Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Nasib nahas menimpa seorang siswa SD Negeri 5 Kiarapayung, Kabupaten Ciamis, berinisial IHM (9). Ia ditemukan meninggal dunia setelah ponsel yang ia gunakan meledak saat dicas.
Kepala Desa Kiarapayung, Dedi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu siang, 3 Agustus 2022. Menurutnya, peristiwa bermula ketika korban masuk kamar setelah pulang dari sekolah.
Korban saat itu berniat mengecas ponsel sambil beristirahat. Sementara sang ibu, tengah pergi ke warung untuk membelikan jajanan.
Sepulang dari warung, kata Dedi, ibunya memanggil anaknya yang tengah berada di dalam kamar untuk diberi jajanan yang telah ia beli dari warung.
Karena tidak kunjung menjawab panggilan, ibu korban masuk ke kamar. Namun saat sudah di kamar, ia mendapati anaknya sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“ Berdasarkan keterangan dari petugas kepolisian, korban meninggal dunia disebabkan oleh handphone yang sedang dicasnya meledak,” ujar Dedi dikutip dari jabarnews.com.
Dedi menjelaskan, saat ditemukan, posisi ponsel tersebut di atas dada korban. Rupanya saat ponsel meledak korban sedang tidur.
Dream - Saat melakukan perjalanan dengan pesawat atau kereta api, kamu pasti berharap ada fasilitas untuk mengisi daya jika baterai ponsel. Keberadaan `colokan` ini seperti berkah terutama ketika baterai kamu sudah mulai menipis.
Tapi kamu sebaiknya berhati-hati saat menggunakan stasiun pengisi daya baterai di tempat umum ketika baterai ponsel sudah mulai habis.
Penegak hukum di Amerika Serikat mengatakan pemilik ponsel yang menggunakan stasiun pengisian daya di tempat umum berisiko jadi korban pencurian data.
Pencurian data dengan memanfaatkan stasiun pengisian daya baterai di tempat umum ini dalam dunia siber disebut dengan juice jacking.
Pelaku juice jacking bisa menyedot data pribadi berbentuk elektronik, mulai nomor KTP, kartu kredit, PIN kartu debet dan sebagainya.
Luke Sisak, seorang wakil jaksa distrik di Los Angeles, berbicara tentang juice jacking dalam sebuah video baru-baru ini.
Menurut Sisak, saat ke stasiun atau bandara, banyak yang mungkin telah melihat tempat pengisian baterai ponsel berbentuk colokan USB.
" Tapi berhati-hatilah, fasilitas gratis tersebut bisa menguras rekening bank Anda.
" Dalam penipuan ini, pelaku memuat malware ke stasiun pengisian daya atau kabel data yang mereka tinggalkan di kios.
" Setelah pengguna terhubung, telepon atau perangkat elektronik mereka terinfeksi. Dalam beberapa menit setelah dicolokkan, malware akan mengunci perangkat.
" Atau mengirim informasi seperti kata sandi, alamat, atau bahkan back-up penuh ponsel langsung ke pelaku," jelas Sisak.
Agar terhindar jadi korban penipuan ini, Sisak menyarankan untuk membawa charger HP portabel sendiri dari rumah.
" Cara ini bisa mengurangi ketergantungan pada pengisi daya gratis di tempat umum. Selain itu, Anda lebih bisa santai mengisi daya tanpa harus antre," pungkas Sisak.
(Sumber: Daily Star)