Penampakan Ribuan Tulang Belulang Hewan Dan Manusia Dalam Gua Di Arab Saudi. (Foto: Twitter @StewieStewart13)
Dream - Baru-baru ini sebuah pemandangan yang mengerikan terpampang di dalam gua bawah tanah di barat daya Arab Saudi.
Ribuan tulang hewan dan manusia ditemukan menumpuk di dalam gua kuno Umm Jirsan yang merupakan bagian dari terowongan tabung lava.
Terowongan sepanjang 1,5 kilometer yang membentuk gua tersebut terletak di bawah ladang lava bernama Harrat Kayba.
Ilmuwan menemukan berbagai macam tulang hewan seperti sapi, kuda, unta, dan hewan pengerat. Tidak itu saja, mereka juga menemukan tiga buah tengkorak manusia di dalamnya.
Melalui akun Twitter miliknya, ilmuwan Dr Mathew Stewart, memamerkan foto-foto tumpukan tulang belulang yang diyakini berusia lebih dari 7.000 tahun.

" Tabung lava ini penuh dengan tumpukan ribuan tulang belulang hewan yang terawetkan dengan sempurna," cuit ilmuwan dari Institut Max Planck Jerman itu.
Ratusan ribu tulang itu diyakini dikumpulkan selama ribuan tahun oleh hyena belang yang menjadikan gua Umm Jirsan sebagai sarang.
Tabung lava itu pertama kali ditemukan pada 2007, tetapi para ilmuwan tidak berani masuk setelah mendengar suara menggeram dari dalam.

Ilmuwan dari Saudi Geological Survey, King Saud University, dan Institut Max Planck Jerman akhirnya memberanikan diri memasuki gua tersebut.
Dalam satu bagian gua yang dijuluki Sarang Serigala, tim menemukan 1.917 tulang dan gigi – beberapa di antaranya berusia hampir 7.000 tahun.

" Sekira 42% tulang membuktikan adanya aktivitas binatang karnivora, yang meliputi bekas gigitan, cakaran, dan jilatan. Bekas gigitannya membentuk lubang," bunyi penelitian yang salah satu penulisnya adalah Stewart.
Tim ilmuwan juga menganalisis lokasi dan frekuensi potongan tulang untuk menentukan bagaimana mereka dibawa ke dalam gua.
Menurut Stewart, hyena adalah pengumpul tulang yang rajin. Mereka membawa bangkai atau buruan ke sarang untuk dimakan, diberikan kepada anak-anaknya atau disimpan.
Selain itu, Stewart juga mengagumi aliran lava di Harrat Kayba menciptakan kondisi yang baik bagi pengawetan tulang.
" Di wilayah di mana pelestarian tulang sangat, sangat buruk, situs seperti Umm Jirsan menawarkan sumber daya baru yang menarik," tambah Stewart.
Penelitian yang dilakukan Stewart dan timnya ini telah dipublikasikan di Archaeological and Anthropological Sciences.
Sumber: DailyStar
The assemblage includes a variety of animals, including cattle, caprids, horses, camels, rodents, and even humans! (3/n) pic.twitter.com/S7LF434psF
— Stewie Stewart (@StewieStewart13)July 21, 2021