Usai Insiden Penusukan, Netizen Bagikan Foto Keluarga Wiranto

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 11 Oktober 2019 18:00
Usai Insiden Penusukan, Netizen Bagikan Foto Keluarga Wiranto
Pria yang saban hari berkubang pada masalah-masalah kenegaraan itu tampil di tengah-tengah familinya, sebagai kepala keluarga.

Dream - Insiden penusukan yang dialami Wiranto di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis, 10 Oktober 2019, menjadi perbincangan.

Wiranto disebut mengalami dua luka tusukan di perut bagian kiri bawah. Saat ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) itu menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Pelaku penusukan, Abu Rara, diduga terlibat jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi, yang berafiliasi kepada kelompok teroris ISIS.

Wiranto dan keluarga (Foto: Instagram @m.bahrunnnajah)© Instagram @m.bahrunnajah

Wiranto dan keluarga (Foto: Instagram @m.bahrunnnajah)

Setelah penusukan itu, sejumlah netizen mengunggah foto-foto yang menampilkan sisi lain Wiranto. Pria yang saban hari berkubang pada masalah-masalah kenegaraan itu tampil di tengah-tengah familinya, sebagai kepala keluarga.

Salah satu akun Instragram yang mengunggah foto Wiranto bersama keluarga adalah @m.bahrunnajach. " Masya Allah. Inilah keluarga Pak Wiranto, begitu syar'i penampilan. Dan pasti diantara kita banyak yang tidak tahu," tulis akun tersebut, Jumat 11 Oktober 2019.

Akun @m.bahrunnajach menulis, foto keluarga besar Wiranto itu diambil pada 2018. Dari foto yang diunggah, tampak keluarga Wiranto sedang memakamkan sang cucu.

" Dan musibah yang menimpa beliau saat ini, apapun itu alasannya sebagai seorang Muslim tetap tidak membenarkan perbuatan itu, jadi pelaku harus tetap dihukum," tulis akun @m.bahrunnajach.

1 dari 5 halaman

Innalillahi, Cucu Wiranto Meninggal Karena Terpeleset di Kolam Ikan

Dream - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, tengah berduka. Ketika sedang mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri KTT ASEAN di Singapura, Wiranto mendapat kabar cucunya, Achmad Daniyal Alfatih, meninggal dunia.

Menurut Wiranto, berdasarkan kabar yang didapatnya, Daniyal meninggal akibat terpeleset dan terjatuh ke dalam kolam ikan. Cucunya masih berusia 16 bulan.

" Saya juga tahu dari media dulu, karena itu saya terima kasih dengan teman-teman media," ujar Wiranto, dikutip dari Liputan6.com.

Wiranto dan keluarga (Foto: Instagram @m.bahrunnnajah)© Instagram

Wiranto dan keluarga (Foto: Instagram @m.bahrunnnajah)

Wiranto mengucapkan terima kasih atas simpati dan doa yang diberikan kepada cucu dan keluarganya. Dia berharap doa-doa yang tersampaikan dapat menjadi penenang bagi Dahniyal saat menghadap Allah SWT.

" Mendoakan almarhum supaya bisa mendapatkan ketenangan di sisi Allah SWT," kata Wiranto.

 

2 dari 5 halaman

Minta Izin Jokowi Pulang Lebih Cepat

Wiranto dan keluarga (Foto: Instagram @m.bahrunnnajah)© Instagram

Wiranto dan keluarga (Foto: Instagram @m.bahrunnnajah)

Selanjutnya, Wiranto mengatakan begitu mendapat kabar cucunya meninggal dia segera meminta izin pulang lebih dulu kepada Jokowi.

" Sebelum pertemuan selesai, ya, memang hari terakhir mendapatkan kabar cucu saya meninggal dunia kecelakaan.

Menurut Wiranto, cucunya sempat bermain-main di tepi kolam ikan. " Terpeleset dan tidak tertolong," ucap dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

3 dari 5 halaman

Firasat Sang Ayah Sebelum Cucu Wiranto Meninggal

Firasat Sang Ayah Sebelum Cucu Wiranto Meninggal© MEN

Dream - Keluarga Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto sedang dilanda kedukaan. Sang cucu, Achmad Daniyal Alfatih, 16 bulan, meninggal akibat tercebur kolam ikan pada Kamis malam, 15 November 2018.

Anak Wiranto yang merupakan ayah almarhum, Abdi Setiawan, mengatakan dia sedang berada di Kendari ketika malang menimpa anaknya.

Beberapa hari sebelum anaknya meninggal, Abdi seperti mendapat petunjuk.

" Sinyal, tanda-tanda mau meninggal itu memang sudah ada," kata Abdi, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 16 November 2018.

Abdi mengaku dalam beberapa hari belakangan, dia sering mengajak Daniyal bepergian ke luar kota. Dalam 10 hari terakhir, Daniyal selalu bersamanya.

" Kira-kira 10 hari ini enggak pernah lepas dari saya, ke Gorontalo, Solo, Bandung," kata Abdi.

 

4 dari 5 halaman

Firasat Kembali Datang Saat Naik Pesawat

Dia juga mengaku ada perasaan berbeda terhadap anaknya. " Hati saya kok agak cinta sama dia," ucap Abdi.

Saat berangkat ke Kendari, Abdi juga mendapat firasat. Sebab, tidak biasanya dia tertidur di pesawat sampai bermimpi.

" Di pesawat itu saya diberikan tanda oleh Allah, jarang saya bisa tidur di pesawat," terang dia.

Selanjutnya, dalam mimpinya, Abdi merasa berada di laut dan berusaha berenang ke daratan. Ketika berenang, ada hewan yang menggigitnya namun dia tidak merasakan sakit.

" Biasanya kan kalau ular laut mematikan, tapi ini enggak, sampai akhirnya saya berenang sampai ke daratan," ucap Abdi.

 

 

 

5 dari 5 halaman

Kabar Duka Selepas Zuhur

Sesampai tepian, Abdi melihat ada daratan di tengah laut. Di atasnya ada banyak sekali gedung indah.

" Terus saya lihat pesawat saya enggak ada, kemudian saya terbangun," tutur dia.

Setiba di Kendari, mimpi tersebut dia ceritakan kepada istrinya. Barulah selepas Zuhur, Abdi mendapat kabar Daniyal tidak sadarkan diri.

" Saat itu saya sadar bahwa Allah akan mengambil kepunyaan-Nya yang dititipkan pada saya," ucap dia.

Jenazah bayi mungil itu dimakamkan di pemakaman keluarga Delingan di Surakarta pagi tadi. Komplek pemakaman tersebut berlokasi di Jalan Raya Solo-Tawangmangu.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Beri Komentar