Dream - Khitan tentu harus dilakukan dengan hati-hati. Tentu, pengkhitan juga diwajibkan ahli di bidangnya.
Jika tidak, yang terjadi dapat sangat mengerikan. Seperti kasus yang dialami seorang anak di Kuala Lumpur, 15 Desember lalu.
Anak yang tidak disebutkan namanya itu diantarkan ke klinik di Jalan Ipoh oleh ayahnya, Aliakbar Paker Muhammad. Aliakbar turut berada di ruang operasi saat khitan dilakukan.
Aliakbat melihat sendiri bagaimana operasi itu berjalan dengan tanpa hati-hati. Alhasil, dia melihat kepala kemaluan anaknya jatuh di atas kain penutup pasien.
Dokter dan perawat yang menjalankan khitan berusaha sebisa mungkin menyambung kembali kepala kemaluan itu. Sayangnya, upaya itu gagal.
Setelah sepekan disambung, kepala kemaluan anak itu menghitam. Tidak ada cara lain untuk menyembuhkan bocah itu, selain memotong kepala itu.
© Dream
Dream - Kuasa hukum Aliakbar, P Uthayakumar mengatakan dokter dan perawat memulai operasi khitan menggunakan gunting setelah membius anaknya.
Beberapa saat kemudian, Aliakbar terkejut lantaran mendapati kepala kemaluan anaknya jatuh di kain penutup pasien.
" Selama prosedur dijalankan, dokter telah bertindak ceroboh dengan memotong seluruh kepala kemaluan dan mencoba menyambung kembali tapi tidak berhasil," kata Uthayakumar.
© Dream
Dream - " Klinik yang bersangkutan lalu mencoba meminta bantuan ke pusat medis di Subang Jaya, Selangor, namun pusat medis menyatakan tidak punya kemampuan menangani kasus tersebut," kata dia melanjutkan.
(Ism, Sumber: hmetro.com.my)