Menkes: Sudah 15 Kasus Hepatitis Akut Misterius Terdeteksi di Indonesia

Reporter : Nabila Hanum
Senin, 9 Mei 2022 16:46
Menkes: Sudah 15 Kasus Hepatitis Akut Misterius Terdeteksi di Indonesia
"Sampai sekarang di Indonesia ada 15 kasus," kata Menkes Budi

Dream - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencatat sudah 15 kasus hepatisis akut misterius ditemukan di Indonesia. Kasus tersebut merupakan akumulasi sejak pertama ditemukan pada 27 April 2022.

" Tanggal 27 April, Indonesia menemukan tiga kasus di Jakarta dan kita keluarkan edaran agar semua rumah sakit dan dinsos melakukan surveillance. Sampai sekarang di Indonesia ada 15 kasus," kata Budi dalam konferensi pers, Senin 9 Mei 2022.

Budi mengatakan saat ini pemerintah tengah melakukan koordinasi dan diskusi dengan WHO serta beberapa negara di Eropa untuk mencari tahu penyebab penyakit misterius tersebut.

" Kesimpulannya belum bisa dipastikan virus apa yang 100 persen menyebabkan adanya hepatitis akut ini. Penelitian dilakukan bersama-sama agar bisa dideteksi cepat penyakit ini. Kemungkinan besar adalah Adenovirus 41 tapi ada juga banyak kasus yang tak ada Adenovirus 41 ini. Masih dicari penyebabnya," jelasnya.

1 dari 2 halaman

Diduga Hepatitis Akut, 1 Anak di Tulungagung Jatim Meninggal Dunia

Dream - Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dinyatakan meninggal dunia diduga akibat penyakit hepatitis akut yang hingga kini belum diketahui penyebabnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Kasil Rokhmat, membenarkan adanya laporan tersebut.

'Ya... sudah konfirmasi (hepatitis of uknown)," kata Kasil Rokhmat di Tulungagung, dikutip dari Merdeka pada Minggu 8 Mei 2022.

Anak perempuan yang tidak disebutkan identitasnya ini sempat mendapat perawatan intensif di RSUD dr. Iskak Tulungagung dan meninggal dunia pada Jumat, 6 Mei 2022.

Kasil Rokhmat menyatakan ciri-ciri klinis dari hasil pemeriksaan, identik dengan penyakit hepatitis. Namun belum diketahui penyebab serta dari mana sumber hepatitis.

 

2 dari 2 halaman

Hasil laboratorium menunjukkan bahwa pasien tidak terdeteksi virus hepatitis A, B, C, D, maupun E. Konfirmasi positif tersebut sesuai dengan kriteria Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kriteria yang diderita antara lain gejala penyakit kuning, berusia di bawah 10 tahun, dan tidak ada penyebab lain. Sedangkan gejala yang muncul adalah demam, diare, serta urine yang berwarna lebih pekat dan feses berwarna pucat.

Kasil Rokhmat menyampaikan, dugaan sementara hepatitis akut ini berhubungan dengan adanya adeno virus. Virus yang diyakini dapat menular melalui makanan dan minuman yang tingkat higienitasnya rendah.

Temuan kasus ini berawal dari pasien yang sempat mengalami demam dan muntah-muntah sekitar 4 hari.

Beri Komentar