Pasukan TNI Temukan Hewan Langka di Perbatasan RI-Malaysia

Reporter : Sugiono
Jumat, 13 Agustus 2021 16:45
Pasukan TNI Temukan Hewan Langka di Perbatasan RI-Malaysia
Binatang yang aktif di malam hari ini ditemukan di pinggir jalan saat anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia sedang berpatroli.

Dream - Sebuah video baru-baru ini memperlihatkan pasukan TNI yang menjaga perbatasan Indonesia dan Malaysia menemukan hewan langka yakni seekor tenggiling.

Binatang yang aktif di malam hari ini ditemukan di pinggir jalan saat anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 144 Jaya Yudha sedang berpartroli.

Dalam video yang diunggah akun @yonifjayayudha144, tampak komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Lettu Hasan Effendi menjelaskan maksud kedatangannya ke Stasiun Karantina Pertanian di Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

1 dari 5 halaman

Kepada staf Pos Pengawas Lintas Batas (PPLB) Nanga Badau, Guntur Shahid, Lettu Hasan menyerahkan seekor tenggiling yang ditemukan di sebuah jalan.

Penemuan tenggiling di perbatasan RI-Malaysia.© Video Instagram

Sementara itu foto-foto dalam video memperlihatkan tiga anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia memungut tenggiling tersebut dari rimbunan semak di pinggir jalan sebelum memasukkannya ke dalam karung.

2 dari 5 halaman

Seperti diketahui tenggiling atau biasa disebut trenggiling merupakan binatang langka yang dilindungi oleh negara.

Penemuan tenggiling di perbatasan RI-Malaysia.© Video Instagram

Binatang yang memiliki nama Latin Pholidota ini semakin langka karena termasuk mamalia yang paling sering diperdagangkan manusia.

Penemuan tenggiling di perbatasan RI-Malaysia.© Video Instagram

Tenggiling diburu manusia untuk diambil daging dan kulitnya. Kulit tenggiling yang bersisik digunakan dalam obat-obatan tradisional Cina.

3 dari 5 halaman

Karena kulit tenggiling sangat keras, pemburu gelap akan mencelupkan binatang itu ke dalam air mendidih secara utuh untuk melunakkannya.

Penemuan tenggiling di perbatasan RI-Malaysia.© Video Instagram

Padahal, ancaman hukuman bagi mereka yang kedapatan memburu dan memperdagangkan tenggiling sangat berat.

Berdasarkan UU No 5 tahun 1990 dan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup No 106 tahun 2018, orang yang memperdagangkan satwa dilindungi diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda sebesar 100 juta rupiah.

4 dari 5 halaman

Tenggiling sendiri dikenal sebagai binatang malam. Meski penampilannya sangar, tenggiling termasuk binatang pemalu.

Karena tak bergigi, makanan tenggiling adalah serangga. Namun yang menjadi favorit tenggiling adalah semut.

Penemuan tenggiling di perbatasan RI-Malaysia.© Video Instagram

Untuk mempertahankan diri dari predator, tenggiling akan menggulung tubuhnya yang bersisik keras hingga berbentuk bola.

Dengan begitu, pemangsa akan mengalami kesulitan karena harus membongkar gulungan keras dari tubuh tenggiling.

Sumber: Instagram

5 dari 5 halaman

Videonya

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh Yonif 144/ Jaya Yudha (@yonifjayayudha144)

 

Beri Komentar