Memberdayakan UMKM Lewat Masjid

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Sabtu, 7 Agustus 2021 17:55
Memberdayakan UMKM Lewat Masjid
Kali ini, Pemuda PB HMI, ISYEF, dan BSIMuda berkolaborasi membentuk program yang anti mainstream dengan dampak yang lebih luas.

Dream - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia membuat pemerintah menerapkan kebijakan Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) guna menekan angka penyebaran virus Corona.

Kebijakan pembatasan itu tentu berdampak pada ekonomi, khususnya kalangan menegah ke bawah dan kaum dhuafa. Aturan PPKM juga berpengaruh pada menurunnya pendapatan UMKM dan pemasukan uang amal masjid.

Kondisi itu membuat Indonesia Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) berkolaborasi dengan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar program Kotak Berbagi.

Program ini menyediakan nasi kotak murah dengan harga Rp2.000. Hasil penjualan nasi murah ini akan diberikan kepada masjid sebagai infaq. Kolaborasi ini diadakan di dua provinsi, yakni DKI Jakarta, tepatnya di masjid Cut Meutia, dan Sulawesi Selatan di masjid Darul Muttaqin.

1 dari 5 halaman

Skema Gerakan Sosial

Ketua Umum ISYEF, Atras Mafazi, mengatakan bahwa aturan PPKM juga berdampak tidak hanya kepada masyarakat, tetapi masjid pun ikut terdampak.

“ Saya banyak mendengar kabar beberapa masjid ada yang sampai kesulitan uang untuk membayar kebutuhan dasar operasional, seperti listrik. Maka dari itu kami dari ISYEF ingin memberikan terobosan suatu gerakan sosial yang dapat membantu, masyarakat, UMKM, dan masjid sekaligus. Terciptalah kotak berbagi ini,” ucap Atras Mafazi dalam keterangan tertulisnya diterima Dream, Sabtu 7 Agustus 2021.

Mengenai skema gerakan yang dibuat, Sekretaris Jenderal ISYEF, Andi Ashadi, mengungkapkan pihaknya mencoba membuat program yang anti mainstream dengan dampak yang lebih luas.

“ Kalau biasanya berbagi nasi Jumat itu gratis, di kami ini berbayar. Jadi kita beli makanan melalui UMKM terdekat dengan masjid, lalu kita jual dengan harga murah senilai Rp2.000 kepada masyarakat, kemudian hasil penjualan tersebut kita serahkan kepada masjid sebagai dana infaq dan sedekah. Kami rasa ini win-win solution antara masyarakat, UMKM, dan juga masjid,” ujarnya.

2 dari 5 halaman

Bantu Program Pemulihan Ekonomi Pemerintah

ISYEF berharap Gerakan Kolaborasi bisa dicontoh daerah lain sehingga dampak manfaat dalam membantu masyarakat, UMKM, dan masjid semakin besar.

Melalui langkah nyata terhadap sesama, akan menimbulkan ketentaraman dan kesejahteraan di masyarakat. Hal ini juga tentunya membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi.

“ Gerakan Kolaborasi Bersama ISYEF dan BSI Muda ini juga ditargetkan dapat membantu UMKM dalam hal ini warung kuliner kakilima, sebab nasi kotak yang di jual dengan harga Rp2.000 itu dipesan di UMKM warung kuliner kaki lima, sehingga Gerakan ini tidak hanya membantu kaum Dhuafa tapi juga berupaya Mengaktivasi perputaran ekonomi di masyarakat dalam hal ini masyarakat pelaku UMKM Warung kuliner KakiLima,” ujar Ketua Pemberdayaan Umat PB HMI, Ali Zakiyuddin.

3 dari 5 halaman

Jangan Menyerah! Ini Strategi UMKM Bangkit dan Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Dream - Pembatasan aktivitas karena pandemi Covid-19 mengakibatkan turunnya angka penjualan dan sempitnya lapangan pekerjaan. Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang masih mengandalkan sistem penjualan offline banyak terkena imbasnya.

Strategi penghematan terpaksa mereka tempuh seperti dengan menurunkan produksi atau mengurangi jumlah karyawan agar usaha kecilnya tetap bertahan.

BRI Dorong Pengembangan UMKM Jatim Lewat Pameran Virtual

Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mencatat 90 persen kegiatan UMKM telah terganggu dikarenakan pandemi Covid-19. Hal ini juga menyebabkan penurunan omset para pelaku UMKM hingga 72,6 persen dan terhambatnya proses penyaluran modal.

Keadaan ini semestinya menjadi momentum bagi para pelaku UMKM untuk beradaptasi dan menemukan inovasi baru dalam menjalankan bisnisnya.

Sahabat Dream yang ingin bangkit dan mempertahankan usaha yang telah ada, dapat menyimak beberapa tips berikut.

1. Maksimalkan Market Digital

Beragam platform penjualan online memberikan peluang untuk mempertahankan kelangsungan UMKM. Hal ini harus dimanfaatkan para pemilik usaha kecil untuk menambah jangkauan promosi produknya.

“ Digitalisasi harus terus kita manfaatkan. Menggunakan platform-platform yang ada seperti e-commerce dan platform sosial media lainnya dapat sangat membantu” jelas Ir. Eddy Satriya , MA, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementrian Koperasi dan UMKM pada konferensi virtual Vtube, 19 Juli 2021.

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan agar penggunaan marketplace lebih efektif. Misalnya, Sahabat Dream perlu memilih judul penjualan produk yang banyak dicari konsumen atau menggunakan gambar yang kredibel dan meyakinkan.

4 dari 5 halaman

2. Terus Belajar Mengikuti Perkembangan

Dalam mengembangkan usaha harus memiliki strategi yang sesuai dengan keadaan. Hal ini mengharuskan pemilik usaha terus belajar, terlebih kondisi tidak pernah terduga seperti pandemi yang terjadi sekarang ini.

Menyesuaikan kondisi yang selaras dengan perkembangan era digital, tentu para penjual harus belajar menggunakan Internet dan mempromosikan produknya melalui media sosial.

Banyak platform yang memberikan edukasi untuk memasarkan usaha kecil menengah milikmu. Salah satunya edukasi yang diberikan pemerintah.

“ Sekarang banyak bantuan yang diberikan pemerintah salah satunya Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Disini kami memberikan pelatihan mulai dari pengoperasian barang, manajemen, hingga foto produk yang layak masuk ke ranah digital agar tetap bisa bertahan" tambah Eddy.

 

5 dari 5 halaman

Inovasi dan Riset

3. Inovasi

Pelanggan kerap kali mudah bosan dan cenderung ingin sesuatu yang baru. Agar pelanggan tersebut tidak pindah ke lain tempat kita harus memberikan inovasi untuk usaha kita.

Inovasi sangat penting terutama bagi usaha yang memiliki banyak kompetitor.

“ Usaha mikro sekarang banyak yang baru, yang jadi fokus kami adalah para pengusaha kecil yang belum mengerti dengan perubahan ini. Kami terus edukasi untuk berinovasi dan masuk ke dunia digital” tambah Eddy Satriya.

4. Riset Produk

Hal yang perlu diperhatikan agar bisnis UMKM bisa terus bertahan salah satunya adalah dengan sering-sering melakukan riset dan mencari tahu apakah produk yang ditawarkan adalah produk yang dicari banyak orang.

Memahami kebutuhan konsumen serta melakukan healthiness dan safety branding juga dapat membangkitkan kepercayaan dari konsumen untuk membeli produk di toko online kamu, Sahabat Dream.

Beri Komentar