Ilutrasi Meledaknya Kapal Selam Titan Di Kedalaman 3.500 Meter Di Bawah Permukaan Laut (Sciencedaily)
Dream – Empat hari yang melelahkan. Miliaran orang di seluruh dunia telah mengikuti misi pencarian kapal selam wisata Titan yang hilang Minggu, 18 Juni 2023, saat mengunjungi bangkai kapal Titanic di kedalaman 3.800 meter di dasar laut.
Foto kelima penumpang yang masing-masing membayar U$ 250.000 atau Rp 2,7 miliar untuk menaiki kapal selam Titan telah dibagikan ke seluruh dunia.

(Foto kelima penumpang kapal Titan/BBC)
Khalayak begitu tertarik pada setiap perkembangan yang disampaikan Penjaga Pantai AS. Media-media online yang menayangkan berita mendapatkan banyak limpahan pengunjung. Artikel dan tayangan yang menunjukkan seperti apa interior kapal selam kecil yang dioperasikan oleh OceanGate itu ada di seluruh media internasional.
Padahal empat hari sebelumnya, pada 14 Juni 2023, sebuah kapal nelayan yang membawa sekitar 700 orang tenggelam di lepas pantai selatan Yunani -salah satu bencana migran terburuk di Eropa.

(Kapal nelayan yang penuh sesak yang tenggelam di Yunani/BBC)
Tenggelamnya kapal nelayan itu hanya menjadi pembicaraan besar di Pakistan karena terdapat 300 warga negara Pakistan telah tewas dalam peristiwa tersebut.
Di sisi lain, Titan dengan lima penumpang di dalamnya kehilangan kontak dengan kapal induknya satu jam 45 menit setelah turun ke dasar laut.
Penjaga pantai AS mengatakan mereka diberitahu tentang masalah tersebut delapan jam kemudian. Tak lama berselang, operasi penyelamatan besar-besaran diluncurkan yang melibatkan tidak hanya otoritas AS tetapi juga Kanada dan Prancis.

(Kapal selam Titan/Oceangate Expedition)
Karena begitu besarnya upaya menemukan kapal selam yang hilang, media sosial penuh dengan komentar dan opini tentang kedua insiden terpisah tersebut. Sebagian besar pendapat terfokus pada perbedaan perlakuan media dunia atas dua peristiwa tersebut.
Bagi Farah Zia, Direktur Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan, wajar jika cerita kapal selam Titan itu menjadi berita utama.
" Di seluruh dunia ketika sebuah tragedi terjadi dengan orang kaya, itu menjadi sangat penting, karena orang menaruh perhatian pada hidup mereka. Jadi, wajar saja media meliput mereka juga," katanya kepada BBC.
Sementara tragedi bagi orang miskin macam imigran malang di kapal nelayan yang tenggelam di Yunani, mungkin dianggap berita biasa.
***
Selama empat hari, pencarian terhadap kapal selam kecil bernama Titan yang dioperasikan oleh perusahaan OceanGate Expeditions terus berlangsung di bawah sorotan kamera wartawan dunia.
Titan adalah satu-satunya kapal selam berawak milik swasta di dunia yang mampu mencapai kedalaman 4.000 meter di bawah permukaan laut.
Perusahaan pemilik Titan, OceanGate, sengaja membuat kapal selam tersebut agar wisatawan dapat mengunjungi bangkai kapal Titanic yang terletak 3.800 meter di bawah permukaan laut.
Menurut keterangan perusahaan itu, Titan memiliki berat sekitar 10.432 kilogram dan lambung yang terbuat dari serat karbon setebal 13 cm, sesuai standar kedirgantaraan yang diperkuat dengan dua tutup titanium berkubah.

(Spesifikasi kapal selam Titan/BBC)
Kapal selam ini mampu mencapai kedalaman hingga 4.000 meter di bawah permukaan laut, jauh lebih dalam dibandingkan kapal selam terdalam AS, USS Dolphin, yang pernah mencapai 900 meter di bawah permukaan laut.
Titan mulai diuji coba di laut pada tahun 2018, lalu melakukan perjalanan perdananya pada 2021.
Pada 2022, Titan telah melakukan 10 kali penyelaman meskipun tidak semuanya ke bangkai kapal Titanic.
Setelah diluncurkan dari platformnya, empat pendorong elektrik kapal selam membantunya mencapai kecepatan sekitar 4 km per jam.
Titan sangat sempit, berukuran hanya 670 cm x 280 cm x 250 cm, dan cuma bisa membawa lima orang awak yang terdiri dari seorang pilot dan empat penumpang.

(Kondisi di dalam kapal selam Titan/BBC)
Meski ukurannya lebih besar dibandingkan kompetitor-kompetitornya, para penumpang diharuskan duduk di lantai dengan ruang yang terbatas untuk bergerak.
Di bagian depan kapal terdapat jendela berkubah besar yang memberi titik pandang. OceanGate mengklaimnya sebagai " area pandang terluas dari semua kapal selam laut dalam berawak" .
Titan juga memiliki toilet pribadi untuk pelanggan, yang terletak di bagian depan kapal selam. Tirai kecil akan ditarik ketika ada yang menggunakannya, lalu pilot akan menyalakan musik.
Namun, perusahaan merekomendasikan agar penumpangnya " membatasi makanan dan minuman sebelum dan selama menyelam demi mengurangi kemungkinan menggunakan fasilitas ini"
Kapal selam ini dilengkapi dengan lampu luar yang terang sehingga bisa menerangi bangkai kapal Titanic.
Dari dalam, penumpang bisa melihat bangkai Titanic yang hancur di layar, sambil meninjau data yang dikumpulkan di beberapa tablet.
Titan memiliki cadangan oksigen untuk sekitar 96 jam, tetapi ini akan dipengaruhi oleh tingkat pernapasan para penumpangnya.
Di dalam kapal selam, pilot mengemudikan Titan berdasarkan instruksi tersebut menggunakan pengontrol video game yang dimodifikasi.

(CEO Oceangate Stockton Rush memamerkan alat kemudi kapal selam Titan/BBC)
CEO OceanGate, Stockton Rush mengatakan kepada CBS News pada tahun lalu, bahwa mengemudikan kapal selam Titan " tidak mesti membutuhkan banyak keterampilan" .
Penyelaman penuh ke bangkai kapal Titanic, termasuk proses turun ke kedalaman dan naik kembali ke permukaan, disebut memakan waktu delapan jam.
***
Sebelum memulai penyelamannya, tim pendukung mengunci pilot dan para penumpang di dalamnya dengan menutup palka kapal selam Titan dari luar, lalu menyegelnya dengan 17 baut.
OceanGate mengatakan itu adalah kapal percobaan, dan ketika CBS News ikut dalam penyelaman kapal itu, jurnalisnya harus menandatangani surat pernyataan yang menerima bahwa kapal selam itu " belum disetujui atau disertifikasi oleh badan pengawas mana pun, dan dapat mengakibatkan cedera fisik, kecacatan, trauma emosional, atau kematian" .
Melalui siaran pers pada 2019, OceanGate menjelaskan mengapa Titan tidak disertifikasi oleh lembaga independen.

(Kapal selam Titan/Oceangate Expedition)
" Membawa entitas luar untuk mempercepat setiap inovasi sebelum diuji di dunia nyata serupa kutukan bagi inovasi yang tumbuh cepat," kata dia.
Dalam video promosinya, pakar keamanan perangkat lunak OceanGate Expeditions, Aaron Newman, menyampaikan kepada calon klien mereka bahwa bepergian dengan kapal selam " bukan menaiki wahana di Disney" .
" Ada banyak risiko nyata, ada banyak tantangan," kata Newman.
Namun pada 2018, para ahli kapal selam sepakat mengungkapkan keprihatinan mereka atas pendekatan eksperimental yang dilakukan OceanGate saat membangun Titan dan memperingatkan potensi " bencana" dengan desainnya.
Dalam sepucuk surat kepada Rush yang diungkap oleh New York Times, Marine Technology Society mengatakan bahwa OceanGate telah membuat klaim yang " menyesatkan" terkait desainnya bahwa mereka telah melebihi standar keamanan industri yang ditetapkan.
***
Setelah kapal selam Titan dinyatakan hilang selama empat hari, Laksamana Muda John Mauger membenarkan bahwa lima puing bagian kapal selam Titan telah ditemukan sekitar 487 meter dari haluan bangkai kapal Titanic.
Puing-puing yang ditemukan konsisten dengan " ledakan maut" , katanya dalam konferensi pers.

(Puing kapal Titan yang diangkat ke permukaan/Independent)
Angkatan Laut AS mendeteksi " anomali akustik yang konsisten dengan ledakan" tak lama setelah Titan kehilangan kontak dengan permukaan, kata seorang pejabat kepada CBS News.
Informasi itu diteruskan ke Penjaga Pantai AS, yang menggunakannya untuk mempersempit radius pencariannya, tambah pejabat itu.
Orang-orang di kapal itu yang tewas mencakup Stockton Rush, CEO OceanGate berusia 61 tahun; pengusaha Inggris-Pakistan Shahzada Dawood, 48 tahun, dan putranya Suleman, 19 tahun; dan pengusaha Inggris Hamish Harding, 58 tahun.
Orang kelima di kapal, Paul-Henry Nargeolet, adalah mantan penyelam Angkatan Laut Prancis berusia 77 tahun dan penjelajah terkenal.
Puing-puing itu ditemukan oleh kendaraan pencari bawah air (ROV) yang dikendalikan dari jarak jauh.
Potongan-potongan terpisah yang ditemukan memungkinkan pihak berwenang untuk memastikan bahwa mereka berasal dari Titan, termasuk kerucut ekor.
Laksamana Muda Mauger mengatakan dia tidak memiliki jawaban apakah jenazah lima orang di dalam kapal selam itu akan ditemukan.
" Ini adalah lingkungan yang sangat tak kenal ampun di bawah sana di dasar laut," katanya.

(Laksamana Muda John Mauger/NPR)
Stockton Rush, 61 tahun, Kepala Eksekutif OceanGate -perusahaan di balik penyelaman tersebut- memang ikut pula dalam kapal selam tersebut. Ia berperan sebagai nahkoda.
Tiket berharga US$250.000 (atau sekitar Rp3,7 miliar) untuk perjalanan selama delapan hari, termasuk menyelam ke bangkai kapal Titanic di kedalaman 3.800 meter.
Bangkai kapal Titanic sendiri terletak sekitar 700 km di selatan St John's, Newfoundland, Kanada, walaupun misi penyelamatan dijalankan dari Boston, Massachusetts.
David Pogue, wartawan CBS yang melakukan perjalanan dengan kapal selam Titan tahun lalu, mengatakan tentang masalah yang mungkin dialami awak kapal selam dan tim yang ada di darat.
Menurutnya, saat ini " tidak ada cara" untuk berkomunikasi dengan kapal selam tersebut, karena baik GPS maupun radio tidak " berfungsi di bawah air" .
" Ketika kapal pendukung berada tepat di atas kapal selam, mereka dapat mengirim pesan teks pendek bolak-balik," kata Pogue.
Dia menambahkan, karena penumpang terkunci di dalam kapal selam yang dibaut dari luar, sehingga " tidak ada cara untuk melarikan diri, bahkan jika Anda naik ke permukaan sendiri. Anda tidak dapat keluar dari kapal selam tanpa ada bantuan dari upaya awak yang berada di luar."
Akan halnya tujuan kapal selam Titan adalah Titanic. Titanic merupakan kapal terbesar pada masanya, dan menabrak gunung es dalam pelayaran perdananya dari Southampton ke New York pada 1912.

(Bangkai kapal Titanic di kedalaman 3.800 meter di bawah laut/ABC News)
Dari 2.200 penumpang dan awak kapal Titanic, lebih dari 1.500 meninggal.
Puing-puingnya telah dieksplorasi secara ekstensif sejak ditemukan pada 1985.
Bangkai kapal Titanic itu terbentang dalam dua bagian, dengan haluan dan buritan dipisahkan sekitar 2.600 kaki.
***
Pihak berwenang AS mengatakan ladang puing-puing kapal selam Titan yang terletak di Atlantik Utara mengarah pada kesimpulan bahwa kapal selam Titan OceanGate mengalami " bencana ledakan" (keruntuhan hebat ke dalam), langsung menewaskan kelima penumpang di dalamnya.
Angkatan Laut AS mengatakan mendeteksi suara " konsisten dengan ledakan" tak lama setelah kapal selam kehilangan kontak pada hari Minggu saat turun ke bangkai kapal Titanic di 3.800 meter (12.467 kaki) di bawah permukaan laut -tetapi informasi ini baru dipublikasikan pada hari Kamis.
Hilangnya kapal selam itu akhirnya dikonfirmasi setelah misi pencarian besar-besaran di daerah lepas pantai provinsi Newfoundland Kanada.
Apa yang menyebabkan ledakan itu?
Lambung Titan diyakini telah hancur pada hari Minggu akibat tekanan air yang sangat besar.
Kapal selam Titan dibangun untuk menahan tekanan seperti itu -dan para ahli sekarang akan mencoba untuk menentukan apa yang sebenarnya salah. Analisis puing-puing dapat membantu menetapkan hal ini.
Titan diyakini tengah berada 3.500 meter di bawah permukaan laut saat kontak hilang.
Kapal itu begitu dalam sehingga jumlah air di atasnya setara dengan berat Menara Eiffel, puluhan ribu ton.
Jika ada kerusakan pada struktur, tekanan di luar akan jauh lebih besar daripada tekanan di dalam lambung, sehingga menekan kapal.
Ketika lambung kapal selam runtuh, ia bergerak ke dalam dengan kecepatan sekitar 1.500 mph (2.414 km/jam) - itu sama dengan 2.200 kaki (671 m) per detik, kata Dave Corley, mantan perwira kapal selam nuklir AS.
Waktu yang diperlukan untuk keruntuhan total adalah sekitar satu milidetik, atau seperseribu detik.
Otak manusia merespons rangsangan secara naluriah sekitar 25 milidetik, kata Mr Corley. Respons rasional manusia -dari penginderaan hingga bereaksi- diyakini paling lama 150 milidetik.
Udara di dalam kapal selam memiliki konsentrasi uap hidrokarbon yang cukup tinggi.
Ketika lambung kapal selam runtuh, udara otomatis menyala dan ledakan mengikuti ledakan cepat di awal, kata Mr Corley.

(Ilustrasi meledaknya kapal Titan di kedalaman 3.500 meter/Sciencedaily)
Tubuh manusia terbakar dan berubah menjadi abu dan debu seketika.
***
Kelima orang di kapal selam hilang yang dikenal sebagai Titan diyakini tewas. Para kru hilang pada 18 Juni tak lama setelah bertualang ke laut dalam untuk mengunjungi situs reruntuhan Titanic.
“ Kami sekarang percaya bahwa CEO kami Stockton Rush, Shahzada Dawood dan putranya Suleman Dawood, Hamish Harding, dan Paul-Henri Nargeolet, sayangnya telah hilang,” OceanGate Expeditions mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan. Pihak berwenang dilaporkan menemukan puing-puing yang mengindikasikan kapal itu mungkin telah meledak.
Kapal selam itu membawa seorang pilot, tiga petualang kaya, dan CEO perusahaan untuk melihat sisa-sisa bangkai kapal Titanic, 3.800 meter di bawah permukaan air, saat kehilangan kontak.
“ Saya memikirkan Suleman, yang berusia 19 tahun, di sana, mungkin hanya terengah-engah … Jujur saja, ini melumpuhkan,” kata Azmeh Dawood, saudara perempuan Shahzada Dawood dan bibi dari Suleman Dawood. " Saya pribadi merasa agak sulit bernapas memikirkan mereka."
Keluarga penjelajah Inggris Hamish Harding menulis dalam sebuah pernyataan bahwa, meskipun mereka akan sangat berduka atas kehilangannya, mereka merasa terhibur mengetahui bahwa dia meninggal karena melakukan apa yang dia cintai.
“ Dia adalah salah satu dari jenis dan kami memujanya. Dia adalah seorang penjelajah yang bersemangat —apa pun medannya— yang menjalani hidupnya untuk keluarganya, bisnisnya, dan untuk petualangan berikutnya,” kata keluarga itu dalam pernyataan itu. " Apa yang dia capai dalam hidupnya benar-benar luar biasa dan jika kita dapat mengambil sedikit penghiburan dari tragedi ini, kita kehilangan karena dia melakukan apa yang dia sukai."
Tewasnya awak kapal Titan —yang membayar harga pelayaran U$250.000 atau Rp 2,7 miliar per orang— telah menyoroti industri pariwisata laut dalam yang tumbuh dan sebagian besar tidak diatur, yang hampir secara eksklusif dilindungi oleh orang-orang kaya.

(Penumpang kapal Titan harus membayar mahal untuk ikut serta/Marca)
Dalam beberapa tahun terakhir, wisata bawah air memang telah berkembang melampaui rata-rata perjalanan snorkeling atau scuba-diving.
OceanGate, yang mulai mengajak wisatawan dalam tur Titanic pada tahun 2021, bergabung dengan semakin banyak pengalaman wisata bawah air yang memaparkan wisatawan ke kedalaman laut —seringkali dengan harga yang mahal.
Di " Lovers Deep" , sebuah hotel kapal selam mewah yang diluncurkan pada tahun 2014, pasangan dapat mengelilingi terumbu karang St. Lucia mulai dari U$ 300.000 atau Rp 4,5 miliar per malam. Bagi mereka yang menginginkan lebih sedikit kejutan, DeepflightAdventures dan Four Seasons mulai menawarkan pada tahun 2018 tur selama satu jam di sepanjang Maladewa dengan kapal selam Falcon 3S super seharga U$ 1.500 atau Rp 22 juta.
“ Petualangan ekstrim dulunya adalah domain orang gila,” kata Jon Heshka, seorang profesor di Thompson Rivers University di British Columbia yang penelitiannya berfokus pada studi petualangan.
OceanGate juga menawarkan pengalaman mahal lainnya untuk " penjelajah warga sipil" yang ingin melintasi kedalaman laut (melalui kapal selam Titan), termasuk ekspedisi tiga hari dua malam ke ventilasi hidrotermal di lepas pantai Portugal yang membutuhkan biaya U$ 250.000 atau Rp 2,7 miliar dan penyelaman Bahama dengan tiket mulai dari U$ 45.000 atau Rp 677 juta.
Ekskursi laut dalam, seperti industri " pariwisata luar angkasa" yang ramai yang telah mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun terakhir, hanya memiliki sedikit peraturan. Pariwisata ekstrem, kata Heshka, jarang menghadapi campur tangan pemerintah.
“ Pemerintah tidak akan mengatur sampai ada kebutuhan yang ditunjukkan bahwa industri gagal mengatur sendiri. Jika segala sesuatunya berjalan lancar dan aktivitas dikelola, kurang lebih bebas insiden, dan bisnis menghasilkan uang dan klien bersedia mengeluarkan uang, pemerintah tidak perlu terlibat,” kata Heshka. “ Namun, jika ada insiden skala tinggi, maka itu menjadi urusan pemerintah untuk mengatur.”
Beberapa mantan penumpang Titan telah berbicara tentang kondisi keselamatan di kapal selam. Seorang operator kamera untuk " Ekspedisi Tidak Dikenal" Discovery Channel, Brian Weed melakukan uji menyelam di Titan pada Mei 2021 dan menuturkan, " Saat kami memulai uji menyelam, ada yang salah."
Mike Reiss, seorang penulis dan produser yang telah mengerjakan kartun " The Simpsons," mengatakan bahwa pada keempat penyelaman yang dia lakukan dengan OceanGate, kru kehilangan komunikasi dengan kapal pemandu. Seorang penumpang yang seharusnya melakukan penyelaman hari Minggu memberi tahu Good Morning America bahwa dia mengundurkan diri menit terakhir karena dia mengkhawatirkan keselamatannya.
Dalam postingan blog tahun 2019 yang menjelaskan mengapa perusahaan tidak memenuhi standar klasifikasi yang biasanya diwajibkan untuk kapal laut, OceanGate mengatakan bahwa " desain baru dan inovatif" perusahaan belum dapat dinilai dari standar peraturan yang ada. Menurut definisi, inovasi berada di luar sistem yang sudah diterima, kata perusahaan itu. “ Namun, ini tidak berarti bahwa OceanGate tidak memenuhi standar yang berlaku, tetapi ini berarti bahwa inovasi seringkali berada di luar paradigma industri yang ada.”
Penumpang Titan diminta untuk menandatangani surat pernyataan yang mencantumkan “ cedera fisik, kecacatan, trauma emosional atau kematian” sebagai potensi risiko, menurut reporter CBS David Pogue, yang naik kapal selam tahun lalu. Mike Reiss, salah satu penumpang kapal selam sebelumnya, mengatakan kepada BBC bahwa pengabaian menyebutkan kematian " tiga kali berbeda di halaman satu" .

(Penumpang kapal Titan diminta menandatangai surat yang tidak menuntut bila terjadi kecelakaan dan meninggal dunia/BBC(
Tetapi Heshka mengatakan bahwa keringanan tanggung jawab seperti itu “ ada di mana-mana” dalam hal olahraga dan aktivitas ekstrem, bahkan untuk hal-hal umum seperti ski.
“ Perbukitan ski Kanada dan Amerika pada tingkat yang berbeda-beda, mengelola keringanan yang akan memasukkan dalam daftar bahaya yang dapat ditemui semua hal yang bisa salah di gunung, seperti cedera kritis, kelumpuhan, dan kematian.”
Kebanyakan orang cenderung mengambil risiko seperti halnya mengambil sebutir garam. “ Orang-orang sering menandatangani keringanan ini tanpa berpikir bahwa mereka benar-benar bisa mati,” katanya. “ Mereka menandatangani dokumen yang mengatakan mereka bisa, tetapi pikiran mereka tidak sejauh itu.”
Ketika ditanya tentang keamanan kapal selam Titan tahun lalu, Stockton Rush, CEO OceanGate, mengatakan kepada Pogue dari CBS bahwa risikonya hanyalah bagian dari kehidupan.

(Stockton Rush, CEO OceanGate/People)
“ Anda tahu, ada batasnya. Pada titik tertentu keamanan hanyalah sampah murni. Maksud saya jika Anda hanya ingin aman, jangan bangun dari tempat tidur. Jangan masuk ke mobil Anda. Jangan lakukan apapun. Pada titik tertentu, Anda akan mengambil beberapa risiko.”
Dan akhirnya wisata orang kaya itu berakhir bencana. Tragisnya, mereka harus membayar mahal, Rp 2,7 miliar per orang, untuk menemukan tubuhnya meledak di kedalaman 3.500 meter di bawah permukaan laut. Paling tidak itulah yang terjadi pada kapal selam Titan. Sungguh harga yang mahal untuk menemui maut. (eha)
Sumber: BBC, CBS News, New York Times, New Yorker, Marca, Time,