Kisah Lansia Rumahnya Ditutupi Bangunan Perusahaan

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 16 Desember 2019 08:00
Kisah Lansia Rumahnya Ditutupi Bangunan Perusahaan
Perusahaan itu konon milik `orang besar` di Jakarta.

Dream - Lansia bernama Lie Yun Bun harus mengalami penderitaan. Keceriaan Abun, sapaan Lie, dan tujuh anggota keluarganya mendadak sirna.

Dia harus masuk melalui puing bangunan untuk keluar-masuk tempat tinggalnya. Rumah itu kini harus berhadapan dengan tembok bangunan rumah.

Menantu Abun, Johannes mengatakan, tembok bangunan itu berdiri untuk bangunan gudang PT H. Awalnya, tembok berdiri di sebelah kediamannya, namun lama kelamaan menjalar hingga menutup akses jalan keluar masuk rumah.

Abun dan keluarganya bereaksi. Johannes meminta mandor menghentikan pembangunan tersebut. Tetapi, mandor tetap bekerja dengan alasan menjalankan tugas dari atasan.

Abun dan Johannes pasrah tidak mampu melawan lagi apalagi pemilik perusahaan tersebut yaitu `orang besar`.

Selain akses rumah yang tertutup, sepucuk surat datang dari pengembang. Isinya, meminta agar Abun dan keluarga meninggalkan rumah yang ditinggali. Sebagai gantinya, pengembang menyodorkan duit Rp350 juta, harga yang tidak seberapa untuk sebuah rumah di tengah Ibu Kota.

" Mau ke mana saya cari rumah dengan harga Rp 350 juta? Harga rumah di Jakarta di atas segitu. Palingan ada, di luar kota Jakarta yang sangat jauh dari tempat saya bekerja sebagai bengkel mobil dan anak-anak saya bersekolah," kata Johannes dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 13 Desember 2019

1 dari 4 halaman

Menangis Setiap malam

Johannes menceritakan, setiap malam Abun meneteskan air mata. Dia tidak tega melihat sang ibu yang sudah sepuh harus sedih memikirkan kehilangan rumah satu-satunya.

Sementara itu, akibat penutupan akses masuk ke kediamannya, Johannes tidak bisa mengeluarkan sepeda listriknya yang setiap pagi digunakan untuk mengantar anak-anaknya berangkat sekolah di daerah Mangga Besar.

Biasanya, Johannes semangat mengayuh sepeda bolak-balik mengantarkan tiga anaknya ke sekolah.

Dia harus mengantarkan dengan motor terparkir di luar jalan yang tidak dapat masukan ke dalam rumah.

Kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kelurahan. Teguran pun sudah dilayangkan. Tapi, hanya dianggap angin lalu oleh mandor. Pada saat aparatur kelurahan itu pergi, mandor meminta para pekerja bangunan kembali menuntaskan pembangunan gudang.

2 dari 4 halaman

Ada Suara Aneh di Balik Tembok, Astaga Pas Dibongkar Ternyata...

Dream - Sebuah keluarga di Granada, Spanyol, menjadi perbincangan jagat maya lantaran menemukan koloni lebah madu dengan jumlah puluhan ribu ekor di dalam rumah.

Temuan ini diawali dari bunyi dengungan yang kerap terdengar dari dalam dinding. Awalnya hanya bunyi biasa, namun kian hari bunyi samakin membesar menggangu jam tidur.

Dari suara yang terdengar, keluarga itu menyimpulkan bahwa ada sarang lebah di rumah mereka.

Namun mereka belum menyadari, di mana lebah itu bersarang. Mereka pun memutuskan meminta bantuan kepada peternak lebah untuk mencari letak hewan tersebut.

Peternak lebah bernama Sergio Guerrero pun coba mengikuti dari mana suara lebah itu berasal.

3 dari 4 halaman

Apa yang Ditemukan Buat Tercengang

Dan apa yang ia temui benar-benar membuatnya tercengan. Ia menemukan koloni lebah di balik dinding kamar. 

Tak tanggung-tanggung ada lebih dari 80.000 lebah bersarang di sana, dengan sisir madu sepanjang satu meter.

" Kalau melihat jumlah tersebut, diperkirakan gerombolan lebah sudah menetap di sana selama setahun,” kata Guerrero, dikuti Dream dari odditycentral.com.

" Aku tidak mengerti bagaimana mereka hidup dengan jumlah lebah itu begitu lama."

Sang peternak lebah mengatakan bahwa seorang ratu dapat bertelur hingga 1.400 telur per hari.

Tapi untuk sarang sebesar ini, butuh setidaknya 2 tahun bagi lebah untuk membangunnya.

Sergio Guerrero berhasil mengeluarkan hewan tersebut dari properti pasangan itu. Tapi ia mengaku belum pernah melihat jumlah lebah sebanyak ini sebelumnya.

Beri Komentar