Korban Meninggal Banjir Flores Timur Jadi 44 Jiwa

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 5 April 2021 11:28
Korban Meninggal Banjir Flores Timur Jadi 44 Jiwa
Jumlah pengungsi saat ini sebanyak 256 jiwa dan akan bertambah.

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis data terkini bencana banjir bandang di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Data terkini diterima BNPB pada Senin, 5 April 2021 pukul 05.00 WIB.

" Data sementara mencatat 256 jiwa warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Radityo Jati.

Jumlah pengungsi masih akan bertambah mengingat pendataan terus berjalan. Sementara, kata Radityo, total korban meninggal saat ini menjadi 44 jiwa, 24 jiwa dinyatakan hilang, dan korban luka dalam penanganan medis.

Terkait desa yang terdampak juga mengalami penambahan menjadi delapan di empat kecamatan. Desa tersebut yaitu Nelemadike dan Nelemawangi di Kecamatan Ile Boleng, Waiburak dan Kelurahan Waiwerag di Adonara Timur, Oyang Barang dan Pandai di Wotan Ulu Mado, serta Duwanur, Waiwadan, juga Daniboa di Adonara Barat.

 

 

1 dari 5 halaman

Kerugian Materiil

Tercatat 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam lumpur, serta lima jembatan putus. BNPB terus melakukan pendataan dampak bencana banjir bandang pada Minggu, 4 April 2021 baik korban maupun infrastruktur.

Raditya mengatakan terdapat beberapa kendala dihadapi dalam upaya penanganan darurat. Menurut dia, laporan dari BPBD Flores Timur menyebutkan akses utama untuk menjangkau lokasi yaitu melalui penyeberangan laut.

" Sedangkan kondisi hujan, angin dan gelombang membahayakan pelayaran kapal. Di sisi lain, evakuasi korban yang tertimbun lumpur masih terkendala alat berat," kata dia.

Sumber: Merdeka.com

2 dari 5 halaman

Kisah Tim Gabungan Berjibaku Cari Jasad Korban Banjir Bandang Flores Timur

Dream - Banjir bandang yang menerjang Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih dalam proses penanganan pemerintah. Tim gabungan TNI-Polri bersama masyarakat diketahui berhasil mengevakuasi sejumlah jenazah korban bencana banjir bandang di Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Menurut informasi, evakuasi telah dilakukan sejak Minggu pagi, 4 April 2021 dan berhasil menemukan 58 jenazah.

" Sebanyak 54 jenazah yang sudah berhasil ditemukan adalah warga Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, dan 4 lainnya merupakan warga Kelurahan Lawerang, Kecamatan Adonara Timur," ungkap Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, dikutip Liputan6.com.

3 dari 5 halaman

Masih Dalam Proses Pencarian Korban

Agustinus menambahkan, hingga kini masih ada tiga orang yang dinyatakan hilang dari Desa Riang Baran, Kecamatan Wotan Ulomado, masih dalam proses pencarian oleh warga yang dibantu aparat TNI dan Polri.

" Saat ini pemerintah bersama TNI/Polri dan stakeholder terkait serta masyarakat masih melakukan upaya pencarian korban yang belum ditemukan” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, akibat banjir bandang dan tanah longsor, ratusan orang mengalami luka-luka dan ratusan rumah warga rusak dan tertimbun material longsor.

" Korban luka-luka saat ini dalam perawatan tim medis baik dari RSUD Flores Timur maupun Puskesmas terdekat di Pulau Adonara," ujarnya.

 

4 dari 5 halaman

Pendirian Posko Darurat

Tak hanya evakuasi dan pencarian korban, menurut penjelasan Agustinus pemerintah masih terus mendistribusikan bantuan darurat bagi warga yang terdampak banjir.

Bantuan antara lain yaitu tempat tinggal semenatara serta membuka dapur umum di posko darurat.

" Kita sudah siapkan posko dan dapur umum bagi warga terdampak bencana," ungkapnya.

 

 

5 dari 5 halaman

Desa dan Kecamatan yang Terdampak

Sebelumnya diberitakan, ratusan Warga Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada Minggu, 4 Maret 2021 dini hari, sekitar pukul 01.00 WITA.

Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Boli kepada Liputan6.com mengatakan, berdasarkan laporan Kades Nelelamadike, saat ini ratusan warga dinyatakan meninggal dan belum dapat dievakuasi seluruhnya. Selain itu puluhan rumah tertimbun longsor.

" Saya telepon Kades Nelelamadike pak Pius Pedang, Mayat yang sudah dievakuasi belasan orang, yang dilaporkan korban meninggal tertimbun ratusan orang, belum bisa digali karena tidak ada alat berat," ujar Payong Boli.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More