Masjidil Aqsa Teramcam Ambruk karena Israel Terus Gali Terowongan di Bawahnya

Reporter : Editor Dream.co.id
Minggu, 26 Juni 2022 18:00
Masjidil Aqsa Teramcam Ambruk karena Israel Terus Gali Terowongan di Bawahnya
Ada penggalian yang berbahaya dan tidak diketahui, dan tidak ada yang tahu apa itu dan apa tujuannya.

Dream - Pejabat di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, menyuarakan keprihatinan mendalam atas penggalian yang dilakukan Israel di bawah situs suci tersebut. Mereka mengklaim telah menyebabkan retakan dan kerusakan pada struktur bangunan Masjidil Aqsa.

Direktur jenderal departemen Wakaf Islam dan Urusan Masjid Al-Aqsa, Dan Azzam Al-Khatib, mengatakan bahwa Masjidi Al-Aqsa dalam bahaya karena bisa saja runtuh jika penggalian berlanjut dengan intensitas seperti saat ini.

Israel telah melakukan penggalian di bawah situs tersuci ke tiga Islam selama beberapa minggu yang menurut para pejabat telah menyebabkan munculnya retakan dan copotnya batu-batu dari dinding dan langit-langit.

" Ada penggalian yang berbahaya dan tidak diketahui, dan tidak ada yang tahu apa itu dan apa tujuannya. Kami melihat penghapusan sejumlah besar debu dan mendengar suara peralatan menggali dan pecahnya batu," kata Al-Khatib.

1 dari 3 halaman

Menurut dia, getaran mesin penggali menyebabkan jatuhnya beberapa batu dari langit-langit masjid di ruang sholat sebelah selatan.

Al Khatib meminta polisi Israel untuk mengizinkan insinyur dan teknisi khusus dari departemennya untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Selama seminggu mereka telah berbicara dengan polisi Israel tentang penggalian yang berlangsung siang dan malam itu.

" Dan mereka mengabaikan permintaan kami," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Al-Khatib mencatat bahwa kegiatan serupa telah terjadi di masa lalu tetapi pekerjaan penggalian telah ditingkatkan dalam beberapa pekan terakhir. " Kami khawatir tentang terowongan yang digali yang dapat menyebabkan runtuhnya Al-Aqsa."

Al Khatib dan departemennya juga memberi tahu Pengadilan Kerajaan Yordania, Kementerian Wakaf Islam Yordania, duta besar Yordania. Mereka bahkan memohon kepada Raja Yordania, Abdullah untuk campur tangan dalam masalah ini.

" Wakaf Islam tidak menginginkan gesekan tetapi sangat prihatin tentang kejutan bagi Al-Aqsa dan stabilitas di kawasan itu," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Menurut sumber teknis di Wakaf Islam yang dikutip Arab News, sebuah komite insinyur dan ahli yang berafiliasi dengan Wakaf Islam dan Urusan Masjid Al-Aqsa telah dibentuk untuk melihat apa yang terjadi dan melaporkan kembali kepada para pejabat.

" Saya meminta polisi Israel untuk mengizinkan kami memperbaiki tembok dari mana batu-batu itu keluar, dan yang mungkin dalam bahaya runtuh, tetapi mereka menolak," tutur Al-Khatib.

Menurut dia, Kementerian Wakaf Yordania dan UNESCO tidak tahu apa yang sedang terjadi. Al-Khatib dan departemennya harus menjaga Al-Aqsa. " Apa yang terjadi adalah masalah berbahaya yang membuat kami khawatir dan takut," tambah Al-Khatib. (Arab News)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More