebalan tubuh.

Penularan virus ini bisa terjadi melalui pemakaian jarum suntik bergantian, peralatan tato dan tindik yang tidak steril, atau melakukan hubungan seks tanpa pengaman.

Penyakit yang muncul pertama kali di tahun 1920 di Kinshaha, Kongo, masih menjadi momok setelah 101 tahun keberadaannya. Namun kabar bahagia datang dari upaya penyembuhan yang dilakukan para ahli dan tenaga medis.

Seorang pasien HIV asal London, Inggris, bernama Adam Castillejo, 40 tahun, dinyatakan sembuh dari AIDS. Menurut informasi, Adam didiagnosis mengidap HIV pada 2003 lalu.

Pernyataan itu sekaligus membuat Castillejo menjadi orang kedua yang berhasil sembuh dari penyakit mematikan tersebut.

 

 

1 dari 4 halaman

Sembuh dari AIDS

Adam Castillejo© New York Times

Orang pertama yang sembuh dari HIV bernama Timothy Brown asal Berlin, Jerman. Ia dilaporkan sembuh dari HIV setelah 3,5 tahun menjalani pengobatan terapi anti-retroviral.

Dilansir dari BBC, Senin 15 Maret 2021, Adam Castillejo dinyatakan bebas dari virus HIV selama 30 bulan setelah berhenti melakukan terapi yang sama seperti Timothy.

Jurnal Lancet HIV melaporkan, Castillejo berhasil disembuhkan bukan dengan obat-obatan.

2 dari 4 halaman

Pengobatannya

Castilejjo dilaporkan sembuh setelah menjalani pengobatan sel induk yang ia terima untuk kanker yang juga dideritanya. Para pendonor sel-sel induk itu disebut memiliki gen yang tak biasa.

Peneliti utama dari University of Cambridge, AS, Prof. Ravindra Kumar Gupta mengungkapkan, pihaknya telah menemukan metode ampuh yang bisa disebut sebagai obat HIV.

Dalam keterangannya, ia menjelaskan, pihaknya melakukan transplantasi sel induk untuk menghentikan virus HIV bereplika di dalam tubuh, dengan mengganti sel kekebalan pasien dengan sel donor untuk melawan infeksi.

" Ini mewakili penyembuhan HIV dengan hampir pasti. Kami sekarang memiliki dua setengah tahun dengan remisi bebas anti-retroviral," ujar Peneliti utama Profesor Ravindra Kumar Gupta, dari Universitas Cambridge kepada BBC News.

" Temuan kami menunjukkan bahwa keberhasilan transplantasi sel induk sebagai obat HIV, yang pertama kali dilaporkan sembilan tahun lalu pada pasien Berlin, dapat direplikasi."

 

3 dari 4 halaman

Simpan Risiko Tinggi Bersifat Agresif

Namun, pengobatan sel induk " berisiko tinggi" bersifat agresif dan terutama digunakan untuk mengobati kanker pasien, bukan HIV-nya. Obat HIV yang ada tetap sangat efektif dan memungkinkan orang yang hidup dengan HIV untuk hidup lama dan sehat.

" Pengobatan ini hanya digunakan sebagai pilihan terakhir untuk pasien dengan HIV yang juga memiliki keganasan hematologis yang mengancam jiwa," terang Ravindra Kumar Gupta.

" Oleh karena itu, ini bukanlah pengobatan yang akan ditawarkan secara luas kepada pasien dengan HIV yang berhasil menggunakan pengobatan anti-retroviral."

 

 

 

4 dari 4 halaman

Cara Kerjanya

Terkait proses penyembuhan transplantasi sel, digunakan reseptor CCR5. CCR5 sendiri merupakan reseptor yang paling umum digunakan oleh HIV-1 untuk memasuki sel.

Menurut informasi, HIV-1 merupakan jenis virus yang saat ini masih mendominasi di seluruh dunua. Namun, sebagian kecil orang yang resisten terhadap HIV, memiliki dua salinan resptor CCR5 yang bermutasi.

Lantas, apakah obat ini permanan?

Hasil tes yang dilakukan menunjukkan, sebanyak 999% dari sel kekebalan Castillejo telah tergantikan oleh sel donor.

Ravindra Kumar Gupta menambahkan, tidak ada kepastian mutlak bahwa Adam Castillejo atau Timothy Brown tidak akan kembali terinfeksi HIV karena keduanya masih memiliki sisa-sisa virus di tubuh mereka.

" Ini adalah posisi yang unik. Saya ingin menjadi duta harapan. Saya tidak ingin orang berpikir, 'Oh, Anda telah terpilih.' Tidak, itu terjadi begitu saja. Saya berada di tempat yang tepat, mungkin pada saat yang tepat, ketika itu terjadi," ungkap Adam Castillejo kepada New York Times.

Sumber: bbc.com

Beri Komentar