Mualaf Amerika Ini Berdakwah Lewat Musik

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 3 Agustus 2014 12:02
Mualaf Amerika Ini Berdakwah Lewat Musik
Sebagai seorang penyanyi opera profesional, Saadeh ditunjuk Departemen Pendidikan New York untuk mengajari anak-anak opera dan musik klasik.

Dream - Noor Saadeh dulunya adalah penyanyi opera kawakan berkelas dunia. Sewaktu muda, Saadeh sering mengadakan pertunjukan di sekolah dan perguruan tinggi sehingga memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam bernyanyi dan musik klasik.

Sebagai seorang penyanyi opera profesional, Saadeh ditunjuk Departemen Pendidikan New York untuk mengajari anak-anak opera dan musik klasik. " Kami membuatnya menyenangkan dan itu berhasil," katanya.

Hal itu menjadi ironis ketika putaran nasib akan menuntun penyanyi opera berkelas ini ke Islam, di mana bernyanyi dan bermain opera dianggap tabu. Terutama jika dilakukan oleh perempuan.

Perkenalan Saadeh dengan Islam terjadi saat dia kembali pulang ke kampung halamannya. Dia terkejut saat menemui ada komunitas muslim yang aktif di sana. Dia pun diangkat sebagai anggota dan diminta mengajar di sekolah Islam tiap akhir pekan.

Berdasarkan bimbingan dan hidayah Allah, Saadeh perlahan dituntun ke jalan yang berbeda. Jalan menuju Islam tanpa harus membuang semua talenta yang dimiliknya sebagai seorang penyanyi opera.

Saadeh tiba-tiba merasa tertarik untuk bekerja dengan anak-anak di masjid. Dan setelah bekerja dengan masyarakat non-Arab yang kesulitan dengan bahasa, kata-kata dan konsep, Saadeh merasakan sesuatu yang lain.

Karena baru masuk Islam, Saadeh memutuskan untuk menemukan cara agar semua umat Islam bisa menikmati belajar tentang Islam melalui musik. " Dari semua pengalaman bertahun-tahun, saya tahu betapa mudahnya untuk menghafal sesuatu yang diatur secara menyenangkan melalui lirik dan melodi," jelasnya.

Saadeh pun mulai menulis ulang sajak tradisional yang dikenal anak Barat dengan lirik Islami. Dengan cara itu, Saadeh akhirnya mendapatkan apa yang diinginkannya, menjadi muslim tanpa menghilangkan bakatnya. " Lagu-lagu yang saya rilis ulang itu menjadi hit dan disukai anak-anak dan orang tua mereka."

Selama bertahun-tahun Saadeh terus menciptakan lebih banyak lagu yang sering digunakan untuk program Idul Fitri. Para orangtua, mengetahui latar belakang Saadeh, mendorongnya untuk melakukan sesuatu pada skala yang lebih besar, seperti rekaman.

Karir barunya sebagai pencipta lagu berubah menjadi bisnis. Suami Saadeh mendukung penuh status barunya itu. " Saya adalah seorang seniman, tapi tidak pernah terlibat dalam sisi produksi," katanya.

Bersama suaminya, Saadeh akhirnya memproduksi rekaman Islami pertama mereka dan terjual habis saat dilempar ke Konvensi Islam Amerika Utara. Ini menandakan ada kebutuhan mendesak bagi anak-anak Muslim yang tumbuh di Amerika Utara untuk berkenalan dengan nilai-nilai Islam melalui ajaran budaya mereka sendiri.

Sejak saat itu, Saadeh dan suami memutuskan untuk membentuk perusahaan multimedia yang mengkhususkan diri pada dunia anak-anak muslim di Barat. Karena dasar idenya berasal dari kemampuan Saadeh dalam bermusik, perusahaan itu dinamai Noorart Inc oleh suaminya.

" Kami menarget anak-anak Muslim dan membatasi kriteria bagi produk kami," katanya. Selain lagu anak-anak Islami ciptaan sendiri, Noorart juga memproduksi rekaman cerita yang diambil dari kisah-kisah Alquran.

Tidak hanya anak-anak, Noorart juga membuat produk untuk muslim dewasa. Mereka membuat rekaman audio dan DVD animasi pertama tentang Islam dan pelajaran bahasa Arab.

Seperti bisnis Islami lainnya, Noorart juga mengalami kendala dalam hal finansial. Karena produk Noorart sangat populer, banyak pihak tak bertanggung jawab melakukan pembajakan. Tentu ini menyulitkan Noorart untuk berkembang dan membuat produk multimedia yang lebih baik.

Namun Saadeh tak patah arah. Dia tetap memproduksi rekaman agar bisa memberi pelayanan kepada muslim Amerika, terutama anak-anak. Setengah bercanda, Saadeh mengatakan, " Semua yang telah saya lakukan ini untuk anak-anak saya. Mereka lebih membutuhkan dari sekedar waktu dan energi saat mengandung dan melahirkan mereka. Saya mencintai mereka sebanyak bagian dari diri saya."

" Saya begitu terkesan dengan Islam dan menerimanya sebagai agama sehingga saya menutup pintu untuk karir saya sebagai penyanyi opera. Tidak ada penyesalan dan saya tidak melihat ke belakang bahkan sampai hari ini, dua puluh tahun kemudian."

(Ism, Sumber: Onislam.net)

Beri Komentar