Syarat Haji Salah Satunya Sehat, Inilah Tahapan Pemeriksaan dan Jenis Vaksin yang Didapatkan Jemaah

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Rabu, 29 Juni 2022 17:00
Syarat Haji Salah Satunya Sehat, Inilah Tahapan Pemeriksaan dan Jenis Vaksin yang Didapatkan Jemaah
Dengan kondisi tubuh yang sehat, harapannya jemaah bisa menjalankan ibadah dengan lancar.

Dream – Syarat haji salah satunya adalah sehat, baik secara fisik maupun mental. Kondisi tubuh yang sehat saat menjalankan ibadah haji sangatlah penting. Mengingat ada beberapa rangkaian ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik secara prima. Sehingga, sudah menjadi suatu kewajiban ketika sebelum berangkat, para calon jemaah haji harus melalui proses pengecekan kesehatan terlebih dahulu.

Proses pemeriksaan kesehatan sebagai syarat haji secara umum akan melalui empat tahapan. Kemudian calon jemaah haji juga harus mendapatkan beberapa jenis vaksin terlebih dahulu agar kegiatan ibadah di tanah suci bisa berlangsung dengan lancar dan dihindarkan dari berbagai penyakit.

Selain itu juga ada istithaah kesehatan jemaah haji. Di mana dalam istithaah ini terdapat empat kategori dalam pelaksanaan pemeriksaan agar jemaah haji bisa menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan Islam.

Untuk mengetahui secara lebih jelas tahapan pemeriksaan apa saja serta jenis vaksin yang akan didapatkan oleh calon jemaah haji sebagai syarat haji, berikut sebagaimana dirangkum Dream melalui alodokter.com dan dinkes.jombangkab.go.id.

1 dari 3 halaman

Tahap Pemeriksaan Calon Jemaah Haji

Tahap Pemeriksaan Calon Jemaah Haji© Freepik.com

Sebelum melaksanakan ibadah haji, para calon jemaah harus melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu yang menjadi salah satu dari syarat haji. Hal ini untuk memastikan apakan kondisi jemaah benar-benar sehat dan mampu menjalankan ibadah di tanah suci atau tidak. Berikut adalah beberapa tahapan pemeriksaan calon jemaah haji yang perlu sahabat Dream ketahui:

Tahap Pertama

Pemeriksaan tahap pertama akan dilakukan oleh tim pemberi pelayanan kesehatan di puskesmas. Pelaksanaannya adalah ketika calon jemaah haji akan melakukan pendaftaran untuk bisa mendapatkan kuota keberangkatan.

Tahap ke Dua

Pemeriksaan tahap kedua adalah saat pemerintah sudah menentukan adanya kepastian tentang keberangkatan jemaah haji. Tahap pemeriksaan ini dilakukan oleh tim penyelenggara kesehatan haji kabupaten atau kota di puskesmas maupun rumah sakit.

Tahap ke Tiga

Tahap pemeriksaan yang ketiga adalah dilakukan oleh panitia penyelenggara ibadah haji untuk menentukan apakah calon jemaah haji benar-benar siap dan layak untuk terbang atau tidak. Yakni disesuaikan dengan peraturan yang ditetapkan oleh penerbangan internasional. Termasuk dalam hal ini calon jemaah juga harus mendapatkan beberapa vaksin demi terlindung dari penyakit selama beribadah.

2 dari 3 halaman

Istithaah Kesehatan Jemaah Haji

Setelah mengetahui beberapa tahapan pemeriksaan sebelum haji sebagai syarat haji, calon jemaah juga akan melalui istithaah kesehatan haji. Istithaah adalah kemampuan jemaah baik dari jasmaniah, ruhaniah, pembekalan, dan keamanan untuk menjalankan ibadah haji tanpa menelantarkan kewajiban pada keluarga. Berikut adalah empat kategori istithaah kesehatan jemaah haji yang perlu sahabat Dream ketahui:

Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji

Dalam hal ini syarat haji bagi calon jemaah adalah memiliki kemampuan menjalankan serangkaian ibadah haji tanpa bantuan obat, alat, dan/atau orang lain dengan tingkat kebugaran jasmani, paling tidak dengan kategori cukup.

Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji dengan Pendampingan

Kategori ini adalah jemaah haji dengan usia 60 tahun atau lebih dan/atau menderita penyakit tertentu yang tidak masuk kriteris tidak memenuhi syarat istithaah sementara dan/atau tidak memenuhi syarat istithaah.

Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji untuk Sementara

Kategori ini adalah jemaah haji yang tidak mempunyai sertifikat vaksinasi internasional (IVC) yang sah, menderita penyakit tertentu yang ada peluang sembuh, suspek dan/atau konfirm penyakit menular yang berpotensi wabah, psikosis akut, fraktur tungkai yang memerlukan immobilisasi, fraktur tulang belakang tanpa komplikasi neurologis, atau hamil yang saat keberangkatan usia kehamilan diprediksi kurang dari 14 minggu atau lebih dari 26 minggu.

Tidak Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji

Kategori ini adalah jemaah haji yang kondisinya bisa mengancam jiwa, gangguan jiwa berat, jemaah haji yang memiliki penyakit sulit diharapkan untuk sembuh.

3 dari 3 halaman

Jenis Vaksin yang Didapatkan Calon Jemaah Haji

Jenis Vaksin yang Didapatkan Calon Jemaah Haji© Freepik.com

Dalam pemeriksaan kesehatan sebagai syarat haji, para calon jemaah juga harus mendapatkan beberapa jenis vaksin terlebih dahulu sebelum berangkat. Berikut adalah jenis-jenis vaksin yang diberikan:

Vaksin Meningitis

Penyakit meningitis memiliki risiko yang tinggi di beberapa wilayah, termasuk Arab Saudi. Agar tidak mudah tertular penyakit tersebut, maka calon jemaah haji dan umrah perlu mendapatkan vaksin meningitis. Bahkan ini juga menjadi syarat agar bisa mendapatkan visa.

Vaksin Pneumonia

Jenis vaksin berikutnya adalah vaksin pneumonia. Vaksin ini sangat dianjurkan pada para calon jemaah haji dengan kondisi tertentu. Misalnya saja yang usianya 65 tahun ke atas, anak-anak, dan orang yang menderita penyakit kronis seperti diabetes, asma, gangguan ginjal, dan penyakit jantung.

Vaksin Influenza

Vaksin influenza dianjurkan agar diberikan pada calon jemaah haji atau umrah yang masih anak-anak, usia lanjut, dan perempuan hamil. Selain itu, vaksin influenza juga penting diberikan pada penderita asma, gagal jantung kronis, paru-paru kronis, HIV/AIDS, gangguan metabolik, dan kelebihan berat badan  atau obesitas.

Vaksin COVID-19

Adanya pandemi COVID-19, hal ini pun mewajibkan calon jemaah haji untuk mendapatkan vaksin COVID-19 terlebih dahulu sebelum berangkat. Selain itu, juga tidak lupa dengan melakukan tes PCR atau rapid test paling lambat 72 jam sebelum keberangkatan.

Beri Komentar