Musim Umroh Tiba, Arab Saudi Izinkan Jemaah Pakai Visa Turis Maupun Komersil

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 18 Agustus 2022 06:01
Musim Umroh Tiba, Arab Saudi Izinkan Jemaah Pakai Visa Turis Maupun Komersil
Adanya perubahan peraturan ini, memungkinkan calon peziarah dari 49 negara untuk melakukan ziarah.

Dream - Kementerian Haji dan umroh Saudi menyatakan bahwa pengunjung yang sudah memperoleh visa turis dan komersial dapat menjalani ibadah umroh. Ketentuan ini berlaku khusus untuk pengunjung yang masih tinggal di Arab Saudi 

“ Ini menjadi mungkin bagi siapa saja yang datang ke Arab Saudi dengan jenis visa apa pun, baik itu untuk pariwisata atau untuk tujuan lain seperti pekerjaan atau bisnis guna melakukan umroh,” kata salah satu pejabat kerajaan.

Adanya perubahan peraturan ini, memungkinkan calon peziarah dari 49 negara untuk melakukan ziarah. Melansir laman english.alaraby.co.uk, visa dapat diperoleh melalui portal Visit Arab Saudi atau pada saat kedatangan di bandara Saudi di manapun.

Mereka yang memenuhi syarat umroh akan mencakup pemegang visa AS, Inggris dan Schengen, yang sebelumnya dibuat untuk mengajukan izin melalui aplikasi khusus bernama Eatmarna.

1 dari 6 halaman

Menurut The Khaleej Times, pengunjung yang memenuhi syarat dapat mengunjungi kota dan wilayah di seluruh kerajaan, sementara visa akan berlaku untuk jangka waktu hingga 12 bulan.

Langkah ini bertujuan untuk memenuhi Visi Saudi 2030 dalam menarik 30 juta jemaah umroh per tahun.

Sejalan dengan hal tersebut, rencana pembangunan ambisius pun dilakukan guna memindahkan Riyadh dari ketergantungan ekonomi pada ekspor minyak dan memperluas ekonominya.

Keputusan ini bertepatan dengan dimulainya musim  ibadah umroh, yang sudah dimulai akhir bulan lalu. Menyusul berakhirnya ibadah haji.

 

 

2 dari 6 halaman

Catat! Ini Kebijakan Baru Ibadah Umroh 1444 H

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menggelar pertemuan untuk membahas sejumlah kebijakan baru penyelenggaraan ibadah umroh 1444 H.

Pertemuan ini berlangsung pada 1 Agustus 2022 dan diselenggarakan di Kantor Kementerian Haji dan Umroh di Mekah. Pertemuan juga dipimpin Dirjen Administrasi Umum Urusan Perusahaan dan Muassasah Umroh Kementerian Haji dan Umroh Kerajaan Arab Saudi, Abdurrahman As-Saggaf.

Sementara itu, delegasi Indonesia dipimpin Direktur Umroh dan Haji Khusus Kementerian Agama, Nur Arifin, serta sejumlah staff lainnya.

Nur Arifin mengatakan, pertemuan dua pihak ini membahas sejumlah persiapan sehubungan telah dibukanya penyelenggaraan umrah 1444 H. Kemenag perlu mengupdate kebijakan Arab Saudi dalam penyelenggaraan umrah, khususnya setelah dua tahun pandemi.

“ Alhamdulillah, dari pertemuan ini kita mendapat kepastian bahwa Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi membuka seluas-luasnya jumlah kuota jemaah umroh tahun 1444 H, khususnya dari Indonesia,” terang Nur Arifin, dikutip dari laman Kemenag, Senin 8 Agustus 2022.

 

   

3 dari 6 halaman

Penerbitan Visa

Terkait penerbitan visa, Arifin menginformasikan prosesnya tidak lagi harus melalui provider visa di Indonesia. Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) kini bisa langsung bekerja sama dengan provider visa di Arab Saudi yang sudah diakui Kementerian Haji dan Umroh.

Begitu pun dengan masa visa yang bisa dipakai tiga bulan. Dan jemaah umrah dapat mengunjungi seluruh wilayah di Arab Saudi.

“ Masa berlaku visa umrah yang awalnya hanya sebulan, kini menjadi tiga bulan. Jemaah umroh juga dapat mengunjungi seluruh wilayah di Arab Saudi,” terangnya. 

“ Kebijakan Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi terkait dengan penerbitan visa umroh bagi jemaah umroh dari Indonesia masih tetap business to business,” sambungnya.

4 dari 6 halaman

Dapat Menggunakan Visa Selain Umrah

Kasubdit Pengawasan Umroh dan Haji Khusus, M. Noer Alya Fitra, menambahkan, orang yang datang ke Arab Saudi dengan menggunakan visa selain umrah, juga dapat beribadah umroh. 

Bahkan, visa transit 24 jam juga dapat dipakai untuk melaksanakan ibadah umroh dengan melakukan booking terlebih dahulu di aplikasi Tawakkalna atau Eatmarna.

“ Aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna tetap diberlakukan bagi setiap orang dalam pelaksanaan umrah, termasuk saat masuk ke Raudah di Masjid Nabawi,” paparnya.

5 dari 6 halaman

Soal Guide dan Asuransi

Guide atau muthawwif jemaah umroh, khususnya jemaah dari Indonesia, tidak harus orang Saudi. 

Muthawwif diperbolehkan berasal dari warga Indonesia yang bermukim di Arab Saudi dengan sponsor muassasah yang bersangkutan dan didampingi guide warga negara Saudi.

Pemerintah Saudi juga masih menerapkan kebijakan asuransi jemaah umrah dengan harga seperti tahun-tahun sebelumnya.

“ Jika terjadi jemaah umrah overstay, maka yang bertanggung jawab membayar denda adalah jemaah yang bersangkutan melalui muassasah/provider visa di Arab Saudi,” ucap Nafit.

6 dari 6 halaman

Pemerintah Arab Saudi Masih Menerapkan Protokol Kesehatan

Pemerintah Arab Saudi masih akan menerapkan protokol kesehatan bagi jemaah umroh, dikarenakan masih pandemi Covid-19. Namun, kebijakan ini penerapannya berbeda sesuai dengan zona yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi, yaitu hijau, kuning, dan merah.

Untuk negara Indonesia saat ini masuk dalam zona hijau. Pemerintah Arab Saudi juga akan terus memantau perkembangan dari Covid-19.

 “ Saat ini Indonesia termasuk dalam zona hijau. Pemerintah Arab Saudi akan terus memantau perkembangan Covid-19 dan jika ada kebijakan-kebijakan baru akan segera disampaikan,” tutup Nafit.

Beri Komentar