Kisah Blogger Cacat Taklukan Gadis Cantik

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 2 Maret 2015 19:02
Kisah Blogger Cacat Taklukan Gadis Cantik
Ia sering mendapat pertanyaan yang itu-itu saja setiap kali bersama sang kekasih. itu kakak kamu atau itu perawat kamu?

Dream - Sejak berusia 3 tahun, blogger Amerika Serikat Shane Burcaw harus memakai kursi roda. Namun dia tetap memandang kehidupan ini dengan positif dan keterbatasannya tak menghalanginya untuk meraih mimpi seperti orang normal lainnya.

Penulis berusia 22 tahun ini menderita Spinal Muscular Atrophy, sejenis kondisi genetik yang mengganggu otot tubuhnya, sehingga harus memakai kursi roda.

Kendati demikian, orang-orang tak menyangka bahwa pria asal Philadelphia itu bisa menjalin hubungan romantis dengan seorang wanita cantik bernama Anna Reinalda yang mencintainya apa adanya.

Penulis blog Laughing at My Nightmare ini sering mendapat pertanyaan yang itu-itu saja setiap kali bersama Anna. Orang-orang selalu bertanya apakah Anna kakaknya atau perawatnya.

" Anna sering ditanya apakah dia perawat saya. Kami sudah terbiasa dengan pertanyaan aneh dan berulang ini. Kami sering memberikan jawaban sekenanya sekedar untuk bercanda," kata Shane dikutip Dream.co.id dari laman Daily Mail, Senin 2 Maret 2015.

Shane sendiri telah menerbitkan buku dengan judul yang sama dengan blognya. Dalam bukunya itu, Shane menceritakan kondisinya dan pengalaman dalam menjalani hidupnya dengan gaya kocak.

Shane menjelaskan karena kondisinya dia pernah percaya tidak layak punya hubungan romantis dengan seorang kekasih.

Dia pernah berpikir jika seorang gadis pergi kencan dengan dia maka gadis tersebut melakukannya karena kasihan. Untungnya, Shane salah.

" Ketika kuliah, otak saya membuka kebenaran yang sesungguhnya. Saya bertemu dengan beberapa orang hebat yang memberi pandangan bahwa cinta bukan hanya milik orang normal saja," tulis Shane dalam bukunya.

Meski tidak bisa bergandengan tangan secara normal, tapi Shane dan Anna punya cara sendiri untuk menunjukkan kemesraan.

" Jari jemari kami saling bertautan seperti kecelakaan kereta api begitu bertemu dalam posisi yang tepat. Saya memang tidak bisa membukakan pintu mobil untuknya, tidak masalah. Lagi pula dia suka menyetir dan kami menikmatinya."

Shane yakin kaum difabel tidak hanya bisa memiliki perasaan saling memiliki yang kuat tapi juga hubungan cinta yang lebih baik daripada orang normal.

" Saat ini, saya punya keyakinan bahwa hubungan seperti ini malah lebih menyenangkan daripada hubungan cinta pada umumnya," katanya.

Baik Shane dan Anna berusaha untuk belajar memahami dan peduli satu sama lain.

Shane sangat bersyukur bisa memiliki kekasih seperti Anna. Kekasihnya itu tidak segan untuk memotongkan daging atau menolong Shane minum.

Shane mengatakan Anna berjanji akan terus belajar tentang cara-cara untuk membantunya. " Janji tersebut terlihat intim dan saya merasa tenang karena telah mempercayai dia," tulis Shane.

Meskipun hubungan Shane dan Anna kelihatan 'aneh' di mata orang lain, Shane merasa baik-baik saja.

" Itulah sebabnya saya bingung ketika orang-orang menganggap dia bukan pacar saya. Karena bagi kami, itu tampak begitu normal. Ada rasa suka, konyol dan indah. Tidak terlintas dalam pikiran kami bahwa hubungan ini abnormal. Kami hanya menjalaninya," ia menyimpulkan. (Ism)

Beri Komentar