Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Ilustrasi Penyakit Hepatitis (Shutterstock)
Dream - Dinas Kesehatan Sumatera Barat (Sumbar) tengah menyelidiki kematian seorang bayi berusia 1 bulan 29 hari asal Kabupaten Solok. Dari pemeriksaan awal, bayi tersebut meninggal dengan gejala seperti terserang hepatitis A namun hasil laboratorium tidak menunjukan dugaan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar menegaskan pihaknya sampai saat ini belum bisa memastikan apa penyakit yang menyebabkan bayi tersebut meninggal dunia.
“ Dia gejalanya seperti hepatitis A, tetapi tidak cocok pemeriksaan laboratoriumnya dengan hepatitis A. Sehingga kita sebut dengan hepatitis unknown etiology,” kata Lila, dikutip dari Langgam.id, Selasa 10 Mei 2022.
Balita tersebut meninggal dunia pada 2 Mei 2022 lalu setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Hermina, Padang.
Gejala yang dialami bayi tersebut yakni penyakit kuning, demam, gangguan pencernaan, dan diare. Gejala berakhir dengan pendarahan saluran cerna lalu terkena gangguan kegagalan hati yang terjadi dalam waktu yang cepat.
“ Baru satu ini ditemukan, tapi ini kasus suspek, ya. Baru diduga. Ada pemeriksaan lain yang harus dilakukan, tapi anaknya keburu meninggal. Dan pemeriksaan itu baru kita dapat dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa hari lalu,” katanya.
Sebelumnya, Indonesia melaporkan kasus pertama diduga hepatitis akut misterius awal pada Mei 2022. Tiga pasien anak DKI Jakarta meninggal dunia setelah mendatangi rumah sakit dengan kondisi terlanjur kritis.
Sepekan kemudian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr Kasil Rokhmat mengumumkan pasien anak berusia 7 tahun meninggal dunia diduga kuat terkait hepatitis misterius, ia meninggal Jumat 6 Mei 2022.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencatat sudah 15 kasus hepatisis akut misterius ditemukan di Indonesia. Kasus tersebut merupakan akumulasi sejak pertama ditemukan pada 27 April 2022.
" Tanggal 27 April, Indonesia menemukan tiga kasus di Jakarta dan kita keluarkan edaran agar semua rumah sakit dan dinsos melakukan surveillance. Sampai sekarang di Indonesia ada 15 kasus," kata Budi dalam konferensi pers, Senin 9 Mei 2022.
Budi mengatakan saat ini pemerintah tengah melakukan koordinasi dan diskusi dengan WHO serta beberapa negara di Eropa untuk mencari tahu penyebab penyakit misterius tersebut.
" Kesimpulannya belum bisa dipastikan virus apa yang 100 persen menyebabkan adanya hepatitis akut ini. Penelitian dilakukan bersama-sama agar bisa dideteksi cepat penyakit ini. Kemungkinan besar adalah Adenovirus 41 tapi ada juga banyak kasus yang tak ada Adenovirus 41 ini. Masih dicari penyebabnya," jelasnya.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia