Pejabat Turki Dilarang Memberikan Tangan untuk Dicium Warga

Reporter : Syahid Latif
Senin, 1 Desember 2014 11:02
Pejabat Turki Dilarang Memberikan Tangan untuk Dicium Warga
"Sebagai Perdana Menteri, Saya katakan ini sebuah instruksi untuk semua pejabat negara: tak seorang pun akan mengizinkan masyarakat mencium tangan mereka lagi," ujar Davutoglu.

Dream - Rakyat Turki tak bisa lagi mencium pejabat negara. Sebab, Perdana Menteri, Ahmet Davutoglu, telah memerintahkan kepada seluruh pejabat di negaranya untuk menolak jika ada masyarakat yang hendak mencium tangan mereka.

“ Sebagai Perdana Menteri, Saya katakan ini sebuah instruksi untuk semua pejabat negara: tak seorang pun akan mengizinkan masyarakat mencium tangan mereka lagi,” ujar Davutoglu dikutip Dream dari Hurriyet, Senin 1 Desember 2014.

Dalam budaya Turki, mencium tangan sesepuh, tokoh, maupun pejabat, merupakan tanda penghormatan. Dan budaya tersebut sudah berjalan bertahun-tahun sebelumnya.

Namun rupanya instruksi ini keluar dengan latar belakang persaigan politik di Turki. Instruksi ini dikeluarkan Davutoglu sebagai respons terhadap Ketua Partai Gerakan Nasionalis (MHP), Devlet Bahceli, yang menentang inisiatif pemerintah untuk rekonsiliasi sosial dan politik atas tragedi pembantaian antara 1937-1938 di provinsi timur Tunceli.

Sebelumnya, Bahceli melabeli kejadian sebelum pembantaian tahun 1937 itu sebagai pemberontakan. Sehingga dia menyebut kunjungan Davutoglu ke Tunceli itu sebagai pengkhianatan. Dengan alasan, “ Negara tidak pernah mencium tangan.”

Beri Komentar