Pengacara Sebut Ada Dendam Ferdy Sambo di Balik Motif Penembakan Brigadir J

Reporter : Nabila Hanum
Kamis, 11 Agustus 2022 13:01
Pengacara Sebut Ada Dendam Ferdy Sambo di Balik Motif Penembakan Brigadir J
Pengacara ungkap motif Ferdy Sambo bunuh Brigadir J

Dream - Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengklaim sudah mengetahui motif pembunuhan terhadap kliennya. Dia menyebut tersangka Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir J, yang merupakan asistennya, karena rasa dendam.

" Sudah tahu, dendam itu. Iya betul (dendam)," ujar Kamaruddin, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 11 Agustus 2022.

Meski mengaku sudah mengantongi informasi motif pembunuhan Brigadir J, Kamaruddin tetap mendesak Polri untuk mengungkapkan hasil pemeriksaannya kepada masyarakat demi keterbukaan informasi publik.

" Betul (Polri harus membuka motif pembunuhan Brigadir J). Kalau semua saya yang buka, nanti apa kerja penyidik, kan, gitu," ujarnya.

1 dari 6 halaman

Kamaruddin mengatakan, keluarga Brigadir J mengapresiasi keputusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menetapkan Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

" Tanggapan saya, ya, kita mengapresiasi kapolri dan jajarannya yang telah berani menetapkan tersangka, tangan kanannya Kapolri, kan gitu," kata dia.

Diketahui, Polri menetapkan empat tersangka kasus penembakan Brigadir J. Mereka adalah, Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus supir Ferdy Sambo Kuat Ma'ruf alias KM, dan Ricky Rizal atau Bripka RR.

2 dari 6 halaman

Dalam kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan tak ada peristiwa tembak menembak antara Bharada E dan Brigadir J di kediaman Irjen Ferdy Sambo. Menurut Sigit, peristiwa yang terjadi di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri adalah penembakan.

" Tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan. Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang menyebabkan saudara J meninggal dunia," kata Sigit di Mabes Polri, Selasa 9 Agustus 2022.

Ia mengatakan, penembakan yang dilakukan Bharada E atas perintah Ferdy Sambo. Atas hal ini, Ferdy Sambo sudah ditetapkan sebagai tersangka.

3 dari 6 halaman

Sambo dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55, Pasal 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun penjara.

Usai peristiwa penembakan tersebut, katanya, Ferdy Sambo sengaja mengambil senjata milik Brigadir J dan menembakkan ke dinding agar terlihat seperti peristiwa tembak menembak.

" Untuk membuat seolah terjadi tembak menembak, saudara FS melakukan penembakan dengan senjata J ke dinding agar seolah terlihat tembak menembak," kata Sigit.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menuturkan peran masing-masing tersangka. Bharada E merupakan orang yang melakukan penembakan terhadap Brigadir J.

" RR membantu dan menyaksikan penembakan korban. KM turut membantu dan menyaksikan penembakan terhadap korban. Irjen Pol FS menyuruh melakukan dan menskenario peristiwa seolah-olah terjadi tembak-menembak," kata Agus.

4 dari 6 halaman

Pengacara Bharada E Tuding Ferdy Sambo Janjikan Uang Setelah Penembakan Brigadir J

Dream - Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, mengungkap kliennya pernah dijanjikan uang oleh Irjen Ferdy Sambo jika menjalankan perintah menembak Brigadir J. Fakta berupa janji itu disampaikan Ferdy usai peristiwa penembakan.

" Misalnya ada iming-iming uang, iming-iming uang setelah terjadinya peristiwa pidana. Bukan sebelumnya," ujar Deolipa, dikutip dari Liputan6 SCTV dari akun Youtubenya, Rabu 10 Agustus 2022.

Deolipa mengatakan janji uang yang disampaikan setelah penembakan dilakukan ternyata tak pernah direalisasikan.

" Uangnya tidak dikasih, dijanjikan saja," tambahnya.

Menurut Deolipa Polisi kemungkinan sudah mengungkap fakta skenario yang dirancang Ferdy Sambo dalam kasus penembakan Brigadir J. Namun, dia meyakini masih banyak fakta yang belum terungkap.

Dia berharap, proses penyelidikan mampu membuka tabir gelap motif dan fakta lain di balik kasus ini.

" Ceritanya belum lengkap. Baru Ferdy Sambo jadi tersangka, masih banyak lagi," ucapnya.

5 dari 6 halaman

Sebelumnya, Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigaidr J. 

Penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka setelah tim khusus (timsus) Polri melakukan pemeriksaan maraton sejak kasus kematian Brigadir J mencuat ke publik pertengahan 11 Juli 2022 lalu.

Dari hasil penyelidikan Timsus Polri, dipastikan tidak ada peristiwa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E. Fakta yang terungkap adanya rekayasa dilakukan Ferdy Sambo.

6 dari 6 halaman

Mantan Kadiv Propam itu merencanakan dan membuat peristiwa seolah terjadi tembak menembak di rumah dinasnya.

Selain itu, Ferdy Sambo juga memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J. Penembakan menggunakan senjata Brigadir Ricky Rizal (RR).

harada E berperan mengeksekusi Brigadir J sesuai perintah Ferdy Sambo. Sedangkan Brigadir RR turut membantu dan menyaksikan penembakan Brigadir J.

Kedua ajudan Ferdy Sambo itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kematian Brigadir J. Bharada E ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J dan dijerat pasal 338 KUHP junto 55 dan 56.

Sementara Brigadir RR, dipersangkakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP tentang pembunuhan berencana. Keduanya saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Beri Komentar