Kisah Ibu Duduk di Bangku SD, Satu Kelas dengan Anak

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 12 Mei 2014 22:07
Kisah Ibu Duduk di Bangku SD, Satu Kelas dengan Anak
Ibu lima anak itu merasa bekal pendidikan yang ia dapat tak sebanding dengan usianya yang sudah 30 tahun. Dia juga merasa malu kepada sang anak, tiap kali dimintai bantuan mengerjakan pekerjaan rumah.

Dream - Tidak ada kata terlambat untuk mengenyam pendidikan. Rasanya hal itu sangat pas untuk mendeskripsikan semangat Aziza Mohammad Al Hanouma. Bahkan, dia rela satu kelas dengan sang anak.

Ibu lima anak itu merasa bekal pendidikan yang ia dapat tak sebanding dengan usianya yang sudah 30 tahun. Dia juga merasa malu kepada sang anak, tiap kali dimintai bantuan mengerjakan pekerjaan rumah, Aziza sama sekali tak punya pengetahuan.

Sadar dengan kekurangannya, Aziza bertekad kembali ke bangku sekolah. Demi memuluskan niatnya, dia memutuskan mendaftarkan di sekolah dasar Sam Bin Noah. Sekolah yang terletak di Provinsi Sana'a juga merupakan tempat bagi sang anak mengenyam pendidikan.

Setelah menyelesaikan studi, Aziza berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi hingga ke level universitas. Kepala sekolah Sam Bin Noah yang telah bekerja selama 23 tahun terakhir, mengaku tidak pernah bertemu seorang murid dari kalangan ibu yang satu kelas dengan anaknya.

Kepada harian Al Thawra, Aziza tidak malu berbagi kisah ini ke masyarakat luas. Dia berharap kisah dan semangat belajarnya mampu menginspirasi perempuan Yaman yang hidup di tengah masyarakat konservatif.

Wanita di sana sering mengesampingkan pendidikan demi pernikahan di usia dini. Sebuah survei terbaru menunjukkan sekitar 60 persen perempuan terutama di daerah pedesaan masih berada dalam kondisi buta huruf dalam beberapa tahun terakhir. (Ervina Anggraini)

Beri Komentar