Sekolah dan Madrasah Berasrama di Zona Hijau Belum Boleh Dibuka

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 16 Juni 2020 07:01
Sekolah dan Madrasah Berasrama di Zona Hijau Belum Boleh Dibuka
Selama dua bulan masa transisi, sekolah dan madrasah dilarang membuka asrama dan menggelar pembelajaran tatap muka.

Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengumumkan Tahun Ajaran Baru 2020/2021 tetap akan dimulai pada Juli. Tetapi tidak semua fasilitas pendidikan boleh dibuka dan menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka.

Salah satunya yaitu sekolah dan madrasah berasrama. Nadiem menyatakan satuan pendidikan ini dilarang menggelar pembelajaran tatap muka meski berada di zona hijau.

" Untuk sekolah dan madrasah dengan asrama, kalau mereka berada di zona hijau masih dilarang membuka asrama dan melakukan pembelajaran tatap muka selama masa transisi," ujar Nadiem dalam webinar Kebijakan Sektor Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19.

Masa transisi ditetapkan selama dua bulan yaitu pada Juli dan Agustus. Setelah masa transisi berakhir, asrama boleh dibuka secara bertahap.

Nadiem menjelaskan terdapat syarat yang harus dipenuhi sebelum asrama sekolah dan madrasah di zona hijau dibuka kembali. Untuk asrama dengan kapasitas di bawah hingga 100 peserta didik dibolehkan buka dengan jumlah penghuni dibatasi maksimal 50 persen di bulan pertama dan 100 persen di bulan kedua.

Sedangkan asrama dengan kapasitas lebih dari 100 peserta didik, maka tahapan pembukaan dibagi menjadi empat. Pada bulan pertama, asrama hanya boleh diisi 25 persen peserta didik, 50 persen pada bulan kedua, 75 persen pada bulan ketiga dan 100 persen pada bulan keempat setelah berlakunya tahun ajaran baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, mendukung keputusan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan. Khususnya berkaitan dengan pendidikan madrasah. 

" Karena karakter dari pendidikan madrasah dan sekolah saya kira sama saja, oleh karena itu kebijakan untuk pendidikan madrasah sama dengan pendidikan sekolah," ucap Kamaruddin.

1 dari 3 halaman

Sekolah di Zona Hijau Dibuka Paling Cepat Juli, Mulai dari Tingkat SMA

Dream - Kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru tak mundur meski dalam masa pandemi. Tetap dimulai pada Juli 2020.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan beberapa kementerian terkait membuat keputusan soal panduan pembelajaran tatap muka di masa Pandemi Covid-19.

Nadiem Anwar Makariem, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, memaparkan detail pedoman terkait pembukaan sekolah di masa pandemi. Dari webinar " Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19"  hari ini, 15 Juni 2020, yang disiarkan langsung di YouTube Channel Kemdikbud, Nadiem mengumumkan sekolah boleh dibuka dan tatap muka, tapi hanya sekolah yang ada di zona hijau.

" Di masa pandemi Kemdikbud mengambil sikap, bahwa kesehatan dan keselamtan yang utama. Tahun ajaran baru tetap juli 2020, kami tak mengubah kalender. Kami mengambil keputusan hanya sekolah di zona hijau yang boleh melakukan belajar tatap muka," ungkap Nadiem.

 

2 dari 3 halaman

Sekolah Selain di Zona Hijau Tetap Belajar di Rumah

Sementara untuk sekolah yang berada di zona kuning, oranye dan merah atau yang berisiko penularan Covid-19 masih tinggi dilarang melakukan pemberlajaran tatap muka. Total hanya 6 persen sekolah yang boleh dibuka di zona hijau, sementara 94 persen peserta pendidik, masih harus belajar di rumah.

Belajra di rumah© Shutterstock

" Untuk sekolah yang ada di zona hijau ada protokol kesehatan ketat yang sudah kami buat bekerja sama dengan Kementerian kesehatan. Untuk saat ini ada 6 persen sekolah di zona hijau, silakan kepala sekolah dan pemerintah daerah terkait membuat pengajuan dan memenuhi checklist kesehatan," kata Nadiem.

Sekolah yang berada di zona hijau menurut pemaparan Nadiem paling cepat akan dibuka pada Juli 2020. Itu pun pada bulan tersebut hanya diperbolehkan sekolah tingkat SMA saja yang dibuka.

Sementara untuk tingkat SD, SMP di zona hijau Covid-19, paling cepat sekolah dibuka September 2020, sementara tingkat PAUD pada November 2020.

 

3 dari 3 halaman

Pembatasan Peserta Didik

Saat sekolah dibuka, murid tak bisa langsung masuk pada waktu yang bersamaan. Kemenkes dan Kemdikbud menetapkan, satu kelas paling banyak 18 orang.

" Selama 2 bulan pertama ada berbagai restriksi, yang terpenting adalah kondisi kelas, jika biasanya ada 20 sampai 28 murid. kini maksimal dalam kelas hanya boleh 18 peserta, harus ada shifting yang ditentukan satuan pendidikan," kata Nadiem.

Penting juga diketahui, jika setelah tatap muka di sekolah dilakukan ternyata kembali ditemui kasus Covid-19, maka sekolah akan ditutup kembali. Sementara jika daerah zona hijau menjadi zona merah, kuning atau oranye, maka sekolah akan kembali dari rumah. Prosedur kesehatan pun akan kembali dari nol.

Beri Komentar