Kisah Pilu Pengungsi Afghanistan: Kelaparan di Bandara, Diberi Makan Tidak Halal

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 24 Agustus 2021 18:00
Kisah Pilu Pengungsi Afghanistan: Kelaparan di Bandara, Diberi Makan Tidak Halal
Makanan tersebut didapat dari tentara AS yang berjaga di Bandara Kabul.

Dream - Pemahaman akan karakter masyarakat Afghanistan tampaknya masih menjadi persoalan bagi militer Amerika Serikat. Mereka memandang masyarakat Afghanistan sama seperti orang-orang di Barat yang didominasi non-Islam.

Hal ini menimbulkan persoalan baru dalam interaksi mereka dengan warga Afghanistan. Seperti niat baik memberi bantuan makanan yang berujung salah lantaran mengandung bahan non-halal.

Kejadian ini diceritakan seorang warga wanita Afghanistan lewat media sosial. Dia dan suami serta putri berada di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, menunggu kesempatan dievakuasi ke luar Afghanistan.

Seperti kebanyakan warga lain yang juga menunggu kesempatan kabur, wanita itu mengaku lapar. Untuk menolong mereka, tentara AS yang berjaga di Bandara Kabul memberikan sejumlah ransum makanan siap santap.

" Memberikan makan kami dengan babi, yang secara agama tidak dibolehkan, dan 95 persen orang yang ada di sini tidak tahu bagaimana membaca atau bicara Bahasa Inggris," tulis wanita itu.

1 dari 5 halaman

Mengandung Babi

Dia mengunggah foto ransum makanan dari tentara AS. Pada kemasan ransum tertulis, " patty sosis babi, rasa maple."

Ransum non-halal© Daily Sabah

" Mereka tidak menyerahkan langsung kepada kami, mereka melemparkan paket-paket ini dari kejauhan," tulis dia.

Wanita itu berbagi cobaan yang dialami keluarganya dan ribuan warga Afghanistan lainnya di bandara Kabul. Dia terpaksa tidur di atas batu dan sampah dalam suasana dingin selama empat hari, sementara tentara AS terus mengawasi mereka.

" Kami tidak punya senjata. Hanya mencoba untuk keluar," tulis dia.

Ribuan warga Afghanistan berkerumun di Bandara Kabul dengan harapan melarikan diri dari Afghanistan saat Taliban mengambil alih negara itu. Banyak orang Afghanistan takut diperintah Taliban yang dikenal kejam, dikutip dari Daily Sabah.

2 dari 5 halaman

Bye-Bye K-Pop di Afghanistan! Gadis ARMY Bakar Album BTS Akibat Takut Taliban

Dream - Pengambilalihan kekuasaan Afghanistan oleh kelompok Taliban menyisakan banyak kisah duka. Bukan damai yang terjadi, malah muncul ketakutan demi ketakutan.

Seorang gadis 18 tahun mengaku terpaksa menyembunyikan, bahkan sampai membakar, album musik idolanya, BTS. Sebagai ARMY (fans BTS), dia mengaku takut berurusan dengan Taliban karena mengidolakan grup vokal pria asal Korea Selatan itu.

" Situasi kami memaksa kami untuk membakar atau menyembunyikan foto dan album BTS kami," ujar gadis tersebut saat diwawancara JTBC News.

Di masa lalu, Taliban tidak mengizinkan masyarakat mendengarkan musik mainstream. Warga Afghanistan kala itu hanya boleh mendengarkan musik yang diakui Taliban.

3 dari 5 halaman

Tak Lagi Bebas

Gadis lain mengaku terkejut ketika Taliban menguasia kotanya. Dia mengaku takut mendengar kabar Taliban akan menculik para gadis seusianya.

" Saya takut mendengar Taliban menculik gadis-gadis. Sejak Taliban mengambil alih, saya tinggal di rumah," kata dia.

Dia juga bercerita harus selalu hati-hati, bahkan sekadar untuk melihat ke luar jendela. Dia kini tak lagi bisa mendengarkan musik yang sering diputar di jalanan.

" Saya tidak bisa lagi mendengar musik yang saya dengar di jalanan sebelum Taliban mengambil alih. Saya hanya mendengar musik aneh Taliban sepanjang hari," kata dia.

Dia pun meminta perhatian dunia atas apa yang terjadi di Afghanistan saat ini. " Semua orang melihat kami mati, saya berharap komunitas internasional tidak meninggalkan Afghanistan sendirian," kata dia, dikutip dari Koreaboo.

4 dari 5 halaman

Kabur dari Rezim Taliban, Wanita Afghanistan Lahirkan Bayi di Pesawat

Dream - Penumpang pesawat militer AS penuh sesak para pengungsi Afghanistan menuju ke pangkalan udara di Jerman. Bersama keluarga masing-masing, mereka berbondong-bondong melarikan diri dari Taliban.

Dilansir Daily Star, seorang wanita Afghanistan dikabarkan melahirkan bayi di sebuah pesawat militer Amerika beberapa saat setelah mendarat di Jerman.

Pengungsi itu terasa akan melahirkan saat pesawat yang ditumpanginya dengan penuh sesak itu hampir mendekati pangkalan udara AS Ramstein di barat daya Jerman.

Kemudian sang pilot diberitahu kondisi wanita tersebut. Lantas ia menerbangkan pesawat di ketinggian yang lebih rendah untuk mendapatkan lebih banyak oksigen.

Awak pesawat pun juga menghubungi tenaga medis di negara tujuan untuk mempersiapkan diri menolong wanita tersebut saat tiba di pangkalan udara.

5 dari 5 halaman

Proses Evakuasi

Ilustrasi© Twitter/@AirMobilityCmd

Segera setelah pesawat berhasil mendarat, petugas medis langsung menuju ke pesawat dan membantu wanita untuk melahirkan bayinya. Akhirnya wanita itu melahirkan bayi perempuan dengan selamat.

Komando Mobilitas Angkatan Udara memuji keputusan pilot untuk menurunkan pesawat agar mendapatkan oksigen yang lebih banyak sebagai penyelamatan nyawa bayi tersebut, karena sang ibu mengalami komplikasi. Komando Mobilitas menggambarkan proses penyelamatan wanita itu berlangsung aman dan lancar.

" Setelah mendarat, Penerbang dari MDG ke-86 naik dan mengantarkan anak itu di ruang kargo pesawat. Bayi perempuan dan ibunya dievakuasi ke fasilitas medis terdekat dan dalam kondisi baik," kata mereka dalam pernyataan tertulis.

Tampak dari gambar, setelah pendaratan pesawat, terlihat wanita yang mau melahirkan itu dievakuasi menggunakan tandu.

Beri Komentar