Surat An-Nisa Ayat 146 tentang Perintah Bersikap Ikhlas dan Bertobat bagi Orang-orang Munafik

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Selasa, 24 Mei 2022 20:01
Surat An-Nisa Ayat 146 tentang Perintah Bersikap Ikhlas dan Bertobat bagi Orang-orang Munafik
Inilah beberapa keutamaan dari bersikap ikhlas.

Dream – Al-Quran adalah pedoman bagi umat Islam selama menjalani hidup di dunia ini. Sebagai umat Islam, tentunya harus selalu berpegang kepada Al-Quran. Karena di dalamnyalah terdapat petunjuk dari Allah SWT, baik apa yang diperintahkan-Nya maupun apa yang dilarang-Nya. Kesemuanya haruslah dipatuhi oleh umat Islam agar mendapatkan kebahagiaan serta keselamatan di dunia dan akhirat.

Setiap surat dan ayat di dalam Al-Quran tentu memiliki keistimewaan masing-masing jika sahabat Dream rutin membacanya serta mengamalkannya. Salah satunya adalah surat An-Nisa ayat 146 yang menjelaskan tentang perintah untuk bersikap ikhlas dan juga bertobat bagi orang-orang yang munafik.

Nah, berikut adalah penjelasan lebih lengkap tentang surat An-Nisa ayat 146 sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Bacaan Surat An-Nisa Ayat 146

Bacaan Surat An-Nisa Ayat 146© Shutterstock.com

Berikut adalah bunyi dari bacaan surat An-Nisa ayat 146:

اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَاعْتَصَمُوْا بِاللّٰهِ وَاَخْلَصُوْا دِيْنَهُمْ لِلّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَۗ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا

Artinya: Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman.”(QS. An-Nisa: 146).

Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa orang-orang yang bertobat, memperbaiki diri, dan berpegang teguh pada agama Allah SWT dengan hati yang tulus dan ikhlas, maka nantinya orang-orang tersebut akan dikumpulkan dengan orang-orang yang beriman. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pahala yang besar sebagai bentuk ganjaran dari Allah SWT.

2 dari 3 halaman

Keutamaan Ikhlas dalam Islam

Ikhlas adalah hal yang tidak bisa dikatakan mudah. Mungkin banyak orang yang memberikan nasihat agar selalu ikhlas dengan apa yang didapatkan, namun dalam pelaksanaannya sangatlah sulit. Meski begitu, jika sahabat Dream mampu untuk melakukannya, hal ini memiliki keutamaan yang sangat luar biasa.

Berikut adalah beberapa keutamaan ikhlas dalam Islam yang dikutip melalui dalamislam.com:

Perintah Langsung dari Allah SWT

Ikhlas adalah perintah yang langsung diberikan oleh Allah SWT. Di mana ikhlas ini adalah melakukan segala sesuatu dengan hati tanpa meminta imbalan sedikit pun atas apa yang sudah dilakukannya. Hal tersebut dijelaskan dalam firman Allah SWT melalui surat Az-Zumar ayat 2 berikut:

اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللّٰهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَۗ

Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.” (QS. Az-Zumar: 2).

Syarat Utama Diterimanya Ibadah

Ikhlas menjadi syarat utama diterimanya ibadah seseorang. Oleh karena itu, setiap umat Islam yang menjalankan ibadah haruslah dilandasi dengan rasa ikhlas. Hal ini seperti yang tercantum dalam surat Al-Bayyinah ayat 5 berikut:

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

Artinya:Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah: 5).

Sifat Dasar Nabi dan Rasul

Ikhlas adalah sifat dasar yang dimiliki oleh para Nabi dan Rasul. Di mana sikap ini mereka tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat sedang berdakwah dan menjalankan agama Allah SWT. Semuanya dilakukan dengan rasa ikhlas dan semata-mata hanya untuk Allah SWT. Sebagaimana sabda dari Nabi Muhammad saw berikut ini:

Ällah SWT tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas untuk mencari ridho Allah semata.” (HR. Abu Daud dan Nasaí).

3 dari 3 halaman

Syarat-syarat Diterimanya Tobat Orang Munafik

Syarat-syarat Diterimanya Tobat Orang Munafik© Shutterstock.com

Selain menjelaskan tentang ikhlas, dalam surat An-Nisa ayat 146 juga menjelaskan tentang perintah bertobat bagi orang-orang yang munafik. Berikut adalah beberapa syarat diterimanya tobat bagi orang munafik yang perlu sahabat Dream ketahui:

1. Menyesali perbuatannya yang pernah dilakukan dan berusaha untuk menjalankan amal sholeh. Di mana hal tersebut mampu untuk menghilangkan sifat munafik yang ada dalam dirinya.

2. Syarat yang kedua adalah dengan melatih diri untuk selalu bersikap jujur. Baik dalam ucapan maupun tindakannya. Selain itu juga belajar untuk menjalankan ibadah sholat secara khusyuk, baik itu saat sholat sendiri maupun saat sholat di depan orang lain.

3. Memiliki perilaku yang baik sebagaimana dengan ajaran di dalam Al-Quran dan juga hadis Nabi. Selain itu juga menjalankan setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan dari Allah SWT.

4. Syarat yang terakhir agar tobat diterima Allah SWT adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Yakni dengan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Baik itu di saat senang maupun di saat sulit. Dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, hal itu juga menunjukkan bahwa kita sebagai umat Islam tidak melupakan-Nya dalam kondisi apa saja.

Beri Komentar